Gaya belajar kinestetik adalah cara belajar dengan melibatkan gerakan tubuh dan aktivitas fisik secara langsung. Anak maupun orang dewasa dengan gaya belajar kinestetik biasanya lebih mudah memahami pelajaran ketika bisa bergerak, memegang benda, atau mencoba sendiri apa yang sedang dipelajari.
Dalam dunia pendidikan, gaya belajar kinestetik dikenal sebagai salah satu tipe belajar yang cukup sering dijumpai, selain gaya belajar visual dan auditori. Untuk itu, memahami kecenderungan gaya belajar ini penting agar metode belajar yang digunakan tidak terasa membosankan dan hasilnya lebih optimal.

Pada gaya belajar kinestetik, proses memahami informasi terjadi lewat pengalaman langsung. Orang dengan gaya belajar ini sering kali sulit berkonsentrasi jika harus duduk diam terlalu lama. Namun, mereka justru tampak lebih fokus dan antusias saat belajar sambil bergerak, melakukan praktik, atau terlibat langsung dalam suatu aktivitas.
Gaya Belajar Kinestetik dan Ciri-Cirinya
Agar bisa tepat guna, penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri orang dengan kecenderungan gaya belajar kinestetik. Berikut ini adalah beberapa ciri-cirinya yang umum dijumpai:
- Lebih mudah memahami pelajaran saat bisa langsung mencoba, seperti praktik, eksperimen, atau simulasi sederhana.
- Cenderung aktif dan kurang nyaman duduk diam dalam waktu lama. Anak dengan gaya belajar kinestetik sering terlihat ingin bergerak atau menggunakan tangannya saat belajar.
- Lebih terbantu dengan alat peraga atau benda nyata, seperti merakit, membongkar, atau memegang langsung objek belajar agar konsep terasa lebih jelas.
- Sering menggunakan gerakan tubuh atau isyarat tangan saat berbicara.
- Lebih bersemangat saat belajar sambil bermain peran, menari, atau melakukan aktivitas fisik ringan.
- Mudah bosan jika pembelajaran hanya berupa teori tanpa disertai aktivitas.
Perlu diingat, tidak semua ciri tersebut harus muncul bersamaan. Namun, bila sebagian besar tanda terlihat, kemungkinan gaya belajar kinestetik cukup dominan.
Gaya Belajar Kinestetik dan Cara Mengoptimalkannya
Supaya gaya belajar kinestetik bisa berjalan secara optimal, ada beberapa pendekatan yang boleh dicoba:
1. Libatkan gerakan tubuh saat belajar
Orang dengan gaya belajar kinestetik akan lebih mudah fokus jika tidak harus duduk diam terlalu lama. Belajar sambil berdiri, berjalan pelan, atau menulis di papan bisa membantu mereka menyerap informasi dengan lebih baik.
Gerakan sederhana ini membuat tubuh tetap aktif tanpa mengganggu proses belajar. Selain itu, belajar terasa lebih hidup dan tidak cepat membosankan.
2. Gunakan alat peraga atau benda nyata
Pada gaya belajar kinestetik, memegang dan mencoba langsung sering kali lebih efektif dibanding hanya membaca atau mendengar penjelasan. Alat peraga membantu materi terasa lebih konkret dan mudah dipahami.
Benda sederhana di sekitar rumah pun bisa dimanfaatkan. Yang penting, pembelajar dapat terlibat langsung dan menggunakan tangannya saat belajar.
3. Terapkan simulasi atau bermain peran
Belajar melalui simulasi atau roleplay sangat cocok untuk gaya belajar kinestetik. Pemilik gaya belajar ini bisa memahami konsep dengan cara memerankan atau menirukan situasi tertentu. Cara ini membantu untuk mengingat pelajaran lebih lama karena mereka mengalaminya sendiri. Belajar pun terasa seperti bermain, bukan beban.
4. Sisipkan waktu istirahat singkat
Orang dengan gaya belajar kinestetik biasanya sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Memberi jeda untuk berdiri, meregangkan tubuh, atau berjalan sebentar bisa sangat membantu.
Istirahat singkat ini membuat tubuh kembali segar, sehingga setelahnya bisa lebih siap untuk melanjutkan belajar.
5. Buat catatan dengan gambar dan warna
Mencatat sambil menggambar atau memberi warna mendukung gaya belajar kinestetik karena melibatkan gerakan tangan. Cara ini dapat membantu memahami hubungan antar materi.
Catatan tidak harus rapi atau sempurna. Yang penting, proses belajar terasa nyaman dan lebih mudah diingat.
6. Ajak belajar di luar ruangan
Lingkungan terbuka memberi ruang gerak yang lebih luas bagi orang dengan gaya belajar kinestetik. Belajar di luar rumah bisa membuat suasana lebih segar dan menyenangkan.
Selain itu, pemilik gaya belajar ini bisa sekaligus mengeksplorasi lingkungan sekitar. Hal ini membantu proses belajar terasa lebih alami.
7. Padukan belajar dengan musik atau ritme
Musik ringan, tepuk tangan, atau gerakan berirama dapat membantu meningkatkan konsentrasi pada gaya belajar kinestetik. Ritme membantu otak lebih mudah menangkap informasi. Selama tidak mengganggu fokus, cara ini bisa menjadi variasi belajar yang menyenangkan.
Itulah beberapa cara mengoptimalkan gaya belajar kinestetik. Pendekatan ini bisa disesuaikan dengan usia, minat, dan kebutuhan anak agar proses belajar tetap terasa nyaman.
Perlu diingat, memiliki gaya belajar kinestetik bukan berarti Anda hanya boleh belajar dengan satu cara saja. Menggabungkannya dengan metode visual atau auditori tetap bisa dilakukan. Namun, dengan memprioritaskan cara belajar yang paling sesuai, proses belajar akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.
Bila anak terlihat terus kesulitan mengikuti pelajaran meskipun sudah dicoba berbagai cara, termasuk gaya belajar kinestetik, sebaiknya konsultasikan dengan guru atau konselor pendidikan. Anda juga bisa berdiskusi dengan dokter melalui layanan chat di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan arahan yang sesuai dengan kebutuhan anak.