Babymoon atau waktu berlibur calon Bunda dan Ayah sebelum bayi lahir, kini semakin populer. Hal ini dianggap dapat membantu ibu hamil untuk rileks, sekaligus mempererat hubungan calon Bunda dan Ayah. Nah agar babymoon tidak justru bikin stres, yuk buat checklist dari panduan di bawah ini.

Ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan sebelum babymoon, termasuk menentukan saat dan lokasi yang tepat, serta aktivitas apa saja yang dilakukan.

Perlu Persiapan Ini Agar Perjalanan Babymoon Membuat Bumil Bahagia - Alodokter

Waktu Tepat untuk Babymoon

Kapan sih waktu yang tepat untuk melakukan babymoon? Umumnya selama ibu hamil (bumil) dan kandungannya sehat. Bumil dapat melakukan babymoon hingga masa kehamilan 36 minggu. Namun, usia kehamilan 14-28 minggu adalah waktu yang relatif paling aman. Saat ini biasanya mual di awal kehamilan sudah mereda dan kehamilan belum begitu besar.

Tapi, Bumil sebaiknya mempertimbangkan untuk tidak melakukan babymoon jika mengalami kehamilan berisiko seperti hamil kembar, preeklamsia, pernah mengalami persalinan prematur, dan pecah ketuban dini.

Juga sebaiknya pertimbangkan untuk tidak melakukan babymoon setelah hamil 32 minggu, terutama jika selama hamil mengalami gangguan pernapasan, perdarahan, memiliki riwayat penyakit jantung, tulang retak, atau anemia berat.

Babymoon Ke Mana ya?

Bumil perlu menyadari bahwa memilih lokasi untuk babymoon, berbeda dengan mencari tempat rekreasi saat sedang tidak hamil. Sebaiknya mungkin pilih tempat yang berjarak tidak lebih dari 2 jam perjalanan, baik dengan pesawat atau jalur darat. Selain mengurangi risiko gangguan kesehatan, ini juga dapat membuat Bumil tidak banyak membuang waktu di jalan.

Apalagi duduk terlalu lama seperti dalam perjalanan jauh juga berisiko menyebabkan deep vein thrombosis (DVT). Kondisi ini terjadi ketika terjadi penyumbatan darah pada pembuluh darah tubuh, terutama kaki.

Saat merencanakan, sebaiknya Bumil pikirkan babymoon seperti apa yang diharapkan. Apakah belanja di pusat kota, berenang di kolam renang hotel, atau berjalan-jalan di tepi pantai. Hal ini akan membantu menentukan tujuan dan rencana kegiatan Bumil.

Meski Bumil suka pergi ke tempat-tempat baru atau yang terpencil, tapi usahakan untuk menghindari lokasi endemik penyakit serius, seperti malaria. Tidak hanya itu, tempat-tempat yang kurang higienis juga dapat membahayakan kehamilan.

Di samping itu, hal yang harus Bumil perhatikan adalah kemudahan akses menuju sarana kesehatan. Hal ini perlu untuk mengantisipasi jika Bumil harus segera ke UGD apabila mengalami kondisi darurat. Misalnya perdarahan dari vagina pada ibu hamil, muntah atau diare parah, serta gejala preeklamsia.

Persiapan Sebelum Berangkat Babymoon

Agar babymoon tidak justru membahayakan kesehatan Bumil dan si Kecil, sempatkan untuk melakukan hal-hal di bawah ini sebelum berangkat, ya:

  • Periksakan kehamilan ke dokter kandungan. Pastikan Bumil dapat menghubungi dokter tersebut jika ada kondisi tertentu selama perjalanan.
  • Cek jika ada vaksin yang perlu didapatkan sebelum berangkat. Umumnya bumil tidak dapat menerima vaksin hidup karena dapat membahayakan bayi. Sementara vaksin lain seperti tetanus, difteri, pertussis, atau hepatitis B tergolong aman.
  • Rencanakan detail perjalanan, atau minta pasangan atau agen tur untuk mempersiapkannya. Ini termasuk pilihan tempat duduk, asuransi perjalanan, makanan khusus, hingga detail akomodasi di tempat tujuan.
  • Duduk tidak jauh dari toilet dapat lebih memudahkan, jika tiba-tiba ingin buang air. Memilih tempat duduk di bagian koridor, ketika ibu hamil bepergian dengan kereta api atau pesawat, juga akan lebih memudahkan Bumil untuk berdiri atau meregangkan kaki.
  • Kalau sebelumnya merasa tidak perlu, kali ini coba pertimbangkan untuk membeli asuransi perjalanan.
  • Saat merencanakan kegiatan, hindari aktivitas yang berisiko, ya, Bumil. Seperti berkuda, berselancar, menyelam, ice skating. Berendam di air panas juga sebaiknya dihindari.

Hal yang tak kalah penting, sebaiknya kunjungi dokter kandungan sebelum memutuskan untuk menjalani babymoon. Agar dokter dapat memeriksa apakah Bumil dapat menjalani babymoon tanpa harus khawatir akan masalah kesehatan. Kemudian, jangan lupa membawa surat dokter, dokumen kesehatan, obat-obatan, dan vitamin yang diresepkan dokter.

Perlengkapan Babymoon Ini Juga Perlu Dibawa

Saat babymoon, Bumil perlu membawa perlengkapan pribadi tersendiri agar tetap nyaman. Daftar di bawah ini mungkin dapat membantu mengingat apa saja yang perlu dimasukkan ke tas:

  • Bawa satu botol minum yang dapat terus diisi ulang untuk mencegah Bumil dari dehidrasi. Lebih baik konsumsi air kemasan dalam botol dibanding air minum yang belum diketahui kebersihannya. Selain itu, utamakan mengonsumsi air mineral ya, Bumil, daripada minuman ringan atau jus buah kemasan.
  • Sediakan satu tas kecil yang siap dibawa ke mana-mana dengan isi barang-barang penting: dompet, ponsel, dan vitamin atau obat-obatan.
  • Sediakan sendiri tisu toilet, cairan antiseptik, atau sabun cair, jika ternyata tidak tersedia di toilet umum.
  • Jangan lupa bawa camilan favorit, ya, Bumil. Kacang-kacangan, crackers gandum, atau buah kering bisa menjadi pilihan camilan ringan.
  • Gunakan baju hamil yang nyaman, termasuk pakaian dalam. Sesuaikan pilihan pakaian dengan cuaca di tempat yang akan dituju. Kardigan dan syal dapat menjadi pilihan untuk berbagai suasana.
  • Hindari celana dan denim ketat untuk sementara waktu, dan kenakan alas kaki yang nyaman.
  • Jangan lupa bawa juga bantal khusus perjalanan untuk membantu Bumil merasa lebih nyaman.
  • Perhiasan seperti gelang atau kalung yang dirasa merepotkan sebaiknya ditinggal saja, ya.

Dengan persiapan yang matang, babymoon akan menjadi pengalaman menyenangkan yang membuat calon Bunda dan Ayah lebih siap menyambut kelahiran si Kecil. Selamat melakukan perjalanan babymoon.