Fase oral bayi merupakan perkembangan yang unik pada bayi. Sebab, pada fase ini, bayi lebih fokus melakukan aktivitas di bagian mulutnya, seperti mengisap, menggigit, atau memasukkan benda. Nah, memahami fase oral bayi bisa membantu Bunda untuk mengoptimalkannya dengan aman.
Selama fase oral bayi, yang umumnya terjadi pada usia 0 hingga 18 bulan, kebiasaan memasukkan tangan, mainan, atau benda ke dalam mulut menjadi bagian dari proses perkembangan bayi. Fase ini sangat normal terjadi, bahkan malah penting untuk perkembangan sensorik serta kemampuan motorik bayi.

Namun, sebagian orang tua bisa saja merasa khawatir karena takut kebiasaan ini dapat menimbulkan risiko, seperti infeksi atau tersedak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa yang terjadi selama fase oral bayi dan bagaimana menanganinya dengan bijak.
Manfaat dan Risiko Fase Oral Bayi
Pada fase oral bayi, banyak manfaat untuk tumbuh kembang Si Kecil. Sebab, ketika bayi memasukkan tangan, mainan, atau benda ke mulut, ia sedang belajar mengenal dunia dengan seluruh indra. Melalui aktivitas ini, bayi mengenal berbagai tekstur, rasa, dan suhu, sehingga stimulasi pancaindra terjadi secara alami setiap hari.
Tidak hanya itu, fase oral bayi juga berperan dalam membangun ikatan emosi. Ketika bayi mengisap jari, dot, atau benda favorit, ia bisa merasa lebih tenang dan nyaman. Cara ini biasanya menjadi metode alami bagi bayi untuk menenangkan diri, terutama saat merasa lelah atau rewel.
Selain itu, fase oral juga bisa menjadi latihan bagi bayi dalam bergerak. Setiap kali bayi berhasil memegang dan membawa benda ke mulut, ia sedang melatih kemampuan motorik halus dan koordinasi antara tangan dan mulutnya. Kemampuan ini akan berguna di tahap perkembangan selanjutnya.
Namun, perlu diingat fase oral bayi juga memiliki risiko, Bunda. Jika kebersihan benda di sekitar bayi tidak terjaga, risiko infeksi, diare, atau tersedak bisa meningkat. Selain itu, jika kebiasaan ini berlangsung terlalu lama tanpa diarahkan, bisa muncul masalah seperti kecenderungan menggigit berlebihan, sulit berhenti mengisap jari, atau hambatan dalam perkembangan bicara.
Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk selalu mengawasi dan mendampingi Si Kecil selama melalui fase ini.
Tips Mengoptimalkan Fase Oral Bayi dengan Aman
Berikut ini beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan agar Si Kecil tetap aman selama fase oral bayi:
- Jaga kebersihan mainan dan benda yang sering disentuh atau dimasukkan ke mulut bayi.
- Berikan mainan gigit (teether) berbahan aman dan mudah dicuci agar fase oral bayi terpenuhi tanpa risiko bahaya.
- Pastikan tidak ada benda kecil, tajam, atau mudah rusak di sekitar bayi.
- Jangan menyapih bayi terlalu cepat atau terlalu lama.
- Amati tanda-tanda bayi menginginkan sesuatu pada masa oral, misalnya mengisap jempol, karena lapar dan butuh menyusu.
- Jadwalkan secara teratur pemberian makan atau camilan kepada bayi, agar ia tidak kelaparan.
- Selalu bersihkan tangan bayi serta memotong kuku jarinya.
- Alihkan perhatian bayi jika ia mulai memasukkan benda ke dalam mulutnya, misalnya dengan mengajaknya bermain atau bercanda.
Mendampingi Si Kecil di fase oral memang memerlukan perhatian ekstra. Namun, dengan pengawasan yang tepat, fase ini memberi manfaat besar untuk tumbuh kembangnya. Berikan stimulasi sesuai usia dan ciptakan lingkungan bermain yang aman agar fase oral bayi bisa dilalui dengan nyaman.
Apabila Bunda khawatir fase oral bayi berlangsung terlalu lama, atau bayi mengalami gejala yang mencurigakan selama fase ini, seperti demam, muntah, atau diare, segera konsultasikan ke dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di Alodokter. Konsultasi online cepat dan mudah, sehingga Bunda bisa mengetahui langkah yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil selama fase oral.