Tinea corporis atau kurap tubuh adalah infeksi jamur yang bisa menimbulkan ruam melingkar kemerahan atau keperakan pada kulit. Penyakit kulit ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh, namun biasanya muncul pada lengan dan tungkai. Umumnya, tinea corporis lebih mudah menyebar di daerah beriklim hangat dan lembap.

Tinea corporis memang bukan penyakit kulit serius dan mudah diobati, namun mudah sekali menyebar dan menular. Beberapa binatang, seperti anjing dan kucing, bisa menyebarkan jamur tinea corporis pada manusia jika terjadi kontak fisik.

Tinea corporis - alodokter

Gejala Tinea Corporis

Gejala tinea corporis biasanya mulai muncul 4-10 hari setelah tubuh terpapar jamur. Beberapa tanda dan gejala umum tinea corporis adalah:

  • Munculnya ruam melingkar kemerahan atau keperakan pada kulit dengan tepi yang sedikit menimbul dibanding daerah sekitarnya.
  • Bagian tengah dari cincin bisa tampak seperti kulit sehat, namun bisa juga timbul luka berisi cairan (blister) atau nanah di sekitar ruam melingkar tersebut.
  • Kulit terasa gatal, bersisik, atau meradang.

Penyebab Tinea Corporis

Jamur dermatophytes menjadi penyebab utama munculnya tinea corporis. Jamur ini dapat berkembang biak pada jaringan keratin, merupakan jaringan yang keras dan anti air pada kulit, rambut, atau kuku.

Ada beberapa cara penularan dan penyebaran jamur dermatophytes, yaitu:

  • Kontak fisik antar manusia. Seringkali tinea corporis menyebar melalui kontak antar kulit dengan penderita.
  • Kontak fisik manusia dengan hewan yang terinfeksi. Tinea corporis dapat menyebar ketika manusa melakukan kontak fisik dengan hewan, seperti anjing, kucing, atau sapi.
  • Kontak fisik manusia dengan benda-benda yang terkontaminasi. Spora jamur dapat menempel pada benda seperti pakaian, seprai dan handuk, dari orang yang terinfeksi. Spora pada benda-benda tersebut dapat menempel pada kulit orang lain dan menyebabkan infeksi.
  • Kontak fisik manusia dengan tanah. Walaupun jarang, manusia juga berisiko terinfeksi tinea corporis dari tanah yang mengandung spora jamur.

Faktor Risiko Tinea Corporis

Beberapa faktor di bawah ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena tinea corporis, di antaranya adalah:

  • Sirkulasi darah tidak normal.
  • Usia masih sangat muda atau sudah sangat
  • Kondisi tempat tinggal yang lembap dan
  • Obesitas.
  • Melakukan kontak fisik dengan orang atau hewan yang menderita tinea corporis.
  • Sistem imunitas tubuh yang lemah, seperti pasien yang mendapat kortikosteroid dan kemoterapi.
  • Mengenakan pakaian yang terlalu sempit atau ketat.
  • Menderita diabetes tipe 1.
  • Mengikuti olahraga dengan frekuensi kontak antar kulit cukup tinggi seperti gulat.
  • Pernah terinfeksi jamur sebelumnya.
  • Berbagi pakaian, seprai, atau handuk dengan penderita tinea corporis.
  • Mengalami aterosklerosis.

Diagnosis Tinea Corporis

Ada dua cara yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis tinea corporis pada pasien, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa kulit yang terinfeksi, serta menanyakan gejala-gelaja yang dirasakan pasien.
  • Pengambilan dan pemeriksaan sampel jaringan kulit. Dokter akan mengambil sampel hasil kerokan kulit yang terinfeksi untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan Tinea Corporis

Untuk mengobati tinea corporis, biasanya penderita disarankan menggunakan krim atau salep antijamur yang dijual bebas. Krim atau salep antijamur dioleskan ke kulit yang terinfeksi sampai melewati bagian yang melingkar tersebut (sekitar 2 cm). Jika diperlukan, berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan dosis dan cara pemakaian.

Gunakanlah krim atau salep antijamur pada bagian kulit yang terinfeksi tinea corporis selama dua hingga empat minggu agar infeksi jamur tidak muncul kembali. Jika setelah dua minggu gejala belum membaik, segera temui dokter. Dokter akan meminta penderita untuk mengonsumsi tablet antijamur.

Pencegahan Tinea Corporis

Ada beberapa cara untuk membasmi serta menghentikan penyebaran infeksi jamur, yaitu:

  • Cucilah pakaian, handuk, serta seprai secara rutin.
  • Kenakan pakaian berukuran longgar.
  • Hindari menggaruk bagian kulit yang terinfeksi jamur.
  • Bersihkan bagian kulit yang terinfeksi setiap hari dan keringkan seluruhnya.
  • Ganti pakaian dalam dan kaus kaki setiap hari.
  • Pastikan hewan peliharaan Anda diperiksa secara rutin ke dokter hewan, terutama jika diduga terinfeksi jamur.
  • Tidak berbagi pakaian atau handuk dengan orang lain.
  • Cucilah tangan setelah terjadi kontak fisik dengan binatang.