Bagi kebanyakan wanita, membicarakan hal-hal yang berbau seks, termasuk penggunaan vibrator, bukanlah hal yang lumrah. Padahal, manfaat di balik alat ini sangatlah beragam, mulai dari meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan sampai menambah kepuasan seksual.

Vibrator merupakan alat bantu seks yang bisa bergetar dan biasanya berbentuk seperti penis. Alat ini umumnya ditenagai oleh baterai atau kabel listrik. Meski pada kenyataannya menggunakan vibrator saat berhubungan seks dapat mendatangkan banyak manfaat, masih banyak wanita yang takut atau kurang nyaman menggunakan alat ini.

Fakta Manfaat Vibrator bagi Wanita - Alodokter

Oleh karena itu, agar tidak lagi ragu menggunakan vibrator, simaklah berbagai manfaat vibrator bagi wanita berikut ini.

Aneka Manfaat Vibrator bagi Wanita

Penggunaan vibrator mampu mewarnai kehidupan seks wanita dan memberikan beragam manfaat, seperti:

1. Menjadikan seks terasa lebih erotis

Saat kehidupan seks mulai monoton dan terasa membosankan, ini saatnya untuk mencoba hal-hal baru bersama pasangan. Anda bisa mempertimbangkan untuk memberikan pijatan sensual, seks oral, termasuk menggunakan vibrator untuk membuat suasana lebih menarik dari sebelumnya. Memiliki hubungan seksual yang berkualitas tidak hanya menyenangkan, tapi juga bermanfaat bagi kondisi kesehatan.

2. Membantu mencapai orgasme

Pada sebagian besar wanita, orgasme tidak bisa dicapai hanya dengan penetrasi penis. Maka tidak heran bila mencapai orgasme wanita bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan usaha lebih. Ditambah lagi wanita umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai klimaksnya.

Salah satu cara yang dapat membantu wanita mencapai orgasmenya adalah dengan melakukan foreplay menggunakan vibrator. Menggunakan sex toy tersebut saat ‘pemanasan’ akan meningkatkan aliran darah di vaginanya, sehingga orgasme pun lebih mudah tercapai.

3. Menangani masalah disfungsi seksual

Disfungsi seksual yang dialami wanita bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari stres, kelelahan, hingga penyakit tertentu yang menyebabkan libido wanita berkurang. Karena dapat mengganggu kualitas hubungan seksual wanita dan pasangannya, maka penanganan untuk kondisi ini sangat dibutuhkan.

Menariknya, penanganan awal yang bisa Anda lakukan untuk menangani disfungsi seksual adalah dengan menggunakan vibrator saat berhubungan seks. Penggunaan vibrator diyakini dapat meningkatkan rangsangan seksual sehingga memudahkan tercapainya orgasme.

4. Menangani vaginismus dan dispareunia

Vaginismus adalah kondisi di mana otot sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat tengah melakukan hubungan seksual. Saat hal ini terjadi, maka hubungan seks bisa terasa menyakitkan. Hubungan seks yang terasa nyeri bagi wanita ini disebut dispareunia.

Untuk menangani kedua masalah seksual di atas, penggunaan vibrator bagi wanita bisa dicoba. Namun, seberapa efektif penggunaan vibrator untuk membantu mengatasi masalah seksual pada wanita ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Jika Anda kerap merasa nyeri saat berhubungan seksual, maka sebaiknya segera periksakan kondisi tersebut ke dokter.

5. Meremajakan vagina

Menurunnya kadar hormon estrogen saat wanita bertambah usia dapat menimbulkan beragam gangguan, termasuk vagina menjadi kering. Hal ini dapat membuat seks terasa menyakitkan bagi wanita.

Untuk menanganinya, salah satu cara yang bisa diterapkan adalah menggunakan vibrator. Penggunaan vibrator dapat memperbaiki elastisitas vagina dan memicu peningkatan produksi cairan pelumas alami vagina.

Terlepas dari manfaat vibrator di atas, Anda perlu memerhatikan kebersihan alat ini sebelum dan setelah menggunakannya. Cucilah vibrator secara rutin menggunakan air hangat dan sabun, dan jangan menggunakan vibrator bergantian dengan orang lain.

Menggunakan vibrator yang tidak terjaga kebersihannya atau bergantian dengan orang lain akan meningkatkan risiko untuk terinfeksi kuman dan virus berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan penyakit menular seksual.

Jika kepuasan seksual tidak juga bertambah setelah menggunakan vibrator atau Anda masih mengalami kesulitan untuk mengatasi beberapa masalah seksual yang dialami, maka keluhan tersebut sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.