Hamil Bikin Kamu Enggan Berhubungan Seks? Ini Cara Mengatasinya

Kelelahan dan perut yang semakin membesar, mungkin membuat hasrat untuk berhubungan seksual menjadi berkurang saat hamil. Di sisi lain, mungkin suami khawatir hubungan seksual dapat membahayakan bayi, sehingga memilih menahan diri. Wah, jangan sampai ini terjadi ya, karena dapat mengganggu kedekatan Bunda dan Ayah.

Seperti juga pola makan dan pola tidur yang berubah, pola hubungan seksual pada wanita hamil juga akan berubah. Sebagian pasangan justru merasa jauh lebih dekat satu sama lain, sehingga menjadi lebih sering berhubungan seksual. Sayangnya, tidak semua pasangan merasakan hal tersebut. Yuk, cari tahu cara mengatasi rasa enggan berhubungan seksual saat hamil.

Hamil Bikin Kamu Enggan Berhubungan Seks Ini Cara Mengatasinya (1)

Alasan yang Dapat Menghambat Hubungan Seksual

Ini beberapa penyebab utama mengapa Bunda dan Ayah mungkin merasa enggan berhubungan seksual saat hamil:

  • Perubahan hormon

Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron sebagai bagian dari hormon kehamilan, menyebabkan Bunda dapat mengalami kelelahan, payudara menjadi sensitif, dan mual. Sehingga merasa tidak nyaman untuk melakukan beragam aktivitas, termasuk berhubungan seksual.

  • Tidak percaya diri

Perut yang semakin membesar mungkin membuat Bunda merasa gemuk dan tidak percaya diri lagi. Ini membuat Bunda menjadi ragu-ragu untuk memulai hubungan seksual dan khawatir suami tidak tertarik lagi.

  • Terlalu lelah

Pada awal kehamilan, ibu hamil umumnya lebih sering mengantuk. Kemudian, pada masa menjelang persalinan, seks juga tidak semakin mudah. Berbagai faktor yang dapat membuat tubuh lelah, termasuk beban tubuh yang semakin berat, kesulitan tidur dan beban kerja menjelang cuti melahirkan bagi ibu bekerja.

Di samping itu, bagi sebagian suami atau calon ayah, masa kehamilan seakan menjadi persiapan menuju tahapan saat mereka harus “berbagi” segalanya dengan calon bayi. Bisa jadi para suami memilih menahan diri, antara lain karena mempertanyakan keamanan hubungan seks saat hamil. Padahal bayi dalam perut dilindungi oleh cairan ketuban dan rahim yang kokoh.

Memang ada kondisi tertentu saat dokter memberitahukan Bunda dan Ayah untuk menahan diri atau berhati-hati saat berhubungan seksual, misalnya jika terjadi  perdarahan saat hamil, pernah keguguran, ataupun mengalami kelainan posisi plasenta seperti plasenta previa. Namun pada umumnya berhubungan seksual tidak akan membahayakan kesehatan janin kok, Bun. Keguguran tidak akan terjadi karena hubungan seksual.

Agar Hubungan Suami Istri Tetap Hangat Selama Kehamilan

Bunda mengira mungkin pasangan sudah tidak tertarik lagi ketika menolak berhubungan seksual. Padahal suami sebenarnya hanya khawatir hubungan seksual akan menyakiti bayi dalam kandungan. Jalin komunikasi yang baik, supaya hubungan suami istri tetap bisa berjalan, tanpa harus saling merasa tidak enak, salah sangka, atau terlalu khawatir.

Seorang pakar seksual berpendapat bahwa pasangan yang tidak mengupayakan keintiman di masa kehamilan dapat cenderung untuk semakin menjauh setelah bayi lahir. Solusinya, Bunda dan Ayah perlu membicarakan perasaan dan kekhawatiran masing-masing.

Beberapa cara berikut bisa Bunda dan Ayah lakukan bersama untuk tetap memelihara kedekatan hubungan:

  • Coba posisi seks yang nyaman

Untuk kembali memulai, Bunda dan Ayah mungkin dapat mencoba posisi berhubungan seksual saat hamil yang lebih nyaman. Posisi misionaris atau perempuan di bawah mungkin sudah dirasa tidak nyaman dilakukan saat perut Bunda sudah semakin besar. Bunda dan Ayah dapat mencoba posisi lain seperti perempuan di atas, atau menyamping.

  • Saling menyentuh

Keintiman tidak selalu hanya dibangun dengan hubungan seksual. Bunda dan Ayah dapat mencoba cara lain, seperti memijat, seks oral, ataupun sekadar berpelukan dan berciuman.

  • Perbanyak waktu istirahat

Untuk mengurangi kelelahan, setidaknya Bunda perlu mengusahakan untuk mencukupi kebutuhan tidur 8 jam sehari.

  • Pergi berlibur

Merencanakan babymoon atau liburan berdua bersama suami dan bayi dalam kandungan juga bisa dicoba lho, Bun, untuk menjaga keintiman.

Selain itu, hamil bukan berarti lantas tampil seadanya. Coba untuk tetap tampil cantik dan menarik, sehingga Bunda merasa lebih nyaman dan percaya diri. Bunda dapat memadupadankan busana hamil dengan akesoris dan riasan ringan, atau mencoba gaya rambut baru yang lebih segar.

Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan akan bentuk tubuh saat hamil ya. Lupakan sejenak mengenai cara membuat perut rata, karena memang sedang ada seorang bayi di sana. Juga bebaskan pikiran Bunda dari prasangka negatif, sehingga Bunda dan Ayah bisa menikmati masa berdua menjelang kehadiran si Buah Hati. Agar lebih tenang, Bunda dan Ayah bisa berkonsultasi lebih lanjut pada dokter kandungan mengenai keamanan berhubungan intim di masa kehamilan.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi