Jika kamu berpikir rumah merupakan tempat yang aman dari penyakit infeksi, coba, deh, periksa lagi. Ada tempat-tempat tertentu di rumah yang sebenarnya menyimpan lebih banyak bakteri dan virus dari yang kamu kira.

Bakteri yang paling umum ditemui di rumah adalah Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Bakteri-bakteri ini dapat menyebabkan berbagai penyakit mulai dari diare, infeksi saluran kemih, hingga infeksi kulit.

Hati-Hati, Ruangan Favoritmu di Rumah Bisa Jadi Menyimpan Bakteri dan Virus - Alodokter

Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, virus Corona juga bisa saja ditemukan di berbagai permukaan benda dalam rumahmu.

Penyebaran dan perkembangan bakteri dan virus bergantung pada banyak faktor, misalnya tingkat kelembapan ruangan, kebiasaan penghuni rumah, dan seberapa sering ruangan tersebut dibersihkan. Oleh karena itu, kebersihan rumah sangat penting untuk kamu jaga.

Ruangan dan Benda di Rumah yang Banyak Menyimpan Bakteri dan Virus

Berikut ini adalah ruangan dan benda-benda yang perlu lebih diperhatikan agar tidak menjadi sarang bakteri dan virus:

1. Dapur

Tempatmu mengolah makanan setiap hari ini sebenarnya termasuk tempat yang paling banyak menyimpan bakteri. Penelitian membuktikan bahwa spons yang setiap hari kamu gunakan untuk mencuci piring dan peralatan dapur mengandung lebih banyak Salmonella dan E. coli dibandingkan gagang penyiram toilet.

Selain spons, benda yang paling banyak menyimpan bakteri di dapur adalah meja dapur, wastafel, mesin pembuat kopi, dan talenan. Kulkas juga dapat menjadi tempat berkembang bakteri, terutama di area penyimpanan bahan makanan yang belum dicuci dan dimasak.

2. Kamar mandi

Kamar mandi bisa menjadi tempat yang dipenuhi bakteri bila kebersihannya tak dijaga dengan baik. Kondisi kamar mandi yang lembap memberi sarana bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak, terutama di area bak mandi, lantai, keran air, handuk, dan lubang pembuangan air.

Tak hanya itu, saat kamu menyiram toilet, dapat tercipta cipratan halus yang mengandung bakteri dan virus dari air toilet. Kuman ini dapat bertahan setidaknya 2 jam di udara sebelum mendarat di permukaan benda-benda di kamar mandi, termasuk sikat gigimu.

3. Ruang mencuci

Cucian basah yang ditinggalkan di dalam mesin cuci dapat membuat mesin cuci menjadi sarang berkembangnya bakteri. Kondisi ruang mencuci yang tertutup juga tentunya akan lebih lembap sehingga lebih mudah ditumbuhi bakteri dan jamur.

4. Ruang keluarga dan kamar

Karpet di dalam ruangan dapat menyimpan debu dan kotoran hingga 8 kali beratnya. Benda-benda yang digunakan secara bergantian, seperti keyboard komputer dan remote TV, juga dapat menyimpan banyak bakteri dan virus, terlebih jika penggunanya tidak mencuci tangan setelah buang air besar atau bersin.

Di kamarmu, perlengkapan rias wajah, seperti sikat bulu mata, spons, dan kuas pemulas bedak, dapat menyimpan banyak bakteri dan virus, terutama jika kamu juga membawanya keluar rumah. Bakteri-bakteri pada benda ini bisa menjadi salah satu penyebab infeksi pada kulit wajah dan mata.

5. Kandang hewan peliharaan

Kandang hewan peliharaan termasuk tempat makanan dan mainannya juga menyimpan bakteri dan virus. Hewan peliharaan juga bisa menularkan penyakit infeksi ke manusia, termasuk COVID-19, apalagi jika mereka berkeliaran ke luar rumah.

Selain ruangan dan tempat di atas, beberapa benda seperti gagang pintu, keran, dan sakelar juga patut diperhatikan kebersihannya, karena benda-benda ini sering dipegang tanpa mencuci tangan setelah pergi dari luar rumah.

