Febucid adalah obat untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. Perlu diketahui, obat ini umumnya diberikan kepada penderita asam urat yang tidak cocok menggunakan allopurinol atau kadar asam uratnya tidak terkontrol dengan allopurinol.
Febucid mengandung febuxostat yang bekerja dengan cara memblokir kerja enzim xanthine-oxidase, yaitu enzim yang berperan penting dalam pembentukan asam urat di dalam tubuh. Berkat cara kerja tersebut, produksi asam urat dapat menurun, sehingga risiko terjadinya serangan gout dan komplikasi akibat kristal asam urat di sendi atau organ lain pun dapat berkurang.
Pada awal pengobatan, penggunaan Febucid sering dikombinasikan dengan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau colchicine. Hal ini bertujuan untuk membantu mencegah atau meredakan serangan nyeri asam urat yang dapat muncul saat kadar asam urat mulai menurun.
Febucid tersedia dalam 2 sediaan, yaitu tablet dengan kandungan 40 mg febuxostat dan tablet yang mengandung 80 mg febuxostat.
Apa Itu Febucid
| Bahan aktif | Febuxostat |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Penghambat xanthine-oxidase |
| Manfaat | Mengobati penyakit gout akibat asam urat tinggi (hiperurisemia) |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa |
| Febucid untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Jika Anda sedang hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. | |
| Febucid untuk ibu menyusui | Diskusikan bersama dokter untuk alternatif obat asam urat lainnya yang aman digunakan selama menyusui. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Febucid
Mengingat Febucid adalah obat resep, penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsinya, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Febucid tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang memiliki alergi terhadap obat ini atau obat lain yang juga mengandung febuxostat.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami stroke, penyakit jantung, serangan jantung, penyakit ginjal, penyakit liver, atau kanker.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Beri tahu dokter jika Anda pernah menjalani operasi transplantasi organ.
- Informasikan kepada dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi Febucid jika direncanakan untuk menjalani tindakan medis tertentu, termasuk operasi gigi.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk menghindari efek interaksi obat.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Febucid.
Dosis dan Aturan Pakai Febucid
Dosis umum penggunaan Febucid untuk mengatasi hiperurisemia dan mencegah serangan asam urat, yaitu:
- Dewasa: Dosis awal 40 mg, 1 kali sehari. Jika kadar asam urat masih tinggi setelah 2 minggu pengobatan, dosis dapat dinaikkan menjadi 80 mg per hari, atau sesuai anjuran dokter.
Cara Menggunakan Febucid dengan Benar
Gunakan Febucid sesuai anjuran dokter dan aturan pakai pada kemasan. Ingat, jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Agar aman, berikut ini adalah cara mengonsumsi Febucid dengan benar:
- Febucid bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Telan tablet obat secara utuh dengan bantuan air putih tanpa membelah, mengunyah, atau menghancurkannya.
- Apabila gejala asam urat baru saja kambuh, Anda bisa minum obat pereda nyeri terlebih dahulu untuk meredakannya, lalu dilanjut dengan mengonsumsi Febucid.
- Lakukan pemeriksaan rutin sesuai jadwal yang diberikan dokter agar kadar asam urat dan respons pengobatan dapat terpantau. Anda mungkin akan diminta untuk menjalani tes darah secara berkala.
- Konsumsi Febucid perlu diimbangi pola hidup sehat, misalnya dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dan berolahraga secara rutin. Tujuannya adalah agar pengobatan berjalan lebih optimal.
- Jika lupa mengonsumsi Febucid, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah mendekati waktu minum obat berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
- Simpan Febucid di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan Febucid yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Febucid dengan Obat Lain
Kandungan febuxostat dalam Febucid dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersama obat-obatan lainnya, seperti:
- Peningkatan risiko terjadi efek samping serius jika digunakan bersama azathioprine
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping teofilin
Untuk mencegah efek interaksi yang tidak diinginkan, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Febucid bersama dengan obat lain. Anda bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran medis yang tepat tanpa perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Efek Samping dan Bahaya Febucid
Efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi Febucid, antara lain:
- Mual
- Diare
- Ruam kulit
- Nyeri sendi atau kekakuan
Periksakan diri ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau malah memburuk. Segera cari pertolongan medis jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Pusing berat seperti akan pingsan
- Gejala serangan jantung, seperti nyeri dada yang menyebar ke rahang atau bahu, jantung berdetak cepat, dan sesak napas
- Gangguan liver, yang ditandai dengan nyeri perut bagian kanan atas, lelah yang tidak biasa, urine berwarna gelap, atau penyakit kuning
- Tanda-tanda stroke, seperti kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan mengangkat kedua lengan, dan bicara cadel
