Droxol adalah obat untuk membantu mengeluarkan dahak pada saluran pernapasan. Obat dengan bahan aktif ambroxol ini umumnya diresepkan untuk meredakan batuk berdahak akibat bronkitis atau infeksi saluran pernapasan lainnya.
Kandungan ambroxol dalam Droxol merupakan obat mukolitik, yaitu obat yang bekerja dengan cara mengencerkan dahak. Dengan cara kerja ini, dahak menjadi lebih mudah dikeluarkan sehingga batuk berdahak bisa mereda dan pernapasan terasa lebih lega.

Obat dengan kandungan ambroxol, seperti Droxol tidak dianjurkan untuk batuk kering atau batuk akibat alergi. Obat ini juga tidak digunakan sebagai terapi utama infeksi, melainkan membantu meringankan gejala batuk berdahak.
Apa Itu Droxol
| Bahan aktif | Ambroxol |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat pengencer dahak jenis mukolitik |
| Manfaat | Mengencerkan dahak |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak |
| Droxol untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping ambroxol terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Droxol untuk ibu menyusui | Obat batuk berdahak dengan kandungan ambroxol, seperti Droxol, aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui selama sesuai arahan dokter. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Droxol
Droxol harus digunakan sesuai aturan pakai dan saran dari dokter. Perhatikan hal-hal berikut sebelum menggunakan obat ini:
- Informasikan kepada dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Droxol tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap ambroxol.
- Sampaikan kepada dokter jika batuk yang dialami berlangsung lebih dari 3–4 minggu atau disertai demam tinggi, berat badan menurun, atau keringat dingin pada malam hari.
- Beri tahu dokter jika batuk yang Anda alami disertai dahak kental berwarna kuning atau hijau, maupun batuk berdarah.
- Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Droxol jika Anda pernah atau sedang menderita gangguan pernapasan kronis, seperti emfisema, bronkitis kronis, maupun asma yang sering kambuh.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita tukak lambung, tukak usus dua belas jari, penyakit liver, atau penyakit ginjal.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Droxol.
Dosis dan Aturan Pakai Droxol
Dosis dan durasi penggunaan Droxol akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi yang ditangani.
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Droxol untuk mengatasi batuk berdahak:
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1 tablet, 3 kali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: ½ tablet, 2–3 kali sehari.
Cara Menggunakan Droxol dengan Benar
Gunakan Droxol sesuai dengan petunjuk penggunaan atau anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis obat.
Berikut ini adalah cara menggunakan Droxol dengan benar:
- Droxol dapat dikonsumsi pada saat makan atau segera sesudahnya.
- Telan Droxol tablet secara utuh dengan bantuan air putih.
- Bila hendak mengonsumsi Droxol sediaan sirop, kocok botol sebelum obat diminum. Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan supaya dosisnya akurat. Droxol sediaan drops bisa langsung diteteskan di atas lidah atau dicampur dengan jus buah, air putih, atau susu.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Droxol, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Hentikan konsumsi Droxol bila keluhan batuk berdahak sudah membaik.
- Simpan Droxol di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan Droxol dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Droxol dengan Obat Lain
Ambroxol di dalam Droxol dapat berinteraksi dengan obat lain. Ambroxol bisa meningkatkan kadar antibiotik tertentu, seperti amoxicillin, erythromycin, doxycycline, cefuroxime, dan cefuroxime, di jaringan paru-paru jika dikonsumsi bersamaan.
Namun, interaksi tersebut dianggap tidak berbahaya selama penggunaannya tetap sesuai dengan anjuran dokter. Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, diskusikan dengan dokter lewat chat jika hendak menggunakan Droxol bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Droxol
Sejumlah efek samping yang bisa timbul setelah menggunakan Droxol adalah:
- Mual atau muntah
- Nyeri ulu hati (heartburn)
- Sakit perut
- Mulut kering atau tenggorokan kering
- Perut kembung
Hubungi dokter jika efek samping yang muncul tidak membaik atau bertambah parah. Guna mendapatkan penanganan awal yang cepat, Anda bisa berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter. Melalui chat, dokter dapat memberikan pengobatan untuk mengatasi efek samping.
Segeralah ke IGD rumah sakit terdekat jika Anda mengalami reaksi alergi obat, seperti ruam gatal di seluruh tubuh, bengkak di kelopak mata dan bibir, atau sesak napas.