Tips Membersihkan Sarang Bakteri dan Virus di Rumah

Diperlukan peralatan dan bahan-bahan khusus untuk membersihkan ruangan dan benda yang sering menyimpan bakteri, antara lain sabun dan air hangat, pemutih, tisu disinfektan, dan alkohol 60–70%

Berikut ini adalah beberapa tips untuk membersihkan ruangan dan benda-benda di rumahmu:

1. Dapur

  • Lap seluruh permukaan dapur, termasuk meja, kulkas, dan keran air, agar dapur menjadi sehat. Gunakan pemutih dan alkohol atau tisu disinfektan dengan kadar alkohol lebih dari 60%.
  • Panaskan spons yang basah dalam microwave selama 1 menit untuk membunuh bakteri atau rendam spons dalam air hangat yang telah dicampur dengan 1 sendok teh pemutih.
  • Bersihkan kulkas secara teratur, terutama bagian freezer yang sering digunakan untuk menyimpan daging mentah.
  • Ganti lap piring beberapa kali seminggu.
  • Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah mengolah makanan.

2. Kamar mandi dan ruang mencuci

  • Bersihkan bak dengan pemutih atau cairan pembersih kamar mandi, kemudian keringkan dengan lap handuk.
  • Bersihkan saluran pembuangan air setidaknya 1 minggu sekali.
  • Bersihkan permukaan-permukaan benda yang sering disentuh menggunakan disinfektan setiap hari, dan bersihkan kamar mandi secara menyeluruh setidaknya 1 minggu sekali.
  • Tutuplah toilet sebelum kamu menyiramnya untuk menghindari kontaminasi bakteri dan virus ke udara.
  • Ganti sikat gigi setidaknya 3–4 bulan sekali dan ganti handuk 1 minggu sekali.
  • Bersihkan bagian dalam mesin cuci secara teratur dengan disinfektan.
  • Gunakan air hangat atau air panas untuk mencuci pakaian jika kamu tidak bisa melakukan disinfeksi mesin cuci.
  • Hindari menunda menjemur baju yang sudah dicuci.

3. Ruang keluarga dan kamar

  • Bersihkan remote TV dan keyboard setiap hari dengan alkohol atau cairan pemutih.
  • Bersihkan gagang pintu, keran, saklar, meja, dan mainan yang ada di ruang keluarga dengan tisu atau cairan disinfektan.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh benda di dalam rumah setelah berpergian.
  • Simpan perlengkapan rias wajah di tempat tertutup yang bersih dan kering. Bersihkan benda-benda ini setidaknya seminggu sekali dengan alkohol semprot atau dengan air dan sabun.
  • Jangan segan untuk membuang dan mengganti perlatan kosmetik yang sudah kedaluwarsa atau setiap 6 bulan sekali.
  • Buanglah riasan mata yang pernah kamu pakai saat mengalami infeksi mata.

4. Hewan peliharaan

  • Cuci atau seka telapak kaki hewan peliharaan sebelum dia masuk ke rumah, untuk mencegah paparan bakteri dan virus yang mungkin terbawa dari luar rumah.
  • Cuci tempat makan dan mainan hewan dengan air hangat dan sabun setiap hari. Rendam dalam pemutih atau cairan disinfektan 1 minggu sekali.

Selain itu, mencuci tangan secara teratur adalah cara paling efektif untuk mencegah bakteri dan virus masuk ke tubuhmu. Cuci tangan setidaknya 20–30 detik untuk memastikan kuman sudah mati. Jika saat bepergian tidak tersedia sabun dan air, siapkan selalu pencuci tangan berbahan dasar alkohol atau hand sanitizer.

Mulai sekarang, usahakan untuk membersihkan rumah secara teratur dan menyeluruh, agar kamu dan keluarga dapat terhindar dari berbagai penyakit. Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait kebersihan rumah maupun hewan peliharaan dan kesehatanmu, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter.