Infeksi cacing mata adalah kondisi langka tetapi berbahaya yang terjadi ketika cacing parasit masuk dan hidup di jaringan mata. Kondisi ini bisa menyebabkan keluhan ringan hingga gangguan penglihatan serius, terutama jika tidak segera ditangani.
Infeksi cacing mata adalah kondisi ketika cacing tumbuh dan berkembang di dalam jaringan mata manusia. Proses infeksi ini biasanya dimulai dari masuknya telur atau larva cacing ke dalam tubuh, lalu bermigrasi ke mata.

Infeksi cacing mata di Indonesia memang lebih jarang dibandingkan infeksi cacing saluran pencernaan. Namun, penyakit ini tetap menjadi masalah kesehatan serius, terutama di wilayah tropis, daerah pedesaan, dan lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik.
Penyebab dan Cara Penularan Infeksi Cacing Mata
Ada beberapa jenis cacing yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi cacing mata. Di Indonesia, kondisi ini lebih sering disebabkan oleh cacing Loa loa, cacing Toxocara, serta cacing Onchocerca volvulus.
Infeksi cacing mata dapat terjadi melalui beberapa mekanisme utama, di antaranya:
- Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur atau larva cacing, seperti sayuran yang tidak dicuci bersih atau air dari sumber yang kurang higienis.
- Kontak langsung dengan tanah, kotoran hewan, atau hewan peliharaan yang mengandung telur atau larva cacing.
- Kebiasaan menyentuh atau mengucek mata dengan tangan kotor, sehingga larva atau telur cacing berpindah ke jaringan mata.
- Gigitan serangga, misalnya lalat hitam atau nyamuk, yang membawa larva cacing.
Risiko infeksi cacing mata akan lebih tinggi pada anak-anak yang sering bermain di luar tanpa alas kaki atau belum terbiasa mencuci tangan, dan pada orang yang bekerja di bidang pertanian atau peternakan karena sering bersentuhan dengan tanah dan hewan.
Gejala Infeksi Cacing Mata
Gejala infeksi cacing mata sangat bervariasi, tergantung pada jenis cacing dan tingkat keparahan infeksinya. Namun, berikut beberapa gejala yang umumnya dapat timbul akibat infeksi cacing mata:
- Mata merah dan terasa perih atau gatal
- Penglihatan kabur atau berbayang
- Kelopak mata bengkak
- Rasa seperti ada benda asing pada mata
- Sensitivitas berlebih terhadap cahaya (fotofobia)
- Mata berair atau keluar cairan bening atau nanah dari mata
- Pada infeksi berat, terkadang terdapat bintik putih atau bahkan cacing yang bergerak pada permukaan mata
Gejala infeksi cacing mata di atas biasanya muncul secara bertahap. Jika tidak segera diobati, kondisi ini bisa berlanjut menjadi peradangan kronis, kerusakan saraf mata, sampai kehilangan penglihatan.
Penanganan Infeksi Cacing Mata
Penanganan infeksi cacing mata perlu dilakukan secepat mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi. Namun, sebelum memberikan penanganan, dokter akan memastikan diagnosa infeksi cacing mata dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Pemeriksaan lampu slit (slit lamp exam) untuk melihat langsung jaringan mata secara detail.
- Tes darah, guna mendeteksi tanda-tanda infeksi atau respons imun terhadap jenis cacing tertentu.
- Pemeriksaan laboratorium pada cairan atau jaringan mata jika diperlukan.
Tak hanya itu, dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan tambahan jika diduga ada penyebaran infeksi cacing mata ke jaringan tubuh lain. Jika pasien sudah dipastikan terkena infeksi cacing mata, dokter kemudian akan memberikan beberapa penanganan untuk mengobati infeksi, seperti:
1. Pemberian obat antiparasit
Untuk menangani infeksi cacing mata, dokter biasanya akan meresepkan obat antiparasit sesuai dengan jenis cacing yang menyebabkan infeksi cacing mata, misalnya, ivermectin atau albendazole.
Obat-obatan tersebut nantinya akan bekerja dengan cara membunuh cacing atau menghambat perkembangbiakannya di dalam mata. Dosis serta lama pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi penderita dan hasil pemeriksaan dokter.
2. Pemberian obat tetes mata
Selain meresepkan obat antiparasit, dokter juga biasanya akan meresepkan obat tetes mata golongan kortikosteroid untuk membantu meredakan peradangan pada mata akibat infeksi cacing mata.
Jika ditemukan tanda-tanda infeksi bakteri sekunder, misalnya mata bernanah atau keluar cairan berlebihan, dokter juga akan menambahkan obat tetes antibiotik untuk mencegah komplikasi lanjutan dan mempercepat penyembuhan.
3. Pengeluaran cacing secara manual
Jika cacing terlihat berada di permukaan mata, misalnya di bawah konjungtiva atau menempel di bagian luar bola mata, dokter bisa melakukan tindakan pengambilan cacing atau larva dengan alat khusus yang steril. Tujuannya adalah untuk mengurangi gejala, mencegah kerusakan struktur mata, serta mempercepat proses pemulihan.
Sebelum melakukan prosedur ini, dokter biasanya akan memberikan bius lokal sehingga pasien tetap nyaman dan tidak merasakan nyeri saat dokter mengeluarkan cacing dari permukaan mata.
Selama proses pengobatan, pasien akan diminta untuk melakukan kontrol ulang secara berkala ke dokter mata. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh cacing sudah berhasil dieliminasi atau dikeluarkan, serta memantau proses penyembuhan jaringan mata.
Jika diperlukan, terutama pada kasus infeksi cacing mata yang parah, dokter akan menyarankan pasien untuk rawat inap untuk memudahkan dokter melakukan pemantauan sehingga risiko terjadinya kerusakan mata permanen atau infeksi menyebar ke organ lain bisa dicegah..
Pemantauan ini sangat penting, terutama jika infeksi cacing mata terjadi pada anak-anak atau orang dengan daya tahan tubuh lemah.
Pencegahan dan Cara Mengurangi Risiko Infeksi Cacing Mata
Langkah pencegahan sangat penting, terutama untuk masyarakat yang tinggal di daerah endemis atau memiliki risiko tinggi, seperti pekerja lapangan dan anak-anak aktif. Upaya yang dapat dilakukan antara lain:
- Mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh wajah, terutama mata
- Menggunakan pelindung mata saat beraktivitas di kebun, sawah, atau daerah banyak serangga
- Mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah dicuci bersih atau dimasak sampai matang
- Menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan hewan peliharaan mendapatkan obat cacing secara berkala
- Menghindari mengucek atau menggosok mata, terutama jika tangan dalam keadaan kotor dan belum dibersihkan
Infeksi cacing mata memang jarang terjadi, tetapi risikonya tidak boleh diabaikan, terutama bagi Anda yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik atau bekerja di luar ruangan.
Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala, seperti mata merah yang menetap, nyeri pada mata, kelopak mata bengkak, keluar cairan abnormal, atau terdapat benda asing seperti cacing atau bintik putih di mata, segera periksakan diri ke dokter karena bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami infeksi cacing mata.
Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk memperoleh jawaban cepat dan penanganan awal untuk infeksi cacing mata. Pasalnya, penanganan dini sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi berat, termasuk risiko kebutaan.