Mengonsumsi obat dengan teh sebaiknya tidak dilakukan. Pasalnya, beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan zat yang ada dalam teh. Hal ini bisa menganggu efektivitas obat serta menimbulkan efek samping.

Untuk mengurangi rasa pahit dari obat, sebagian orang kerap mengonsumsi obat dengan teh manis sebagai pengganti air putih. Padahal, beberapa jenis obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman tertentu, termasuk teh, karena dapat menimbulkan interaksi obat.

 Jangan Minum Obat dengan Teh, Ini Alasannya! - Alodokter

Perlu diketahui bahwa mengonsumsi obat-obatan tertentu dengan minuman yang mengandung kafein dapat menyebabkan obat sulit diserap oleh tubuh, kinerja obat menjadi tidak efektif dalam mengobati penyakit, serta meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat.

Nah, mengingat teh adalah salah satu minuman yang mengandung kafein, maka minum obat dengan teh sangat tidak dianjurkan.

Obat-Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Teh

Berikut ini adalah beberapa jenis obat yang tidak dianjurkan untuk diminum dengan teh:

1. Obat penurun tekanan darah

Obat penurun darah tinggi, khususnya nadolol, tidak boleh diminum dengan teh, apalagi teh hijau. Meminum obat ini dengan teh dapat mengurangi efektivitas obat dan menghambat penyerapan obat dalam tubuh. Akibatnya, tekanan darah tinggi menjadi tidak terkontrol, serta timbulnya efek samping berupa sakit kepala, kelelahan, nyeri dada, dan sulit bernapas.

2. Pil kontrasepsi

Mengonsumsi pil kontrasepsi bersamaan dengan teh hitam tidak dianjurkan, karena pil KB mengandung estrogen, dan teh mengandung senyawa kafein.

Mengonsumsi keduanya secara bersamaan berisiko mengurangi kecepatan tubuh dalam mengolah kafein, sehingga menyebabkan peningkatan detak jantung, sakit kepala, dan gangguan kecemasan.

3. Obat depresi dan penyakit jantung

Terdapat sejumlah ramuan teh yang digunakan untuk mengatasi depresi, salah satunya adalah teh herbal St. John’s Wort. Sayangnya, mengonsumsi obat antidepresan bersamaan dengan ramuan teh ini bisa memicu lonjakan kadar serotonin dalam tubuh, yang bisa menyebabkan efek samping berupa gelisah, menggigil, hingga masalah jantung.

Selain obat antidepresan, obat pengecer darah, dan beberapa jenis obat untuk penyakit jantung, seperti dixogin, juga tidak boleh dikonsumsi dengan teh. Ini karena kandungan teh dapat menghambat penyerapan obat dalam tubuh, sehingga obat tidak bekerja efektif. Selain itu, obat yang dikonsumsi bersamaan dengan teh panas juga dapat mengalami kerusakan pada struktur kimiawinya, sehingga tidak dapat bekerja dengan baik.

4. Obat Asma

Obat asma jenis bronkodilator disarankan untuk tidak dikonsumsi dengan teh. Ini karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping, berupa gugup dan jantung berdetak kencang.

5. Adenosine

Adenosine adalah bahan yang digunakan dalam pemeriksaan kondisi jantung. Setidaknya satu hari sebelum menjalani tes, pasien diharapkan untuk tidak mengonsumsi apa pun yang mengandung kafein, termasuk teh. Kafein di dalam teh diduga dapat membatasi pengaruh adenosine.

6. Antibiotik

Beberapa jenis antibiotik, seperti enoxacin dan ciprofloxacin, akan menyebabkan tubuh menjadi lebih lambat memetabolisme kafein, sehingga kafein lebih lama dikeluarkan dari tubuh. Oleh karenanya, meminum obat tersebut dengan teh dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti sakit kepala, peningkatan detak jantung, dan serangan cemas.

7.  Clozapine

Clozapine merupakan obat untuk mengatasi gejala psikosis. Mengonsumsinya bersamaan dengan teh hitam dapat meningkatkan risiko munculnya efek samping dari obat ini. Selain itu, kafein pada teh hitam diduga dapat mengurangi kecepatan tubuh dalam memecah clozapine.

8. Ephedrine

Ephedrine memiliki sifat sebagai bronkodilator dan dekongestan, yakni obat untuk melegakan pernapasan pada kondisi sesak napas ataupun hidung tersumbat.

Meminum ephedrine dengan teh sangat tidak dianjurkan, karena kafein dan ephedrine merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan kerja sistem saraf. Jika kedua zat ini dikonsumsi bersamaan, dapat muncul efek samping yang serius. Salah satunya adalah gangguan jantung.

9. Obat antikoagulan

Obat antikoagulan adalah obat untuk menghambat pembekuan darah yang digunakan dalam pengobatan penyakit jantung dan stroke. Minum obat ini dengan teh tidak dianjurkan, karena keduanya sama-sama dapat memperlambat pembekuan darah, sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan dan memar.

Guna mencegah terjadinya efek samping dan reaksi interaksi obat yang merugikan, Anda dihimbau untuk mengonsumsi obat dengan benar. Berikut ini adalah beberapa panduan penggunaan obat yang aman:

  • Ketika dokter meresepkan obat, pastikan Anda sudah memahami aturan dan cara meminumnya dan mengetahui kemungkinan efek sampingnya. Jika ada yang tidak jelas, langsung tanyakan kepada dokter yang meresepkan obat atau pada apoteker tempat Anda menerima obat.
  • Jika mengonsumsi obat bebas, baca aturan pakai, peringatan, serta kemungkinan efek samping yang tertera pada label.
  • Selalu minum obat dengan segelas air putih, kecuali jika dokter menyarankan untuk mengonsumsi obat tersebut dengan makanan atau minuman lainnya.
  • Hindari minum obat dengan teh manis, apalagi minuman beralkohol atau produk herbal.

Teh memang memiliki kebaikan untuk kesehatan tubuh, tetapi sangat tidak disarankan untuk diminum bersama obat atau suplemen. Segera hentikan konsumsi obat dan temui dokter apabila kondisi Anda memburuk atau timbul efek samping berbahaya setelah mengonsumsi obat dengan teh.