Gejala usus turun atau hernia kebanyakan berkembang secara bertahap. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, sebab biasanya ditandai dengan sensasi penuh di panggul atau keluarnya benjolan dari anus/vagina. Penting untuk mengenali gejalanya sejak awal agar bisa ditangani dengan cepat.

Usus turun adalah kondisi ketika salah satu organ dalam rongga perut, seperti usus atau rektum, turun dari posisi aslinya. Dalam dunia medis, kondisi ini lebih umum terjadi pada bagian akhir usus besar (rektum) atau organ panggul.

Gejala Usus Turun yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Penyebab usus turun beragam, termasuk, usia, kehamilan dan persalinan, hingga kebiasaan mengangkat beban berat. Selain itu, penyakit kronis seperti sembelit berkepanjangan atau batuk menahun juga dapat meningkatkan risiko terjadinya usus turun.

Meski terdengar menakutkan, tidak semua kasus usus turun tergolong gawat. Namun, gejala usus turun tetap tidak boleh diabaikan dan harus diperiksakan ke dokter.

Gejala Usus Turun yang Paling Sering Dialami

Gejala usus turun bisa sangat beragam, tergantung pada tingkat keparahan dan organ yang terdampak. Berikut ini adalah beberapa gejala usus turun yang paling umum:

1. Sensasi berat atau penuh di area panggul 

Penderita usus turun biasanya merasakan sensasi berat, seperti mengganjal atau penuh, di bagian panggul, perut bawah, ataupun anus. Gejala usus turun yang satu ini akan makin terasa saat berdiri lama, berjalan, atau setelah melakukan aktivitas fisik. 

2. Nyeri di bagian bawah perut dan panggul 

Rasa nyeri pada usus turun umumnya bersifat ringan atau muncul sensasi seperti ditarik. Rasa nyeri ini dapat dirasakan di perut dan punggung bagian bawah serta area sekitar anus. Nyeri sering kali bertambah parah setelah mengangkat beban berat, mengejan saat BAB, atau berdiri terlalu lama.

3. Benjolan keluar dari anus atau vagina 

Salah satu ciri khas usus turun adalah benjolan yang keluar dari lubang anus atau vagina. Benjolan ini umumnya terlihat atau terasa saat buang air besar, mengejan, atau beraktivitas berat. 

Pada tahap awal, benjolan mungkin bisa masuk kembali dengan sendirinya. Akan tetapi, jika bertambah parah, benjolan akan menetap di luar dan tidak bisa dimasukkan kembali tanpa bantuan.

4. Sulit buang air besar 

Penderita usus turun sering mengalami sembelit. Setiap buang air besar, rasanya tidak tuntas atau harus mengejan kuat. Bahkan pada beberapa kasus, penderitanya harus mendorong benjolan usus turun dengan jari agar tinja bisa keluar. Hal ini tentunya bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi dan iritasi.

5. Inkontinensia tinja

Jika gejala usus turun sudah parah, otot-otot di sekitar anus bisa melemah sehingga penderita tidak mampu menahan tinja atau gas. Akibatnya, tinja atau lendir bisa keluar tanpa disadari (inkontinensia tinja), yang mana hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan menghambat aktivitas sehari-hari. 

6. Perdarahan ringan atau keluar lendir 

Benjolan yang keluar dari anus atau vagina dapat mengalami gesekan atau iritasi, sehingga mengeluarkan darah atau lendir. Perdarahan biasanya terjadi setelah mengejan ketika buang air besar. Jika muncul lendir, feses akan tampak lembek.

Tidak semua penderita mengalami seluruh gejala usus turun di atas secara bersamaan. Pada tahap awal, usus turun mungkin hanya menimbulkan rasa tidak nyaman atau perubahan pola buang air besar. Namun, jika tidak segera ditangani, gejalanya bisa semakin berat dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. 

Tanda Bahaya Usus Turun 

Anda perlu mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami tanda bahaya usus turun berikut ini:

  • Benjolan yang keluar tidak bisa masuk kembali meski sudah beristirahat
  • Muncul nyeri hebat, perdarahan, atau demam
  • Tidak bisa buang air besar sama sekali, atau terdapat darah segar dalam jumlah banyak pada tinja
  • Sulit menahan buang air besar atau feses keluar tanpa disadari

Segera ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul gejala di atas, terutama jika disertai nyeri hebat, demam tinggi, atau tidak bisa buang air besar sama sekali. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius, seperti infeksi atau gangguan aliran darah ke usus.

Cara Mencegah dan Mengurangi Keparahan Gejala Usus Turun

Beberapa langkah berikut ini dapat membantu mencegah usus turun ataupun mengurangi keparahan gejalanya, di antaranya:

  • Melatih otot dasar panggul secara rutin, misalnya dengan senam Kegel
  • Menghindari kebiasaan mengejan berlebihan saat buang air besar
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Membatasi angkat beban berat

Jika Anda merasa ragu atau khawatir dengan gejala usus turun yang dialami, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Diagnosis dan penanganan yang tepat dapat mencegah perburukan kondisi yang dialami. 

Mengenali gejala usus turun sejak dini penting untuk mencegah munculnya komplikasi. Jika Anda mengalami benjolan keluar dari anus atau vagina, nyeri panggul yang menetap, atau kesulitan BAB, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan penanganan yang tepat.