Harconazole adalah obat antijamur berbentuk krim yang mengandung miconazole. Harconazole digunakan untuk mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh fungi, seperti panu atau kutu air.
Tiap gram Harconazole mengandung 20 mg miconazole. Bahan aktif obat ini bekerja dengan cara merusak dinding sel jamur. Cara kerja tersebut dapat mencegah pertumbuhan sekaligus membunuh jamur penyebab infeksi pada kulit.

Harconazole tersedia dalam kemasan tube 10 gram. Selain panu dan kutu air (tinea pedis), Harconazole bisa untuk mengobati kandidiasis kulit, kurap (tinea corporis), atau infeksi jamur selangkangan (tinea cruris).
Apa Itu Harconazole
| Bahan aktif | Miconazole |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Antijamur topikal |
| Manfaat | Mengobati infeksi jamur kulit |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥2 tahun |
| Harconazole untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping miconazole topikal terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Harconazole untuk ibu menyusui | Produk miconazole topikal, seperti Harconazole, aman untuk ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai atau anjuran dokter. |
| Jika digunakan pada payudara, oleskan obat ini setelah menyusui dan pastikan area payudara sudah dibersihkan sebelum waktu menyusui berikutnya. | |
| Bentuk obat | Krim |
Peringatan sebelum Menggunakan Harconazole
Sebelum menggunakan Harconazole, ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan guna memastikan penggunaan obat ini aman dan sesuai dengan kondisi Anda, yaitu:
- Jangan memakai Harconazole jika Anda alergi terhadap miconazole. Apabila ragu, berkonsultasilah ke dokter sebelum memakai obat ini.
- Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Harconazole jika Anda sedang menderita diabetes, penyakit liver, HIV-AIDS, penyakit ginjal, atau penyakit kulit kronis.
- Jangan gunakan Harconazole pada area kulit yang mengalami luka terbuka kecuali atas anjuran dokter.
- Konsultasikan dengan dokter mengenai pemakaian Harconazole jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum memakai Harconazole jika Anda sedang menggunakan obat tertentu, termasuk obat oles lain, warfarin, suplemen, dan produk herbal. Ini penting untuk mencegah interaksi antarobat.
- Hindari penggunaan Harconazole pada kuku atau kulit kepala kecuali atas anjuran dokter.
- Jangan memakai obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Harconazole, kecuali atas saran dokter.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang berat setelah menggunakan Harconazole.
Dosis dan Aturan Pakai Harconazole
Oleskan Harconazole di area kulit yang perlu diobati, 1–2 kali sehari atau sesuai anjuran dokter, hingga infeksi benar-benar sembuh. Lama pengobatan berkisar 2–6 minggu, tergantung pada jenis infeksi jamur, lokasi, dan keparahan gejalanya. Lanjutkan penggunaan obat sampai 1 minggu setelah keluhan hilang.
Agar dosis dan durasi penggunaan Harconazole sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan dengan dokter. Konsultasi bisa dilakukan lebih cepat dan mudah melalui aplikasi ALODOKTER dengan fitur Chat Bersama Dokter yang cepat dibalas.
Cara Menggunakan Harconazole dengan Benar
Gunakan Harconazole sesuai dengan petunjuk pada kemasannya atau ikuti anjuran dokter. Jangan menggunakan obat ini lebih banyak atau lebih sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai.
Gunakan Harconazole sesuai petunjuk berikut:
- Cuci tangan sebelum menggunakan Harconazole. Bersihkan juga area kulit yang ingin diobati, kemudian keringkan dengan handuk.
- Oleskan Harconazole secara merata pada area kulit yang perlu diobati. Untuk mengobati kutu air di kaki, oleskan obat ini secara merata hingga ke sela-sela jari kaki.
- Jangan menutup atau membalut area yang diolesi Harconazole dengan perban, kecuali atas saran dokter.
- Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Harconazole, kecuali yang diobati area tangan.
- Hati-hati saat mengoleskan Harconazole pada kulit. Jangan sampai obat ini mengenai mata, bagian dalam mulut, hidung, maupun vagina. Apabila area tersebut terkena obat, segera bilas dengan air sampai bersih.
- Gunakan Harconazole secara rutin sesuai aturan pakai agar infeksi jamur sembuh sepenuhnya. Jika lupa menggunakan obat ini, tidak perlu mengoleskan lebih banyak krim pada waktu pemakaian berikutnya.
- Gunakan Harconazole hingga 7 hari setelah gejala infeksi jamur menghilang. Hal ini untuk memastikan infeksi jamur sudah benar-benar sembuh dan tidak kambuh.
- Mandilah 2 kali sehari agar infeksi jamur lebih cepat teratasi. Pastikan tubuh dan lipatan kulit sudah benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian.
- Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan katun guna mencegah area yang terinfeksi menjadi makin lembap.
- Jangan mengenakan celana atau pakaian dalam yang ketat selama memakai Harconazole untuk mengobati infeksi jamur di selangkangan.
- Apabila yang diobati area kaki, usahakan kuku kaki dalam keadaan pendek. Gunakan kaus kaki bersih berbahan katun atau pakailah sandal maupun sepatu yang terbuka untuk beraktivitas jika memungkinkan.
- Berkonsultasilah ke dokter jika gejala panu, kurap, atau kutu air belum membaik setelah 2 atau 4 minggu pengobatan. Namun, bila keluhan tersebut memburuk atau sangat mengganggu, periksakan ke dokter meski belum 4 minggu.
- Simpan Harconazole di tempat yang sejuk dan terhindar dari suhu panas dan lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Harconazole yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat ini tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.
Interaksi Harconazole dengan Obat Lain
Penggunaan warfarin bersama miconazole topikal, seperti Harconazole, dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan atau memar. Meski jarang terjadi, risiko ini dapat meningkat bila miconazole digunakan dalam jumlah yang banyak, pada area kulit yang luas, atau dalam jangka panjang.
Agar aman, jangan memakai Harconazole dengan produk perawatan kulit atau obat oles lain pada area kulit yang sama, kecuali atas saran dokter.
Efek Samping dan Bahaya Harconazole
Produk miconazole topikal, seperti Harconazole, dapat menyebabkan iritasi ringan, berupa kemerahan, gatal, perih, atau rasa panas sesaat setelah digunakan. Berkonsultasilah melalui fitur Chat Bersama Dokter jika keluhan tetap muncul meski penggunaan obat telah dihentikan.
Efek samping berat sangat jarang terjadi. Namun, jika muncul rasa terbakar yang parah, kulit melepuh dan mengelupas, atau gejala reaksi alergi berat, seperti bengkak di wajah atau bibir, atau sesak napas, segeralah ke dokter.
Membuat janji dengan dokter kini semakin praktis. Gunakan fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER untuk melihat jadwal praktik, membaca ulasan pasien, dan booking dengan mudah.