Sama seperti pada pria, gairah seksual wanita juga bisa naik dan turun. Perubahan gairah wanita bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari perubahan hormon di dalam tubuh hingga kondisi fisik maupun psikologis.

Gairah seksual setiap wanita tentu berbeda-beda, ada yang memang tinggi dan ada pula yang cenderung rendah.

Ini Penyebab di Balik Perubahan Gairah Wanita - Alodokter

Namun, ketika gairah seksual Anda menurun dan tidak seperti biasanya, kondisi ini menandakan bahwa Anda sedang mengalami libido rendah. Sementara itu, bila gairah seksual Anda meningkat dari biasanya, ini artinya Anda sedang mengalami libido tinggi.

Penyebab Turunnya Gairah Wanita

Di bawah ini penjelasan mengenai beragam hal yang bisa menyebabkan turunnya gairah seksual pada wanita:

1. Perubahan hormon

Perubahan kadar hormon dapat menurunkan gairah wanita. Kondisi ini biasanya terjadi pada masa pra menopause, kehamilan, dan menyusui.

Pada masa pra menopause, kadar hormon estrogen di tubuh wanita akan turun dan menyebabkan berkurangnya produksi cairan pelumas alami vagina. Hal ini kemudian bisa mengakibatkan hubungan seks menjadi terasa menyakitkan dan membuat gairah seksual wanita menurun.

Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan dan menyusui dapat membuat seorang wanita mengalami perubahan bentuk tubuh, mudah lelah, dan rentan stres. Hal tersebut tentu bisa menurunkan hasrat seksual.

2. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup sehari-hari yang tidak sehat, seperti sering merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan obat-obat terlarang dapat menurunkan gairah wanita. Selain itu, kebiasaan sering begadang atau kurang tidur dan berat badan berlebihan juga dapat mengurangi libido wanita.

3. Masalah dengan pasangan

Memiliki masalah dengan pasangan tidak boleh dianggap enteng, sebab hal ini bisa memengaruhi gairah seksual. Contoh masalah tersebut antara lain:

  • Tidak merasa bahagia dengan pasangan
  • Aktivitas seksual yang dianggap pasangan sebagai rutinitas belaka
  • Kurangnya komunikasi mengenai kebutuhan seksual dengan pasangan
  • Adanya konflik atau masalah yang belum terselesaikan, misalnya perselingkuhan yang dilakukan pasangan

4. Efek samping obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang dapat mengganggu gairah wanita, misalnya antidepresan, antikejang, obat penenang, dan obat kemoterapi.

Tidak hanya itu, pil KB juga bisa menurunkan libido wanita karena efeknya bisa mengurangi jumlah hormon androgen yang bertugas mengatur gairah seksual. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang menyatakan bahwa pengguna pil KB cenderung lebih sulit terangsang dan kurang bergairah secara seksual.

5. Pascaoperasi

Semua operasi yang berhubungan dengan perubahan bentuk payudara atau kelamin bisa menyebabkan turunnya gairah pada wanita. Di samping itu, operasi terkadang dapat memengaruhi persepsi serta kepercayaan diri seorang wanita, sehingga gairah seksual mereka menurun.

6. Penyakit atau kondisi medis tertentu

Ketika kelelahan, wajar saja bila wanita merasa kurang bergairah untuk berhubungan seksual. Namun, berkurangnya gairah seksual yang terjadi dalam waktu lama dan disertai gejala lain bisa saja menandakan adanya penyakit tertentu.

Beberapa penyakit yang dapat menurunkan gairah wanita adalah kanker, diabetes, penyakit jantung, gangguan tiroid, anemia, PCOS, penyakit ginjal, dan gangguan saraf.

7. Keadaan psikologis

Bagi wanita, penurunan gairah seksual tidak hanya disebabkan oleh permasalahan fisik, tetapi juga keadaan psikologis. Contohnya adalah:

  • Gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan cemas
  • Kepercayaan diri yang rendah
  • Anggapan bahwa bentuk tubunya kurang menarik
  • Stres berat, misalnya karena urusan pekerjaan, keadaan finansial, atau masalah keluarga
  • Pengalaman seksual yang tidak menyenangkan, misalnya pernah menjadi korban pelecehan seksual.

Saat-saat Gairah Wanita Sedang Meningkat

Tidak hanya menurun, gairah seksual wanita juga bisa meningkat pada saat-saat tertentu. Berikut adalah beberapa hal yang dapat membuat libido wanita meningkat:

  • Masa subur atau ovulasi, yakni sekitar 2 minggu sebelum menstruasi
  • Stres
  • Hubungan seks yang memuaskan
  • Sering berolahraga
  • Kehamilan, terkadang wanita hamil bisa mengalami peningkatan libido karena perubahan hormon
  • Perubahan mood, misalnya karena gangguan bipolar

Setiap orang memiliki hasrat seksual yang berbeda-beda. Jadi, Anda tidak perlu membandingkan standar gairah seksual Anda dengan orang lain, asalkan selama hal tersebut tidak memengaruhi kepuasan Anda dan pasangan.

Namun, bila perubahan gairah seksual sudah mengganggu aktivitas atau kualitas hidup, khususnya hubungan Anda dan pasangan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Umumnya perubahan gairah wanita bisa diatasi dengan kombinasi konseling serta pengobatan medis yang sesuai dengan penyebabnya.