Ketahui Informasi Tentang Ereksi Normal di Sini

Ereksi adalah keadaan di mana penis mengeras akibat adanya rangsangan. Kesehatan seksual pria salah satunya ditandai dengan kemampuan untuk ereksi normal, proses ini diperlukan untuk memandu ejakulasi atau proses keluarnya sperma dari tubuh pria.

Pria yang telah mengalami pubertas, kerap mengalami ereksi. Ereksi ini adalah fungsi normal yang terjadi pada tubuh pria. Akan tetapi, tidak semua pria mengalami ereksi secara normal, lho. Lalu, seperti apa ereksi normal pada pria yang sehat? Berikut penjelasannya.

normal erection

Fakta Tentang Ereksi Normal

Segala sesuatu yang Anda lihat, rasakan, cium, dengar, atau pikirkan, dapat membuat saraf Anda mengirim pesan ke pembuluh darah di bagian penis. Dan hal itu bisa menyebabkan Anda mengalami ereksi.

Terkadang, ereksi bisa terjadi secara otomatis, meskipun Anda sedang tidak memikirkan hal-hal yang dapat merangsang secara seksual. Hal ini terjadi karena ereksi juga dipengaruhi oleh sistem saraf otonom, yaitu sistem saraf yang mengatur detak jantung dan tekanan darah secara otomatis.

Beberapa fakta tentang ereksi, di antaranya:

  • Ereksi karena rangsang seksual.
    Ereksi normal bisa disebabkan oleh gairah seksual, seperti saat menonton film erotis atau porno dan ketika Anda berimajinasi atau berkhayal.
  • Ereksi normal pada pagi hari.
    Ereksi yang terjadi di pagi hari, juga termasuk ereksi yang normal pada pria, berapapun usia pria tersebut. Jika Anda terbangun di pagi hari dengan keadaan penis sedang ereksi, jangan panik karena ini merupakan hal yang normal.
  • Ereksi normal saat tertidur.
    Saat tidur, Anda juga bisa mengalami ereksi hingga terjadi ejakulasi. Hal ini kerap disebut dengan mimpi basah. Penyebab ereksi saat tidur, tidak sepenuhnya diketahui. Namun, penelitian menunjukkan, ereksi ketika tidur erat kaitannya dengan fase tidur yang dikenal dengan fase REM (Rapid Eye Movement). Fase REM adalah keadaan saat tidur ketika Anda bermimpi, di mana bola mata bergerak sangat cepat ke segala arah. Terjadinya ereksi pada fase REM tidur merupakan bentuk ereksi yang normal.
  • Jumlah ereksi.
    Rata-rata, pria yang sehat mengalami 3-5 kali ereksi ketika tidur nyenyak. Dengan setiap ereksi berlangsung sekitar 25-35 menit lamanya.
  • Ukuran penis dan ereksi.
    Penelitian menunjukkan, penis pria yang berukuran agak pendek dapat membesar hingga 86% dari ukuran semula ketika mengalami ereksi.

Tips Agar Tidak Terjadi Gangguan Ereksi

Tidak sedikit pria di dunia ini yang mengalami masalah ereksi. Karena itu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar Anda tidak mengalami gangguan terhadap ereksi atau disfungsi ereksi. Di antaranya:

  • Pertahankan berat badan yang sehat.
    Kelebihan berat badan bisa membawa banyak masalah, termasuk penyakit diabetes tipe 2, yang bisa menyebabkan kerusakan saraf di seluruh tubuh, tak terkecuali saraf di area penis yang berperan penting dalam ereksi.
  • Mengonsumsi makanan sehat.
    Menjalani pola makan sehat yang tinggi serat, kaya sayur dan buah, biji-bijian, ikan, serta minyak sehat seperti minyak zaitun, selain baik untuk kesehatan tubuh secara umum juga baik untuk kesehatan seksual.
  • Jaga tekanan darah dan kadar kolesterol.
    Tekanan darah dan kolesterol yang tinggi bisa merusak pembuluh darah yang membawa darah ke penis. Sehingga, Anda bisa saja mengalami disfungsi ereksi.
  • Pentingnya olahraga secara teratur.
    Rutin olahraga akan membantu Anda mencegah terjadinya gangguan terhadap ereksi. Anda bisa memilih berbagai pilihan olahraga, namun hati-hati pada olahraga bersepeda yang terlalu intens karena dapat berpengaruh terhadap ereksi. Bersepeda terlalu lama atau terlalu sering berisiko membuat tekanan berlebihan pada saraf dan pembuluh darah yang mensuplai penis, hal ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi.
  • Berhenti merokok.
    Merokok bisa menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke penis, hingga akhirnya memengaruhi ereksi.
  • Kendalikan stres.
    Masalah psikologis seperti stres dan depresi dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Hal ini karena stres dapat mengganggu aliran darah pada penis, juga menyebabkan seseorang untuk sulit terangsang secara seksual.

Jagalah selalu kesehatan organ seksual Anda. Segera hubungi dokter  jika terjadi perubahan frekuensi ereksi yang mendadak; mengalami rasa sakit sebelum, selama, atau setelah ereksi; atau apabila ereksi bertahan lebih dari 4 jam.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi