Pantai menjadi salah satu tujuan berlibur yang menyenangkan, termasuk untuk ibu hamil (bumil). Liburan ke pantai juga dapat dilakukan pada saat babymoon sebelum Si Kecil lahir. Tetapi, ada hal-hal yang patut Bumil perhatikan agar liburan ke pantai tetap aman.

Meskipun sebelumnya Bumil sudah berkali-kali dan terbiasa beraktivitas di pantai, tetapi sebaiknya lebih berhati-hati, agar liburan tetap dapat dinikmati, tanpa membahayakan Si Kecil dalam kandungan.

Bumil, Baca Ini Sebelum Berlibur ke Pantai - Alodokter

Panduan Bumil Bersantai di Pantai

Kondisi tubuh saat hamil berbeda dari kondisi saat tubuh sedang normal. Termasuk kulit yang lebih sensitif, suhu tubuh yang lebih cepat naik dan juga beban bayi dalam kandungan. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan agar liburan di pantai untuk Bumil tetap menyenangkan:

  • Oleskan tabir surya

Saat hamil, kulit menjadi lebih mudah terbakar dan lebih sensitif terhadap risiko ruam, gatal-gatal, hingga bercak-bercak hitam. Bumil disarankan mengoleskan tabir surya dengan SPF minimal 30. Selain itu, tabir surya juga berperan mengurangi risiko masker kehamilan akibat paparan sinar matahari. Ini terjadi ketika daerah di sekitar mata Bumil menjadi tampak lebih cerah dibanding area wajah keseluruhan.

Selain membakar kulit, sinar UV ternyata dapat memecah asam folat, yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Jika Bumil berisiko kekurangan asam folat, saat berlibur ke pantai, jangan lupa mengonsumsi suplemen yang mengandung asam folat.

  • Batasi paparan sinar matahari

Jangan lupa, ibu hamil cenderung lebih mudah kepanasan sehingga rentan mengalami dehidrasi yang dapat membahayakan bayi. Jika suhu di pantai sedang panas, ada baiknya tetap di dalam ruangan. Bumil juga dapat memanfaatkan ruangan yang dilengkapi kipas angin atau AC.

  • Kompres dingin

Untuk menjaga suhu tubuh tetap normal setelah terkena sinar matahari yang terik, Bumil bisa menempatkan kompres dingin atau waslap basah pada tengkuk, dahi, atau kepala.

  • Berenang

Bagi bumil, berenang ternyata tidak hanya dapat menurunkan suhu tubuh, tetapi juga dapat meringankan nyeri pinggul bawah. Tetapi, sebaiknya pilih waktu pagi atau sore hari saat suhu sedang tidak terlalu panas.

  • Kenakan pakaian yang nyaman

Kenakan pakaian longgar yang menyerap keringat. Di samping membuat Bumil tidak kepanasan, hal ini juga dapat membantu mengurangi risiko biang keringat. Jangan lupa kenakan topi untuk melindungi wajah.

  • Sediakan air minum

Jangan lupa bawa botol air minum ke mana-mana untuk menghindari dehidrasi. Selain air mineral, Bumil juga sesekali jus, susu, ataupun minuman elektrolit dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Dalam pola makan, batasi konsumsi garam. Juga hindari makanan atau minuman yang dapat menyerap cairan tubuh, seperti kafein.

  • Gunakan alas kaki yang nyaman

Saat berjalan kaki, ada baiknya kenakan sepatu dengan ukuran sedikit lebih besar dari ukuran normal. Bumil dapat membiasakan berjalan kaki, seminggu tiga kali, terutama saat cuaca tidak terlalu panas.

Perhatikan kondisi tubuh saat Bumil sedang berada di pantai. Segera menepi ke tempat teduh atau ruangan dengan AC, jika merasa lelah atau mual. Jika kondisi Bumil tidak segera membaik selama beberapa waktu, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Setelah memahami panduan tepat berlibur di pantai, kini Bumil tidak perlu terlalu khawatir. Bila perlu kunjungi dokter kandungan sebelum berlibur, agar dokter dapat membantu menentukan keamanan berlibur saat hamil.

Selamat menikmati liburan, Bumil!