Semua zat yang tidak diperlukan tubuh akan dikeluarkan saat buang air kecil maupun buang air besar, dalam bentuk urine dan feses atau tinja. Melalui pengamatan terhadap feses, Anda bisa mendapat gambaran mengenai kondisi kesehatan tubuh, khususnya saluran pencernaan.

Untuk mengetahui apakah tubuh memiliki masalah, salah satu caranya adalah dengan mengecek warna dan tekstur feses. Pemeriksaan feses bisa dilakukan di rumah sakit atau laboratorium dilakukan untuk mengetahui apakah ada gangguan pada saluran pencernaan Anda.

Ingin Tahu Kondisi Kesehatan Tubuh? Coba Cek Feses Anda - Alodokter

Warna Feses Beserta Artinya

Sebelum dikeluarkan dalam bentuk feses, makanan yang Anda konsumsi akan melalui proses pencernaan terlebih dahulu. Lamanya proses ini berbeda-beda pada setiap orang, namun normalnya adalah dua hingga tiga hari. Demikian pula frekuensi pembuangan zat sisanya. Beberapa orang buang air besar sehari sekali hingga tiga kali sehari. Umumnya, feses yang sehat berwarna kecokelatan dan berbentuk seperti sosis, dengan tekstur yang lembut atau padat. Selain itu, feses juga harusnya mudah untuk dikeluarkan dan tidak begitu berair.

Apabila feses Anda memiliki warna yang berbeda, mungkin menandakan adanya gangguan pada tubuh Anda. Berikut penjelasan warna pada feses beserta artinya:

  • Warna hijau
    Feses yang berwarna hijau sebenarnya bisa dikatakan normal. Kondisi ini terjadi karena Anda terlalu banyak mengonsumsi sayuran, makanan dan minuman dengan pewarna hijau, ataupun suplemen zat besi. Selain itu, feses berwarna hijau juga bisa menjadi tanda Anda mengalami diare. Ini disebabkan oleh makanan yang terlalu cepat disalurkan ke usus besar. Sehingga, empedu tidak punya waktu untuk mencernanya dengan sempurna.
  • Warna kuning
    Selain kecokelatan, warna kuning pada feses adalah hal yang normal. Warna kecokelatan atau kuning pada feses dikatakan normal karena adanya zat bilirubin yang dihasilkan oleh hati, dan dikeluarkan melalui feses. Bakteri serta enzim pencernaan di usus juga turut berperan dalam munculnya warna kuning. Feses berwarna kuning yang terlihat berminyak dan berbau busuk bisa disebabkan karena gangguan pencernaan, seperti penyakit celiac. Kondisi ini membuat feses mengalami kelebihan lemak. Pemicunya adalah makanan yang memiliki kandungan gluten tinggi, seperti roti dan sereal.
  • Warna putih
    Apabila feses berwarna putih dan terlihat pucat seperti tanah liat, bisa jadi ini adalah tanda Anda mengalami masalah pada organ hati atau terjadi penyumbatan di saluran empedu. Selain itu, penggunaan obat diare bismuth subsalisilat dalam dosis tinggi, juga bisa membuat feses berwarna putih.
  • Warna merah terang
    Warna merah pada feses dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti perdarahan pada saluran pencernaan bagian bawah, terlalu banyak mengonsumsi buah tomat atau makanan yang mengandung warna merah, serta wasir. Kanker usus besar juga dapat menyebabkan feses berwarna merah terang atau kehitaman. Apabila warna merah pada tinja tidak kunjung hilang dalam beberapa hari, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
  • Warna hitam
    Kondisi ini disebabkan karena saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung atau kerongkongan, mengalami pendarahan. Hal lain yang bisa menyebabkan feses berwarna hitam adalah maag atau kanker. Meski begitu, feses berwarna hitam juga bisa merupakan efek samping yang umum terjadi ketika Anda mengonsumsi suplemen zat besi.

Tekstur Feses Beserta Artinya

Selain mengamati warna feses, Anda juga bisa mengetahui kondisi kesehatan tubuh dari tekstur feses. Berikut beberapa tipe tekstur feses beserta artinya:

  • Tipe 1
    Feses tipe 1 biasanya berbentuk bongkahan kecil padat dan terpisah seperti kacang. Tipe feses ini menjadi pertanda Anda sedang mengalami sembelit.
  • Tipe 2
    Bentuk feses tampak seperti sosis yang lebih panjang dan padat. Ini menandakan Anda sedang mengalami sembelit ringan.

  • Tipe 3
    Bentuk feses tampak seperti sosis dan terdapat retakan di permukaan. Bentuk feses seperti inilah yang dianggap normal dan menunjukkan kondisi tubuh sedang sehat.
  • Tipe 4
    Tampilan feses seperti sosis tetapi lebih lembut dan mengular. Tipe feses ini juga menandakan tubuh sedang dalam keadaan sehat.
  • Tipe 5
    Bentuk feses seperti gumpalan lunak dengan tepi jernih. Ini menandakan bahwa tubuh Anda kekurangan asupan serat.
  • Tipe 6
    Tipe feses ini memiliki bentuk yang lembek dan tidak beraturan. Ini menunjukkan bahwa Anda terkena diare ringan.
  • Tipe 7
    Tampilan feses cenderung cair tanpa potongan padat. Ini berarti Anda terkena diare berat.

Perubahan tekstur feses dari yang awalnya normal menjadi cair atau terlalu keras dan tidak membaik setelah beberapa hari adalah kondisi yang perlu diwaspadai. Begitu juga dengan perubahan warna feses dari yang semulanya coklat atau kuning menjadi putih, kehitaman, atau merah segar (BAB berdarah) adalah kondisi medis yang perlu segera mendapat pemeriksaan dan penanganan medis oleh dokter.

Selain mengamati warna dan tekstur feses, Anda juga bisa mengetahui kondisi kesehatan tubuh melalui analisis feses di laboratorium jika direkomendasikan dokter. Tes ini bisa mengindentifikasi apakah Anda memiliki penyakit pada saluran pencernaan dan melihat adakah parasit, bakteri, atau jamur di dalam saluran cerna.

Untuk menjaga agar feses Anda keluar dengan kondisi normal, perbanyak konsumsi makanan berserat dan cairan. Selain itu, rutin melakukan olahraga dapat meningkatkan pergerakan saluran pencernaan, sehingga Anda terhindar dari konstipasi.