Fungizole krim adalah obat antijamur yang digunakan dalam pengobatan panu, kutu air, kandidiasis kulit, atau kurap, termasuk kurap selangkangan. Fungizole krim mengandung bahan aktif miconazole yang mampu membasmi jamur penyebab infeksi pada kulit.
Miconazole dalam Fungizole krim merupakan senyawa antijamur yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan ergosterol, yaitu komponen penting penyusun dinding sel jamur. Tanpa ergosterol, struktur sel jamur akan rusak sehingga jamur tidak dapat bertahan hidup.
Fungizole krim tersedia dalam kemasan tube 10 gram. Obat jamur ini dapat diperoleh di toko obat atau apotek tanpa resep dokter.
Apa Itu Fungizole Krim
| Bahan aktif | Miconazole |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Antijamur topikal |
| Manfaat |
Mengobati infeksi jamur kulit, seperti:
|
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥2 tahun |
| Fungizole untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping miconazole topikal terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Fungizole untuk ibu menyusui | Produk miconazole topikal, seperti Fungizole, aman untuk ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai atau anjuran dokter. |
| Jika digunakan pada payudara, oleskan obat ini setelah menyusui dan pastikan area payudara sudah dibersihkan sebelum waktu menyusui berikutnya. | |
| Bentuk obat | Krim |
Peringatan sebelum Menggunakan Fungizole Krim
Pemakaian Fungizole krim harus mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dari dokter. Sebelum mulai menggunakannya, perhatikan hal-hal berikut:
- Hindari pemakaian Fungizole krim jika Anda alergi terhadap miconazole. Bila ragu, beri tahu dokter mengenai riwayat alergi Anda sebelum memakai obat ini.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Fungizole krim jika Anda memiliki HIV-AIDS, penyakit ginjal, penyakit kulit kronis, diabetes, atau penyakit liver.
- Mintalah saran dokter sebelum menggunakan Fungizole krim jika area yang perlu diobati tergolong luas, sulit sembuh, atau disertai keluhan berat, seperti luka terbuka, luka bernanah, demam, atau nyeri hebat.
- Konsultasikan dengan dokter mengenai pemakaian Fungizole krim jika Anda sedang hamil atau sedang dalam masa menyusui.
- Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Fungizole krim jika Anda sedang menjalani terapi dengan obat tertentu, termasuk obat oles lain. Tujuannya adalah untuk mencegah interaksi antarobat.
- Jangan menggunakan Fungizole krim pada kuku atau kulit kepala tanpa anjuran dokter.
- Hindari pemakaian obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Fungizole krim, kecuali dokter menyarankannya.
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping yang mengganggu setelah menggunakan Fungizole krim.
Dosis dan Aturan Pakai Fungizole Krim
Oleskan Fungizole krim di area kulit yang perlu diobati, 1–2 kali sehari sesuai aturan pakai pada kemasan atau petunjuk dokter. Lanjutkan penggunaan obat sampai 1 minggu setelah keluhan hilang.
Jika ragu atau kondisi tidak kunjung membaik setelah 2–4 minggu pemakaian, konsultasikan dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran lebih lanjut yang tepat sesuai kondisi Anda.
Cara Menggunakan Fungizole Krim dengan Benar
Gunakan Fungizole krim sesuai dengan petunjuk pada kemasannya atau ikuti anjuran dokter. Jangan menggunakan obat ini lebih banyak atau lebih sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai.
Perhatikan cara pakai Fungizole krim berikut agar manfaat obat bisa maksimal:
- Cuci tangan sebelum menggunakan Fungizole krim. Bersihkan juga area kulit yang ingin diobati, kemudian keringkan dengan handuk.
- Oleskan Fungizole krim secara merata pada area kulit yang perlu diobati. Untuk mengobati kutu air di kaki, oleskan obat ini secara merata hingga ke sela-sela jari kaki.
- Jangan menutup atau membalut area yang diolesi Fungizole krim dengan perban, kecuali atas saran dokter.
- Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Fungizole krim, kecuali yang diobati area tangan.
- Hati-hati saat mengoleskan Fungizole krim pada kulit. Jangan sampai obat ini mengenai mata, bagian dalam mulut, hidung, maupun vagina. Apabila area tersebut terkena obat, segera bilas dengan air sampai bersih.
- Gunakan Fungizole krim secara rutin sesuai aturan pakai agar infeksi jamur sembuh sepenuhnya. Jika lupa menggunakan obat ini, tidak perlu mengoleskan lebih banyak krim pada waktu pemakaian berikutnya.
- Gunakan Fungizole krim hingga 7 hari setelah gejala infeksi jamur menghilang. Hal ini untuk memastikan infeksi jamur sudah benar-benar sembuh dan tidak kambuh.
- Mandilah 2 kali sehari agar infeksi jamur lebih cepat teratasi. Pastikan tubuh dan lipatan kulit sudah benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian.
- Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan katun guna mencegah area yang terinfeksi menjadi makin lembap.
- Jangan mengenakan celana atau pakaian dalam yang ketat selama memakai Fungizole krim untuk mengobati infeksi jamur di selangkangan.
- Apabila yang diobati area kaki, usahakan kuku kaki dalam keadaan pendek. Gunakan kaus kaki bersih berbahan katun atau pakailah sandal maupun sepatu yang terbuka untuk beraktivitas jika memungkinkan.
- Berkonsultasilah ke dokter jika gejala panu, kurap, atau kutu air belum membaik setelah 2 atau 4 minggu pengobatan. Namun, bila keluhan tersebut memburuk atau sangat mengganggu, periksakan ke dokter meski belum 4 minggu.
- Simpan Fungizole krim di tempat yang sejuk dan terhindar dari suhu panas dan lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Fungizole krim yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat ini tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.
Interaksi Fungizole Krim dengan Obat Lain
Penggunaan warfarin bersama miconazole topikal, seperti Fungizole krim, dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan atau memar. Meski jarang terjadi, risiko ini dapat meningkat bila miconazole digunakan dalam jumlah yang banyak, pada area kulit yang luas, atau dalam jangka panjang.
Supaya aman dari efek interaksi obat, hindari pemakaian Fungizole krim dengan produk perawatan kulit atau obat oles lain pada area kulit yang sama tanpa arahan dokter.
Efek Samping dan Bahaya Fungizole Krim
Pemakaian miconazole topikal, termasuk Harconazole, terkadang menimbulkan iritasi ringan, seperti kemerahan, gatal, perih, atau sensasi panas sementara. Lakukan konsultasi lewat Chat Bersama Dokter bila iritasi tidak membaik setelah obat dihentikan.
Jangan tunda ke dokter jika setelah menggunakan Fungizole krim muncul reaksi alergi obat atau keluhan yang mengganggu, termasuk rasa terbakar yang parah serta kulit yang diobati tampak melepuh dan mengelupas.
Mencari dokter yang sesuai kini lebih mudah lewat fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER. Anda bisa melihat ulasan pasien lain, cek jadwal praktik terbaru, dan atur janji dalam waktu singkat.