HbsAg positif saat hamil adalah kondisi di mana ibu hamil terdeteksi memiliki infeksi virus hepatitis B dalam tubuhnya. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan dari dokter sejak dini agar tidak menimbulkan komplikasi pada ibu maupun janin selama kehamilan.

HbsAg positif saat hamil menandakan ibu hamil sedang terinfeksi virus hepatitis B atau menjadi pembawa virus tersebut. HbsAg sendiri merupakan singkatan dari Hepatitis B surface Antigen, yaitu protein yang terdapat pada permukaan virus hepatitis B. 

HbsAg Positif Saat Hamil, Berbahaya atau Tidak? Cari Tahu Jawabannya di Sini! - Alodokter

HbsAg positif saat hamil biasanya diketahui ketika Bumil menjalani pemeriksaan skrining awal kehamilan, khususnya melalui tes darah rutin yang dilakukan pada trimester pertama. 

Pada dasarnya, pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya infeksi hepatitis B sejak dini, sehingga dokter dapat merencanakan penanganan yang tepat guna mencegah penularan virus ke janin.

Bahaya HbsAg Positif Saat Hamil bagi Ibu dan Janin

HbsAg positif saat hamil bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele. Pasalnya, infeksi hepatitis B yang tidak ditangani dengan benar dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu, seperti gangguan fungsi hati, hepatitis akut atau kronis, hingga menyebabkan daya tahan tubuh ibu hamil menurun dan rentan terkena infeksi lainnya.

Selain itu, janin juga berisiko tertular virus hepatitis B selama proses persalinan. Jika penularan terjadi, bayi dapat lahir dengan infeksi hepatitis B kronis serta menimbulkan dampak jangka panjang, seperti kerusakan hati, sirosis, atau bahkan kanker hati di kemudian hari.

Penanganan HbsAg Positif Saat Hamil

Jika setelah melakukan tes darah hasilnya menunjukkan HbsAg positif, Bumil perlu mendapatkan penanganan sedini mungkin untuk melindungi kesehatan diri sendiri dan mencegah penularan ke janin. 

Berikut ini beberapa langkah penanganan untuk mengatasi HbsAg positif saat hamil:

1. Melakukan pemeriksaan lanjutan

Setelah terdeteksi HbsAg positif saat hamil, dokter akan menyarankan Bumil untuk melakukan pemeriksaan tambahan, seperti HBeAg, HBV DNA, dan tes fungsi hati. Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui tingkat keaktifan infeksi, serta menilai risiko penularan kepada janin.

2. Mendapatkan obat antivirus sesuai resep dokter

Jika jumlah virus hepatitis B dalam darah sangat tinggi, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus. Biasanya, pengobatan ini dimulai pada trimester ketiga kehamilan. Tujuannya adalah menurunkan kadar virus dalam darah dan mengurangi risiko penularan pada bayi saat persalinan.

3. Mendapatkan pemantauan rutin 

Bumil dengan HbsAg positif perlu menjalani pemantauan kehamilan yang lebih intensif, baik oleh dokter kandungan maupun dokter spesialis penyakit hati. Pemantauan ini penting dilakukan untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap stabil hingga persalinan nanti.

4. Bayi mendapatkan vaksin hepatitis B segera setelah lahir

Bayi yang lahir dari ibu dengan HbsAg positif harus segera mendapat vaksin hepatitis B dan imunoglobulin hepatitis B (HBIG) dalam waktu 12 jam setelah lahir. Kombinasi imunisasi ini sangat efektif untuk mencegah penularan virus hepatitis B dari ibu ke bayi.

5. Bayi mendapatkan vaksinasi lanjutan

Setelah mendapatkan vaksin hepatitis B dan HBIG, bayi perlu melanjutkan imunisasi hepatitis B sesuai jadwal, yaitu biasanya pada usia 1 bulan dan 6 bulan. Langkah ini sangat penting agar perlindungan bayi terhadap virus hepatitis B benar-benar maksimal dan risiko tertular di kemudian hari dapat ditekan serendah mungkin.

HbsAg positif saat hamil memang bisa membawa risiko kesehatan bagi ibu dan janin, tapi bukan berarti tidak bisa dicegah atau dikendalikan ya. Deteksi awal, pemeriksaan teratur, dan pemberian vaksin adalah kunci utama agar ibu dan bayi tetap sehat.

Kalau Bumil memiliki hasil HbsAg positif, jangan panik dahulu ya! Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER atau saat jadwal kontrol rutin untuk mendapatkan penanganan dan solusi medis terbaik. 

Selain itu, Bumil bisa sedikit tenang nih karena setelah melahirkan nanti Bumil tetap bisa menyusui Si Kecil kok. Dengan catatan, Si Kecil sudah menerima imunisasi hepatitis B sesuai anjuran dokter ya.

Jadi, jangan lewatkan jadwal kontrol kehamilan supaya kondisi kesehatan Bumil dan janin selalu terpantau dengan baik oleh dokter.