Gondongan apakah menular sering menjadi pertanyaan ketika ada anggota keluarga yang mengalami pembengkakan di area pipi. Kondisi ini memang kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama karena gondongan umumnya menyerang anak-anak.
Gondongan (mumps) adalah infeksi virus yang menyebabkan peradangan pada kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis yang berada di dekat rahang. Penyakit ini memang lebih sering dialami oleh anak-anak , tetapi orang dewasa pun bisa mengalaminya.

Pertanyaan “gondongan apakah menular?” sering muncul karena penyakit ini mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara penularannya agar Anda bisa melakukan langkah pencegahan yang tepat.
Gondongan Apakah Menular?
Jawaban dari pertanyaan gondongan apakah menular adalah ya, gondongan memang dapat menyebar antarsesama dengan cukup cepat. Penyebab gondongan adalah virus dari kelompok paramyxovirus, yaitu jenis virus yang bisa menular melalui udara (airborne).
Penularan gondongan terutama terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Droplet tersebut dapat masuk ke tubuh orang lain melalui hidung atau mulut. Selain lewat udara, virus juga dapat berpindah melalui kontak dengan barang pribadi penderita yang terkontaminasi air liur, seperti gelas, sendok, atau sikat gigi.
Selain itu, virus gondongan dapat menular bahkan sebelum gejala pembengkakan muncul. Seseorang bisa menularkan virus sejak 1–2 hari sebelum pipinya tampak bengkak hingga 5 hari setelah pembengkakan terjadi.
Inilah yang membuat gondongan mudah menyebar tanpa disadari, terutama di lingkungan tempat anak-anak sering beraktivitas bersama, seperti lingkungan sekolah atau tempat penitipan anak.
Cara Mencegah Penularan Gondongan
Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan “gondongan apakah menular”, penting juga untuk memahami langkah-langkah pencegahannya. Mengingat gondongan dapat menyebar dengan cepat, pencegahan perlu dilakukan secara konsisten.
Berikut beberapa cara mencegah gondongan yang bisa dilakukan:
- Lakukan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk melindungi anak dari gondongan, sekaligus campak dan rubella.
- Lakukan isolasi penderita selama minimal 5 hari sejak bengkak muncul untuk mencegah penyebaran virus ke orang sekitar.
- Rutin mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah beraktivitas di luar rumah dan kontak dengan penderita.
- Hindari berbagi alat makan, minum, atau barang pribadi dengan orang lain.
- Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh secara rutin untuk mengurangi risiko penularan.
Gondongan memang mudah menular. Namun, dengan melakukan langkah pencegahan yang tepat dan pemberian vaksinasi secara rutin, risiko penyebaran gondongan dapat ditekan secara signifikan.
Jika Anda masih memiliki pertanyaan terkait pencegahan gondongan atau jadwal vaksinasi, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Respons dokter cepat, sehingga Anda bisa mendapatkan penjelasan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.