Guanistrep adalah obat untuk mengatasi diare ringan hingga sedang. Obat yang tersedia dalam bentuk sirop ini bisa digunakan oleh orang dewasa atau anak usia 3 tahun ke atas.
Guanistrep mengandung dua bahan aktif kaolin dan pektin. Perpaduan kedua bahan aktif ini bekerja dengan menyerap kelebihan cairan serta mengikat racun dan zat penyebab iritasi di saluran pencernaan. Cara kerja tersebut membantu memadatkan tinja sehingga frekuensi buang air besar akibat diare dapat berkurang.

Apa Itu Guanistrep
| Bahan aktif | Kaolin dan pektin |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Obat diare |
| Manfaat | Mengatasi gejala diare |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak >6 tahun |
| Guanistrep untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan Guanistrep. |
| Obat ini dapat digunakan oleh ibu hamil untuk mengurangi gejala diare, tetapi tidak boleh digunakan dalam jangka panjang karena berisiko menyebabkan anemia. Sebaiknya, tetap konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini selama hamil. | |
| Guanistrep untuk ibu menyusui | Kaolin pectin dapat digunakan oleh ibu menyusui, tetapi tidak untuk jangka panjang. |
| Diskusikan bersama dokter untuk alternatif obat diare lainnya yang aman selama masa menyusui, salah satunya loperamide. | |
| Bentuk obat | Tablet dan sirop |
Peringatan sebelum Mengonsumsi Guanistrep
Meski mudah didapat, Guanistrep tidak boleh digunakan secara sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Guanistrep tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap kandungan kaolin, pektin, serta kacang-kacangan, terutama kacang mete atau pistachio.
- Jangan menggunakan Guanistrep jika Anda demam dan diare disertai darah atau lendir. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan alternatif obat lain.
- Sampaikan kepada dokter jika pernah atau sedang menderita asma atau penyakit jantung.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Jangan memberikan Guanistrep kepada anak usia di bawah 3 tahun dan lansia tanpa seizin dokter.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat, efek samping serius, atau overdosis setelah mengonsumsi Guanistrep.
Dosis dan Aturan Pakai Guanistrep
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Guanistrep untuk mengatasi diare berdasarkan usia pasien:
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), setiap setelah buang air besar. Dosis maksimal 60 ml dalam 24 jam.
- Anak usia 6–12 tahun: 1–2 sendok takar (5–10 ml) setiap kali selesai buang air besar. Dosis maksimal 30 ml dalam 24 jam.
- Anak usia 3–6 tahun: 1–2 sendok takar (5–10 ml) setiap kali selesai buang air besar. Dosis maksimal 15 ml dalam 24 jam.
- Anak usia < 3 tahun : sesuai anjuran dokter
Cara Menggunakan Guanistrep dengan Benar
Gunakanlah Guanistrep sesuai aturan pakai yang terdapat pada kemasan atau berdasarkan anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Pastikan untuk mengikuti cara menggunakan Guanistrep dengan benar di bawah ini agar mandapat hasil pengobatan yang maksimal:
- Minumlah Guanistrep setiap kali setelah buang air besar sampai keluhan diare membaik.
- Kocok botol Guanistrep terlebih dahulu. Gunakan alat takar yang tersedia dalam kemasan agar dosisnya tepat.
- Bila Anda perlu menggunakan obat-obatan lain, minumlah obat tersebut 2–3 jam sebelum atau setelah mengonsumsi Guanistrep.
- Pastikan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dengan minum air putih lebih banyak, terutama dalam 24 jam pertama mengalami diare. Setelahnya, konsumsilah makanan yang lunak dan mudah dicerna, seperti bubur, roti, dan biskuit.
- Hindari konsumsi makanan pedas, gorengan, maupun minuman berkafein dan beralkohol karena dapat memperburuk kondisi diare.
- Jangan mengonsumsi Guanistrep dalam jangka panjang. Bila diare tidak membaik lebih dari 2 hari, atau muncul demam, mulut kering, merasa sangat haus, atau pusing seperti akan pingsan, konsultasikan dengan dokter melalui chat untuk mendapatkan pengobatan.
- Simpan Guanistrep di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan suplemen ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Guanistrep dengan Obat Lain
Interaksi antarobat yang dapat terjadi bila Guanistrep digunakan bersama obat tertentu adalah:
- Penurunan efektivitas antibiotik tetracycline, trimethoprim, aspirin, dan klorokuin
- Penurunan efektivitas obat jantung, seperti digoxin
- Penurunan efektivitas obat penurun kolesterol, seperti lovastatin
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, berdiskusilah melalui fitur Chat Bersama Dokter jika Anda berencana menggunakan Guanistrep bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Guanistrep
Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi Guanistrep antara lain:
- Perut kembung
- Kram perut
- Sembelit
Konsultasikan melalui Chat Bersama Dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau malah memburuk. Dokter dapat memberikan saran dan obat untuk menangani efek samping yang terjadi.
Meski jarang, reaksi alergi dan efek samping serius di bawah ini bisa terjadi jika mengonsumsi obat ini lebih banyak dari dosis seharusnya:
- Diare yang makin parah
- Gejala hiponatremia atau hipokalemia, seperti sangat lemas, badan lunglai, gelisah, kesemutan atau mati rasa
- Reaksi alergi berat, seperti sesak napas, mengi, demam, batuk, bengkak pada wajah atau tenggorokan, atau kejang
Bila hal tersebut terjadi dan diperlukan pertolongan medis secepatnya, dokter dapat segera menyarankan Anda untuk ke IGD terdekat.