Amonia tanpa disadari dapat dengan mudah ditemukan di berbagai produk rumah tangga. Bila sering terhirup atau terkena kulit, senyawa ini bisa berbahaya bagi kesehatan, terutama untuk ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mewaspadai beragam produk yang mengandung amonia.

Amonia adalah senyawa kimia berbentuk gas, tidak berwarna, dan berbau sangat tajam. Senyawa ini sulit dihindari karena banyak digunakan sebagai bahan campuran untuk produk pembersih rumah tangga, pewarna rambut, dan cat dinding.

3 Produk Amonia yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil - Alodokter

Terlalu sering terpapar amonia bisa menyebabkan peradangan dan rasa seperti terbakar di kulit maupun mata. Paparan amonia bahkan dapat memicu iritasi di mata, mulut, hidung, tenggorokan, dan paru-paru bila sampai tertelan atau terhirup.

Siapa saja, termasuk ibu hamil, rentan terpapar amonia dari produk-produk yang sering digunakan di rumah. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui berbagai produk yang mengandung amonia dan cara aman menggunakannya.

Beragam Produk Berbahan Amonia dan Cara Aman Menggunakannya

Berikut ini adalah beberapa produk berbahan amonia yang perlu diketahui ibu hamil dan cara aman menggunakannya:

1. Amonia pada pewarna rambut

Produk pewarna rambut menggunakan amonia sebagai salah satu bahan bakunya. Kandungan amonia yang cukup tinggi umumnya terkandung di dalam produk pewarna rambut permanen, sedangkan pewarna rambut semipermanen biasanya mengandung amonia dengan kadar yang lebih rendah.

Produk pewarna rambut bekerja dengan cara membuka lapisan kutikula rambut supaya bahan pewarna dapat dengan mudah meresap dan tahan lama atau tidak mudah luntur.

Meski bisa mempercantik rambut, produk pewarna rambut tidak dianjurkan untuk digunakan secara terus-menerus. Dalam jangka panjang, penggunaan produk tersebut bisa membuat rambut menjadi rusak, kusam, dan mudah rontok.

Untuk ibu hamil, mewarnai rambut sesekali boleh-boleh saja. Namun, Bumil sebaiknya mewarnai rambut menggunakan produk pewarna rambut yang bebas amonia atau mengandung bahan alami, seperti henna.

Selain itu, Bumil juga dianjurkan untuk melakukannya setelah usia kehamilan memasuki trimester kedua guna meminimalkan paparan zat kimia pada janin. Ketika mewarnai rambut, berikut ini adalah hal-hal yang perlu Bumil perhatikan:

  • Pastikan tempat atau ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik saat mewarnai rambut.
  • Gunakan sarung tangan sebelum menggunakan pewarna rambut.
  • Hindari mencampur produk pewarna rambut yang berbeda jenis atau merek.
  • Oleskan pewarna rambut secukupnya hanya pada helai rambut untuk mengurangi risiko terserap kulit kepala.
  • Bilas rambut dengan air hingga bersih setelah dioleskan pewarna.

2. Amonia pada bahan pembersih

Produk pembersih lantai dan perabot umumnya mengandung amonia dalam kadar yang rendah dan tergolong aman. Namun, ada beberapa hal yang perlu Bumil perhatikan saat membersihkan rumah menggunakan produk pembersih berbahan amonia, antara lain:

  • Buka jendela atau pintu saat sedang membersihkan rumah atau perabotan agar terjadi pertukaran udara, serta mencegah aroma amonia terjebak dalam ruangan dan terhirup.
  • Gunakan produk sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada label kemasan.
  • Gunakan sarung tangan saat menggunakan produk pembersih karena kulit biasanya menjadi lebih sensitif saat hamil.
  • Cuci tangan setelah menggunakan produk pembersih dengan sabun dan air mengalir.
  • Hindari mencampurkan produk pembersih yang mengandung amonia dengan pemutih.
  • Keluar ruangan sejenak bila merasa pusing atau mual.

Jika memungkinkan, Bumil sebaiknya meminta bantuan pasangan atau anggota keluarga lain untuk membersihkan rumah. Hal ini dapat mengurangi risiko ibu hamil terpapar amonia dan mencegah kelelahan saat hamil.

3. Amonia pada cat dinding dan pernis

Bila Bumil sedang melakukan renovasi rumah, sebaiknya hindari area rumah yang baru dicat atau barang yang baru dipernis. Beberapa bahan bangunan, seperti cat dinding, tiner, dan penghapus pernis, mengandung bahan kimia berupa amonia dan klorin.

Jika terhirup dalam jumlah banyak dan dalam waktu lama, uap pelarut cat atau amonia dapat bersifat toksik dan menimbulkan keluhan, seperti pusing, mual, iritasi mata dan saluran napas, serta gangguan pernapasan. Paparan tinggi dalam ruang tertutup tanpa ventilasi yang baik tentu perlu dihindari selama kehamilan.

Namun, klaim bahwa paparan bau cat secara ringan atau sesekali dapat langsung menyebabkan keguguran atau kecacatan janin tergolong berlebihan dan hingga saat ini belum didukung oleh data medis yang kuat. Risiko umumnya berkaitan dengan paparan kimia dalam kadar tinggi, terus-menerus, dan tanpa perlindungan yang memadai.

Jika Bumil masih mengerjakan pekerjaan rumah dan menggunakan produk berbahan amonia, baca aturan pakai pada label kemasan lebih dulu dan selalu gunakan sarung tangan. Bumil juga bisa mengganti produk pembersih rumah dengan bahan lain, seperti soda kue, cuka, atau lerak, untuk meminimalkan penggunaan amonia.

Sebagai langkah pencegahan tambahan, untuk mengurangi paparan amonia selama hamil, Bumil dapat menggunakan masker dan memastikan ventilasi rumah baik, misalnya dengan membuka jendela atau menyalakan kipas angin agar sirkulasi udara lancar.

Tak hanya itu, Bumil disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi kehamilan. Jangan ragu bertanya kepada dokter bila Bumil mengalami keluhan, seperti mual, muntah, atau sesak napas, setelah terpapar produk yang dicurigai mengandung amonia.