Infeksi paru-paru apakah menular menjadi pertanyaan yang sering muncul, terutama saat ada anggota keluarga atau teman yang mengalami kondisi ini. Penularan infeksi paru juga penting diketahui agar Anda bisa memahami cara melindungi diri serta keluarga.

Infeksi paru-paru atau pneumonia bisa disebabkan oleh berbagai jenis kuman, mulai dari virus, bakteri, hingga jamur. Jenis infeksi dan cara penularannya pun tidak selalu sama, sehingga infeksi paru-paru apakah menular sangat bergantung pada penyebabnya.

Infeksi Paru-Paru Apakah Menular? Ini Fakta dan Cara Pencegahannya - Alodokter

Oleh karena itu, penting untuk waspada karena infeksi paru-paru dapat memberi risiko lebih tinggi pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah. 

Memahami bagaimana penularan infeksi paru-paru dapat membantu Anda mengambil langkah pencegahan yang lebih efektif untuk melindungi diri dan orang di sekitar.

Infeksi Paru-Paru Apakah Menular?

Sebagian besar infeksi paru-paru memang bisa menular, terutama jika disebabkan oleh virus atau bakteri. Penularan terjadi ketika seseorang menghirup percikan air liur yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Namun, tidak semua infeksi paru-paru bersifat menular. Infeksi yang berasal dari jamur, umumnya tidak menular antar manusia. 

Selain itu, penularan infeksi paru-paru juga dapat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh. Pasalnya, orang dengan imunitas yang lebih lemah cenderung lebih mudah tertular jika terpapar kuman penyebab infeksi paru-paru.

Nah, berikut adalah beberapa jenis infeksi paru-paru yang dapat menular dari satu orang ke orang lain:

1. Pneumonia akibat virus

Pneumonia akibat virus merupakan infeksi paru-paru yang sering menular. Infeksi paru-paru ini biasanya disebabkan oleh virus influenza, virus corona (COVID-19), atau human metapneumovirus (HMPV). Penularannya terjadi ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara sehingga virus menyebar melalui udara dalam bentuk droplet. 

Orang yang menghirup droplet ini dapat tertular dan mengalami gejala, seperti batuk, demam, lemas, dan sesak napas. Penularan biasanya lebih mudah terjadi di lingkungan yang padat, tertutup, atau kurang higienis.

2. Pneumonia akibat bakteri

Penyebab pneumonia lainnya adalah infeksi bakteri, misalnya Streptococcus, Haemophilus influenzae, dan Klebsiella pneumoniae. Pneumonia akibat bakteri juga dapat menular melalui droplet dari batuk atau bersin penderita. Orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti anak-anak, lansia, atau penderita penyakit tertentu, lebih rentan tertular bakteri ini. 

Gejala yang muncul bisa berupa batuk berdahak, demam tinggi, nyeri dada, hingga sesak napas. 3

3. TBC paru (tuberkulosis paru)

TBC adalah salah satu infeksi paru-paru yang sangat menular. Penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menular melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Seseorang yang terpapar bakteri ini bisa langsung tertular, apalagi jika sering berada satu ruangan atau kontak erat dengan penderita tanpa perlindungan masker. 

Gejala TBC paru biasanya berupa batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, terkadang batuk berdarah, demam, keringat berlebih pada malam hari, dan berat badan turun tanpa sebab jelas. 

Itulah beberapa kondisi infeksi paru yang dapat menular. Sementara itu, infeksi paru-paru akibat jamur, alergi, atau paparan bahan kimia umumnya tidak menular dari satu orang ke orang lain. 

Selain jenis penyebab infeksi paru-paru apakah menular, daya tahan tubuh juga sangat berpengaruh dalam menentukan risiko penularan infeksi paru-paru.

Mencegah Penularan Infeksi Paru-Paru

Agar Anda dan keluarga tetap terlindungi dari risiko tertular infeksi paru-paru, berikut beberapa langkah pencegahannya:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah penyebaran kuman.
  • Memakai masker saat berada di tempat umum atau ketika sedang batuk pilek.
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin supaya droplet tidak menyebar ke udara.
  • Mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan rutin berolahraga
  • Melengkapi vaksinasi sesuai anjuran dokter.

Infeksi paru-paru memang berpotensi menular, terutama jika disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyebar melalui udara. Oleh karena itu, vaksin TBC menjadi salah satu vaksin yang wajib diberikan sejak masih anak-anak. Begitu pula dengan pemberian vaksin pneumonia (PCV) dan vaksin influenza guna mencegah penularan infeksi paru-paru pada kelompok rentan.

Selain vaksinasi, penting juga untuk menjaga kebersihan diri, memakai masker, dan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga risiko penularan bisa berkurang. 

Apabila ada anggota keluarga yang mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh hingga lebih dari 2 minggu, demam tinggi, atau sesak napas yang tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selalu waspada terhadap gejala infeksi paru-paru, terutama jika Anda tinggal bersama penderita atau berada di lingkungan berisiko. 

Jangan ragu untuk gunakan fitur Chat Bersama Dokter jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang infeksi paru-paru apakah menular, mengenali gejala, atau mencari cara terbaik melindungi diri dan keluarga dari masalah kesehatan ini.