Sanitasi merupakan aspek penting yang sayangnya masih sering diabaikan oleh masyarakat. Padahal, sanitasi yang buruk dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga penyebaran penyakit menular. Karena itu, penerapan sanitasi sebaiknya dimulai dari kesadaran dan perubahan perilaku diri sendiri.

Sanitasi dapat diartikan sebagai kemampuan menjaga kebersihan dan tempat buang air yang layak. Sanitasi juga mengacu pada pemeliharaan kondisi higienis melalui layanan, seperti pengumpulan sampah, pengolahan dan pembuangan air limbah, serta pengelolaan limbah berbahaya industri.

Sanitasi, Langkah Awal Kesehatan Diri dan Cara Menerapkannya - Alodokter

Jenis-Jenis Sanitasi

Sanitasi ternyata tidak hanya soal kebersihan kamar mandi atau tempat buang air saja. Ada berbagai jenis sanitasi yang berperan besar dalam mendukung pola hidup sehat, baik di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun lingkungan sekitar. Memahami jenis-jenis sanitasi berikut dapat membantu Anda menjaga diri dan keluarga tetap sehat setiap hari:

1. Sanitasi lingkungan

Meliputi pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah cair, pengendalian hewan pembawa penyakit (seperti lalat dan tikus), serta penataan drainase agar lingkungan bebas genangan air dan bau tidak sedap.

2. Sanitasi air

Berfokus pada penyediaan air bersih yang layak minum dan bebas dari pencemaran. Air bersih sangat penting untuk mandi, mencuci, dan konsumsi sehari-hari.

3. Sanitasi makanan dan minuman

Melibatkan pengolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan serta minuman yang higienis agar terhindar dari kontaminasi kuman atau bahan berbahaya.

4. Sanitasi pribadi

Menekankan pada kebiasaan perawatan diri, seperti mandi rutin, rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan mulut dan kuku, serta mencuci pakaian secara teratur.

Manfaat Sanitasi yang Baik

Menerapkan sanitasi yang baik bukan sekadar rutinitas menjaga kebersihan, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan tubuh dan kualitas hidup keluarga. Berikut ini ragam manfaat yang bisa Anda rasakan langsung ketika sanitasi diterapkan dengan benar:

  • Melindungi Anda dan keluarga dari berbagai penyakit infeksi, seperti diare, tifus, hepatitis, atau cacingan
  • Mengurangi risiko penularan penyakit di lingkungan padat penduduk
  • Mendukung tumbuh kembang anak dengan mencegah stunting akibat infeksi berulang
  • Menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan produktif untuk beraktivitas sehari-hari

Penerapan Sanitasi yang Mudah Dilakukan

Sanitasi yang buruk sangat berhubungan erat dengan penularan beragam penyakit seperti kolera, diare, disentri, hepatitis A, tifus, polio, cacingan, skistosomiasis, trakhoma, dan kekurangan gizi.

Untuk mendukung sanitasi dan kebersihan yang baik di lingkungan, Anda bisa memulainya dari diri sendiri dengan menerapkan langkah-langkah berikut ini:

1. Rutin mencuci tangan

Menjaga sanitasi dan kebersihan bisa dimulai dengan rutin mencuci tangan setelah buang air, setelah keluar dari kamar mandi, atau setelah bersentuhan dengan cairan tubuh lain, seperti urine, muntah, kotoran hidung, atau air liur.

Selain itu, cucilah tangan setiap sebelum dan sesudah makan, serta setelah menggunakan kendaraan atau fasilitas umum. Mencuci tangan dengan tepat menggunakan sabun dan air mengalir dapat mengurangi risiko terserang diare.

2. Rutin membersihkan kamar mandi

Sanitasi kamar mandi perlu selalu dijaga dengan rutin dibersihkan minimal 1 kali dalam sebulan. Anda bisa menggunakan bahan pembersih yang sesuai untuk mengusir kuman-kuman dalam kamar mandi, mulai dari bak, toilet, wastafel, pancuran (shower), dinding, dan lantai kamar mandi.

3. Menghindari menumpuk sampah

Pengelolaan sampah sebenarnya tidak hanya bagian dari tugas otoritas daerah setempat, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat secara keseluruhan. Anda bisa mulai dari hal yang kecil terlebih dahulu, seperti membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu, perlu adanya pengaturan pembuangan sampah, baik di dalam maupun luar rumah agar tidak bertumpuk. Hal itu karena menumpuk sampah memicu timbulnya penyakit.

4. Menjaga kebersihan diri

Menjaga sanitasi dan kebersihan diri tidak hanya dengan mandi setiap hari, tetapi juga selalu mencuci pakaian setelah dikenakan, membersihkan makanan dan minuman yang dikonsumsi, menjaga kebersihkan lingkungan, dan menjalani pola hidup sehat.

Sanitasi menjadi salah satu bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah penularan berbagai penyakit. Itulah mengapa setiap orang diharapkan memiliki akses sanitasi yang memadai.

Untuk mencapai sanitasi yang baik diperlukan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat dengan menerapkan beberapa langkah sanitasi di atas. Anda juga dianjurkan untuk tetap waspada dan berkonsultasi ke dokter bila mengalami beberapa keluhan, seperti diare atau pilek, yang tak kunjung membaik.

Konsultasi bisa dilakukan kapan dan di mana saja melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.