Feses berwarna hijau padahal tidak makan sayur bisa membuat siapa pun cemas dan bertanya-tanya. Ini karena warna feses sering dikaitkan dengan kesehatan, sehingga perubahan mendadak seperti ini wajar membuat khawatir. Namun, ada lho beberapa penjelasan kenapa feses tetap berwarna hijau walaupun Anda tidak konsumsi sayuran hijau.
Warna feses biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya dari makanan yang kita konsumsi. Feses berwarna hijau biasanya dikaitkan dengan konsumsi sayur atau makanan dengan pewarna hijau. Namun, tanpa konsumsi sayur pun, beberapa kondisi dan kebiasaan juga bisa membuat warna feses jadi hijau.
Feses berwarna hijau padahal tidak makan sayur bisa jadi hal normal, tetapi mungkin juga menandakan proses tertentu di saluran pencernaan. Memahami beberapa penyebab lain yang mungkin bisa membantu menentukan kapan harus memeriksakan kondisi ini.
Penyebab Feses Berwarna Hijau Padahal Tidak Makan Sayur
Feses berwarna hijau padahal tidak makan sayur sebenarnya cukup sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya, terlebih jika tidak ada gejala lain yang menyertai. Warna ini sendiri sering berasal dari proses alami di saluran cerna atau pengaruh makanan dan obat yang dikonsumsi.
Nah, berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan feses berwarna hijau meski tidak makan sayuran:
1. Gerakan usus terlalu cepat atau diare
Pada kondisi diare atau pergerakan usus yang sangat cepat, feses tidak sempat mengalami perubahan warna seperti biasanya. Zat empedu yang berwarna hijau belum terurai sepenuhnya menjadi coklat, sehingga warna hijau masih terlihat pada feses. Kondisi ini sering terjadi pada infeksi saluran cerna atau saat tubuh sedang membuang kuman secara cepat.
2. Konsumsi suplemen atau obat tertentu
Mengonsumsi suplemen zat besi, antibiotik, atau obat pencahar terkadang bisa menyebabkan perubahan warna feses menjadi hijau. Perubahan ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan selama tidak ada gejala berat, seperti demam tinggi dan mual muntah hebat.
Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan ya. Feses berwarna hijau setelah mengonsumsi suplemen atau obat biasanya hanya bersifat sementara dan akan hilang setelah penggunaannya dihentikan.
3. Konsumsi makanan berpewarna
Anda mungkin tidak menyadari telah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pewarna hijau atau biru, seperti permen, minuman ringan, atau es krim.
Makanan atau minuman yang mengandung pewarna makanan ini biasanya bisa bertahan di saluran cerna hingga keluar bersama feses. Oleh karena itu, feses berwarna hijau padahal tidak makan sayur pun terjadi. Biasanya warna akan kembali normal setelah efek pewarna makanan hilang.
4. Infeksi saluran pencernaan
Bakteri seperti Salmonella atau E. coli dapat menyebabkan diare dan membuat warna feses menjadi hijau. Hal ini karena infeksi menyebabkan usus bekerja lebih cepat dari biasanya, sehingga zat empedu belum sempat berubah warna di usus.
Selain menyebabkan feses berwarna hijau padahal tidak makan sayur, infeksi saluran pencernaan biasanya juga dapat menimbulkan munculnya gejala lain, seperti nyeri perut hebat, mual, muntah, atau demam tinggi.
5. Gangguan malabsorbsi
Gangguan malabsorbsi, seperti pada penyakit celiac atau intoleransi laktosa, membuat nutrisi dari makanan tidak terserap dengan baik dan feses lebih cepat keluar dari usus.
Akibatnya, zat empedu yang seharusnya berubah menjadi cokelat saat makanan bergerak perlahan di usus, tidak sempat mengalami proses perubahan warna itu. Itulah sebabnya, feses keluar masih berwarna hijau.
Jika masalah ini terjadi terus-menerus, biasanya juga disertai keluhan lain, seperti sakit perut, kembung, diare, atau berat badan turun tanpa sebab jelas.
Feses Berwarna Hijau Padahal Tidak Makan Sayur yang Perlu Diwaspadai
Sebagian besar kasus feses berwarna hijau tanpa gejala tambahan biasanya tidak berbahaya dan tak perlu dikhawatirkan. Namun, bila feses warna hijau disertai dengan beberapa gejala seperti berikut, sebaiknya segera periksa ke dokter ya.
Nah, gejala yang patut diwaspadai, antara lain:
- Diare yang berlangsung lebih dari 3 hari
- Demam tinggi, muntah terus-menerus, atau tubuh terasa sangat lemas
- Feses bercampur darah, lendir, atau berbau sangat menyengat
- Nyeri perut hebat, perut kembung, dan tidak bisa buang angin atau buang air besar
- Berat badan turun tanpa sebab jelas
- Sering merasa sangat lemas dan tidak nafsu makan
Apabila mengalami kondisi tersebut, sebaiknya Anda jangan sepelekan hal ini ya. Terlebih, jika Anda baru saja bepergian ke wilayah endemis infeksi saluran cerna, misalnya daerah dengan kasus diare tinggi atau pernah kontak dengan orang yang sedang sakit infeksi usus (gastroenteritis).
Feses berwarna hijau yang disertai dengan beberapa keluhan di atas mungkin saja menandakan adanya infeksi serius atau masalah pencernaan yang lebih berat. Oleh karena itu, jangan tunda untuk memeriksakan diri ya bila mengalami tanda tersebut.
Mengamati warna feses memang bisa membantu Anda lebih peka terhadap kesehatan tubuh. Namun, perubahan warna tanpa gejala tambahan umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan dan bisa diamati dulu beberapa hari.
Perhatikan jika feses berwarna hijau padahal tidak makan sayur disertai gejala yang mengganggu atau berlangsung lebih dari seminggu. Jika ragu atau muncul keluhan lain, Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter guna mendapatkan jawaban cepat dan saran yang sesuai dengan kondisi Anda.
