Dry food kucing merupakan salah satu jenis makanan yang bisa kamu berikan pada kucing kesayanganmu. Selain menyediakan nutrisi yang baik, jenis makanan ini juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu kamu ketahui.

Sebagai pecinta kucing, mencukupi asupan nutrisi kucing tentu sangat penting untuk dilakukan. Hal ini bertujuan agar kucing kesayanganmu tetap sehat, bugar, dan happy. Nah, salah satu cara agar kebutuhan nutrisi kucing selalu tercukupi adalah dengan memberinya dry food kucing atau makanan kering untuk kucing.

Dry Food Kucing, Ketahui Kandungan Beserta Kelebihan dan Kekurangannya - Alodokter

Dry Food Kucing dan Kandungan di Dalamnya

Pemberian dry food kucing sangat disarankan karena jenis makanan ini memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kucing kesayanganmu. Pasalnya, dry food kucing diolah dengan menggabungkan protein, vitamin, mineral, serta lemak yang dibutuhkan oleh kucing setiap harinya. 

Selain itu, dibandingkan dengan wet food atau makanan basah, dry food lebih banyak mengandung karbohidrat. Karbohidrat ini bisa memberikan energi tambahan pada kucing agar ia senantiasa fit dan energik. 

Meski demikian, jika asupannya berlebihan, karbohidrat bisa membuat kucing jadi kegemukan. Jadi, agar lebih sehat, sebaiknya pilih jenis dry food kucing yang rendah karbohidrat atau low carb, ya.

Selain itu, beberapa merek dry food kucing juga diperkaya dengan probiotik dan prebiotik yang dapat menjaga keseimbangan bakteri baik dalam sistem pencernaan kucing. Dengan begitu, kucingmu akan terhindar dari beberapa masalah pencernaan, misalnya diare.

Kelebihan Dry Food Kucing

Selain karena kandungan nutrisi di dalamnya, dry food kucing juga memiliki beberapa kelebihan. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:

1. Lebih awet dan tahan lama untuk disimpan

Dry food kucing dapat disimpan dengan waktu yang cukup lama karena memiliki tanggal kedaluwarsa yang lebih panjang daripada wet food. Dalam keadaan tertutup atau belum dibuka, dry food dapat bertahan selama 6–12 bulan. Sementara jika sudah disajikan, makanan ini perlu dihabiskan dalam waktu sekitar 21 hari. 

Selain itu, berkat daya simpannya yang panjang, dry food juga menjadi jenis makanan yang cocok diberikan untuk kucing kesayanganmu saat kamu berencana pergi jauh dan meninggalkannya sendiri di rumah. 

Agar jadwal makan kucingmu tetap teratur, kamu bisa memasukkan dry food ke dalam mesin feeder otomatis atau meminta kerabat di rumah untuk memberikan kucingmu makan.

2. Mampu menjaga kesehatan dan kebersihan mulut kucing

Menurut beberapa penelitian, konsumsi dry food bisa menjaga kesehatan mulut kucing. Hal ini karena jenis makanan kering memiliki tekstur yang padat. Ketika dikunyah, serpihannya akan membantu membersihkan gigi kucing, sehingga mencegah penumpukan plak atau gangguan mulut lainnya.

Meski begitu, konsumsi dry food kucing tetap tidak terlalu efektif untuk membersihkan mulut kucing. Oleh karena itu, kamu juga dianjurkan untuk rutin menyikat gigi kucing kesayanganmu agar kesehatan mulutnya tetap terjaga secara optimal, ya. 

3. Harganya lebih ekonomis

Dibandingkan dengan wet food, dry food kucing umumnya memiliki harga yang terjangkau. Selain itu, satu pak dry food biasanya memiliki porsi yang cukup besar, jadi bisa jadi stok makanan kucing yang bisa disimpan lebih lama dan ekonomis. 

Dengan harga yang murah dan porsi yang melimpah, jenis makanan ini tentunya dapat menghemat pengeluaranmu setiap bulannya dalam menyiapkan makanan yang tidak hanya lezat tetapi juga bergizi untuk kucing kesayanganmu.

Kekurangan Dry Food Kucing

Selain beberapa kelebihan, dry food kucing juga memiliki kekurangan yang penting untuk kamu ketahui, di antaranya:

Memicu terjadinya obesitas pada kucing

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dry food kucing cenderung mengandung karbohidrat yang tinggi. Meski berperan penting sebagai sumber energi, karbohidrat yang asupannya terlalu banyak bisa membuat berat badan kucing bertambah dan hal ini bisa menyebabkan kucing mengalami obesitas.

Untuk mencegahnya, kamu perlu mengontrol porsi dry food yang diberikan. Kamu juga dapat membuat jadwal pemberian dry food yang diselingi dengan wet food untuk membatasi asupan karbohidrat yang terlalu banyak.

Selain itu, pastikan agar kucing kesayanganmu banyak bergerak dengan cara sering mengajaknya bermain atau jalan santai di sekitar rumah. Makin sering kucingmu bergerak, makin banyak pula lemak dan kalori yang terbakar dan hal ini bisa melindunginya dari obesitas. 

Meningkatkan risiko terjadinya sembelit

Sembelit pada kucing dapat terjadi jika kucing kesayanganmu kurang minum air. Selain karena jarang minum air, terlalu banyak konsumsi dry food kucing juga bisa menjadi penyebab kucing sembelit. Dry food kucing hanya mengandung sedikit air, sehingga bisa membuat tekstur kotoran kucing jadi lebih keras dan susah dikeluarkan.

Untuk mencegah terjadinya sembelit pada kucing kesayanganmu, kamu harus memastikan kucingmu minum yang cukup saat mengonsumsi dry food. Tak hanya baik untuk mencegah sembelit pada kucing, memberikan kucingmu cukup minum juga penting untuk mencegahnya dari dehidrasi.

Selain itu, dry food kucing juga umumnya tidak cocok diberikan bagi kucing yang mengalami gangguan gigi atau gusi, misalnya periodontitis. Ini karena tekstur dry food yang keras bisa membuat kucing yang sedang sakit gigi atau gusi merasa kesakitan ketika makan. Kondisi Ini biasanya membuat kucing jadi tidak mau makan.

Secara umum, dry food kucing adalah jenis makanan yang baik untuk kucing karena mengandung nutrisi yang cukup lengkap dan praktis untuk disimpan dan diberikan. Namun, pemberiannya perlu kamu kontrol sebab makanan ini tetap memiliki kekurangan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Jika kucingmu terlihat mengalami pertambahan berat badan, sembelit, diare, atau muntah setelah ia makan dry food kucing, kamu perlu membawanya ke dokter hewan agar ia dapat diperiksa dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Selain itu, dokter hewan juga akan memberikan panduan yang tepat mengenai porsi pemberian dry food kucing yang sesuai dengan kondisi anak bulu kesayanganmu.