Makan makanan pedas, olahraga, atau berjemur di bawah sinar matahari memang bisa membuat keringat bercucuran dengan deras. Namun keringat berlebihan atau disebut juga hiperhidrosis, dapat menjadi gejala dari kelebihan berat badan, diabetes, gangguan tiroid, ataupun infeksi.

Pada umumnya, berkeringat adalah hal yang normal dan sehat. Ini adalah tanda bahwa tubuh Anda perlu didinginkan ketika bekerja lebih keras. Kelenjar keringat pada kulit mengeluarkan keringat saat suhu tubuh naik. Ini terjadi saat Anda berolahraga, demam, merasa cemas, atau stres. Konsumsi makanan pedas, minuman soda, kafein, dan minuman beralkohol juga dapat merangsang keringat berlebih.

Penyakit Serius Ternyata  Bisa Jadi Penyebab Keringat Berlebih - Alodokter

Namun jika Anda berkeringat lebih banyak dan lebih sering tanpa sebab, termasuk telapak tangan sering basah, maka Anda perlu waspada. Bisa jadi ada masalah medis serius yang mendasari. Keringat berlebih atau hiperhidrosis dapat menyebabkan stres, rasa malu, khawatir, dan merasa tidak percaya diri di tengah pergaulan. Banyak orang yang belum menyadari bahwa keringat berlebih ini mungkin butuh penanganan dan dapat berakibat serius.

Penyakit yang Menyebabkan Keringat Berlebih

Penyebab keringat berlebih ini dapat dikenali dari jenisnya, antara lain:

  • Hiperhidrosis lokal/primer

Biasanya dialami hanya pada suatu area tubuh, seperti telapak tangan, kaki, ketiak, kepala, atau wajah. Hiperhidrosis lokal bukan merupakan gejala penyakit tertentu. Diperkirakan, kondisi ini diakibatkan oleh kelainan minor pada sistem saraf, dan merupakan penyakit turunan atau genetik.

  • Hiperhidrosis umum/sekunder

Keringat keluar di seluruh tubuh, dan umumnya penderita kondisi ini berkeringat secara berlebihan pada malam hari. Salah satu yang melatarbelakanginya adalah gangguan kesehatan. Berikut beberapa penyakit dan kondisi yang dapat memicu hiperhidrosis umum:

  • Penyakit jantung
  • Gangguan tiroid
  • Diabetes
  • Penyakit infeksi, seperti TB atau tuberkulosis, malaria, dan HIV/AIDS
  • Apnea tidur
  • Kehamilan
  • Menopause
  • Stroke
  • Rheumatoid arthritis
  • Penyakit Parkinson
  • Kanker, seperti limfoma dan leukemia
  • Endokarditis, yaitu infeksi dinding lapisan dalam jantung
  • Gangguan kecemasan

Selain itu, penggunaan obat juga bisa menjadi penyebab keringat berlebih. Misalnya beberapa jenis suplemen, obat antidepresan, obat pereda demam, atau obat antinyeri golongan opioid seperti morfin.

Penanganan Keringat Berlebih

Penanganan keringat berlebih umumnya dilakukan sesuai penyebab yang melatarbelakanginya. Hal ini antara lain dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

  • Antiprespiran untuk mengontrol keringat. Gunakan antiperspiran yang mengandung 10-20 persen heksahidrat aluminium klorida. Antiprespiran ini juga dapat digunakan di kaki.
  • Jika memungkinkan, kenakan alas kaki terbuka sesering mungkin. Saat mengenakan sepatu, pilih sepatu yang berbahan kulit atau bahan alami yang memungkinkan kelancaran sirkulasi udara. Jemur sepatu setelah dikenakan.
  • Pemberian obat-obatan untuk menghentikan kerja kelenjar keringat.
  • Menyuntikkan botox untuk menghambat saraf pemicu keringat untuk sementara.
  • Operasi untuk mematikan saraf yang menyebabkan keringat berlebih. Operasi ini mungkin diterapkan pada pengidap hipertiroidisme yang mengalami hiperhidrosis. Atau jika metode pengobatan lain tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
  • Prosedur iontophoresis, yaitu perawatan dengan listrik berintensitas rendah.

Karena keringat berlebih dapat menjadi gejala penyakit serius, maka segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami keringat berlebih yang diiringi nyeri dada, berat badan berkurang tanpa sebab, berkeringat saat tidur, demam, sesak napas, atau jantung berdebar-debar.