Gairah seksual pria disebut-sebut sangat mudah dipicu dibanding wanita. Sebenarnya hal itu tidak sepenuhnya tepat. Pria dan wanita merasakan gairah seksual secara berbeda. Perbedaan itu ada pada cara kerja otak dan organ tubuh pria dan wanita terhadap rangsangan seksual.

Menurut penelitian, mayoritas pria dewasa memikirkan seks setidaknya sekali dalam sehari. Jika dibandingkan dengan wanita, gairah seksual pria umumnya bisa muncul secara spontan, lebih sering dan fantasinya lebih variatif. Wanita pun sebetulnya memiliki fantasi seksual, meski intensitasnya tidak sesering pria.

Gairah Seksual Pria Ditentukan 3 Hal ini - Alodokter

Penentu Gairah Seksual Pria

Terdapat tiga hal yang menentukan gairah seksual pria, yaitu:

  • Sistem otak

Gairah seksual pria terutama ada pada otak, termasuk kemampuan seksualnya. Itu sebabnya pria dapat mengalami orgasme hanya dengan berpikir atau bermimpi tentang aktivitas seksual. Bahkan, gambar yang bisa merangsang secara seksual dapat menyebabkan pria mengalami orgasme.

Pada saat seorang pria merasa bergairah, maka sinyal pada otak akan menstimulasi detak jantung serta aliran darah ke alat kelamin, sehingga menyebabkan ereksi yang dapat diakhiri dengan orgasme.

  • Hormon testosteron

Hormon testosteron memiliki peran penting untuk gairah seksual pria. Hormon ini memiliki fungsi pembentukan organ seks pria, pertumbuhan rambut dan otot, produksi sperma dan sel darah merah. Perubahan suara remaja laki-laki ketika beranjak dewasa juga dipengaruhi hormon ini.

Tingkat hormon testosteron tertinggi dialami pria pada akhir masa remaja, kemudian akan semakin menurun. Menginjak usia 30 tahun, hormon testosteron akan menurun sedikit demi sedikit. Hal ini akan membuat reaksi ereksi akan lebih lambat dan sulit ereksi kembali setelah ejakulasi.

  • Stimulasi langsung dan visual

Jika wanita dapat terangsang oleh cerita atau fantasi seksual, pria membutuhkan stimulasi langsung dan visual. Itu sebabnya film porno atau seks oral dari pasangan dapat memicu stimulasi gairah seksual pria. Berbeda dengan pria, wanita memerlukan lebih banyak foreplay atau romatisme untuk meningkatkan gairahnya sebelum melakukan hubungan seksual.

Pria dapat merasakan gairah seksual hanya dengan duduk sendirian lalu memandang gambar atau video erotis. Sedangkan, kebanyakan wanita perlu melibatkan kasih sayang atau romantisme dengan pasangan untuk memicu gairahnya. Gairah seksual wanita lebih mudah meningkat ketika mereka membaca novel drama yang romantis dan penuh fantasi ketimbang melihat gambar erotis.

Perubahan Gairah Seksual Pria Sejalan Usia

Perubahan gairah seksual wanita dapat dipengaruhi oleh masa menopause. Berbeda dengan wanita, gairah seksual pria akan berlangsung seumur hidup. Meski demikian, aktivitas seksual itu mengalami perubahan dalam hal cara menikmati dan frekuensinya.

Pria akan mulai mengalami berbagai perubahan saat memasuki usia 40 tahun, termasuk penurunan gairah seksual dibanding beberapa tahun sebelumnya. Selain itu, pria juga membutuhkan waktu lebih lama untuk ereksi, mengalami ereksi yang tidak maksimal atau penurunan ukuran penis.

Ketika usia semakin bertambah, pria berisiko lebih tinggi mengalami gangguan seperti ejakulasi dini. Kondisi kesehatan tertentu, mengalami depresi, dan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya ejakulasi dini.

Maka untuk menjaga gairah seksual pria tetap prima, jalanilah hidup dengan pola hidup yang sehat. Mulai dari menjaga pola makan bergizi seimbang, olahraga secara rutin dan teratur, hindari merokok dan minuman beralkohol, hingga mengelola stres dengan baik.

Jangan biarkan gangguan gairah seksual pria yang Anda atau pasangan alami berlarut-larut. Jika merasakan adanya gangguan dalam kehidupan seksual Anda, segera konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik. Sehingga kehidupan rumah tangga Anda tetap semakin harmonis.