Enamel adalah lapisan terluar gigi yang melindungi gigi saat digunakan untuk mengunyah dan berbicara. Meski sangat keras karena sebagian besar tersusun dari mineral, enamel tetap bisa terkikis atau rusak seiring waktu.
Enamel merupakan jaringan terkeras pada tubuh manusia yang berfungsi melindungi gigi dari kerusakan saat digunakan sehari-hari. Meski berada di lapisan terluar, warna gigi sebenarnya ditentukan oleh dentin di bawahnya, yang dapat terlihat karena enamel bersifat semi transparan.

Peran enamel sangat penting untuk menjaga kekuatan gigi serta mencegah kerusakan dan infeksi. Namun, enamel tetap bisa mengalami gangguan, sehingga perawatan gigi dan mulut perlu dilakukan secara rutin.
Enamel dan Fungsinya
Enamel berfungsi melindungi gigi saat digunakan untuk menggigit dan mengunyah makanan. Selain itu, lapisan ini juga berperan dalam melindungi gigi dari perubahan suhu panas atau dingin, serangan kuman, serta paparan bahan kimia dari makanan dan minuman.
Peran penting enamel lainnya adalah melindungi lapisan gigi yang lebih dalam, yaitu dentin. Dentin terhubung langsung dengan saraf dan pembuluh darah, sehingga membutuhkan perlindungan yang optimal agar gigi tetap berfungsi dengan baik.
Meski memiliki struktur yang sangat kuat, enamel tetap dapat mengalami kerusakan. Kondisi ini dapat dipicu oleh paparan zat asam dan gula dari makanan atau minuman, kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, serta kebiasaan menggeretakkan gigi.
Ketika enamel rusak, gigi menjadi lebih sensitif terhadap suhu makanan atau minuman tertentu. Hal ini terjadi karena lapisan pelindung gigi menipis, sehingga saraf gigi menjadi lebih mudah terpapar dan menimbulkan rasa ngilu.
Enamel yang telah rusak tidak dapat tumbuh kembali secara alami. Jika tidak ditangani, kerusakan dapat meluas ke lapisan gigi yang lebih dalam dan meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah gigi, seperti gigi berlubang, gigi sensitif, dan infeksi.
Enamel dan Gangguan yang Sering Terjadi
Berikut ini adalah beberapa gangguan pada enamel yang umum terjadi dan dapat mengganggu fungsinya:
1. Hipoplasia enamel
Hipoplasia enamel merupakan gangguan pembentukan enamel yang umumnya terjadi pada gigi susu, meski dalam beberapa kasus juga dapat mengenai gigi permanen. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan pembentukan jaringan gigi sejak dalam kandungan, faktor genetik, atau penyakit tertentu.
Hipoplasia enamel dapat ditandai dengan munculnya bercak putih atau kecokelatan pada gigi, gigi yang lebih sensitif, serta enamel yang tampak lebih tipis dan mudah berubah warna.
2. Erosi
Erosi enamel terjadi ketika lapisan enamel terkikis secara perlahan akibat paparan zat asam. Kondisi ini dapat disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman asam secara berlebihan atau penggunaan produk perawatan gigi tertentu yang bersifat terlalu abrasif.
Paparan asam yang berulang dapat membuat air liur tidak mampu menetralkan kondisi rongga mulut secara optimal. Akibatnya, enamel menjadi lebih tipis dan menimbulkan gejala, seperti perubahan warna gigi, gigi tampak lebih transparan, serta sensitivitas berlebihan terhadap suhu.
3. Hipomineralisasi
Hipomineralisasi adalah gangguan enamel yang ditandai dengan kandungan mineral yang lebih rendah dari normal. Akibatnya, permukaan enamel menjadi lebih berpori dan tampak berbintik.
Kondisi ini dapat menyebabkan gigi sangat sensitif, terutama saat menyikat gigi atau mengonsumsi makanan tertentu. Hingga kini, penyebab pasti hipomineralisasi belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa penelitian mengaitkannya dengan penyakit dan penggunaan obat-obatan tertentu pada masa pertumbuhan gigi.
Tips Perawatan Enamel
Karena enamel tidak dapat memperbaiki diri setelah rusak, perawatan gigi dan mulut perlu dilakukan secara rutin untuk menjaga kekuatannya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride
- Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi
- Berkumur menggunakan obat kumur yang sesuai, terutama bagi gigi sensitif
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta membatasi asupan makanan dan minuman manis atau asam
- Memperbanyak minum air putih, minimal 8 gelas per hari
Kerusakan enamel dapat berkembang menjadi masalah gigi yang lebih serius bila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, jika Anda mengalami keluhan, seperti gigi ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman panas maupun dingin, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter.
Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan sesuai kondisi, termasuk menyarankan pemeriksaan ke dokter gigi secara langsung di klinik atau rumah sakit terdekat.