Influenza B adalah infeksi saluran pernapasan akut akibat virus influenza tipe B. Penyakit infeksi ini ditandai dengan demam mendadak, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Meskipun umumnya tidak separah influenza A, influenza B tetap dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani.
Virus influenza B mudah menyebar melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi lewat kontak dengan penderita atau permukaan benda yang terkontaminasi virus ini. Influenza B dapat terjadi kapan saja, dan kasusnya sering meningkat saat perubahan cuaca atau musim hujan.

Pada kelompok tertentu, seperti anak-anak, lansia, atau penderita penyakit kronis, influenza B yang tidak tertangani dapat menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi yang bisa terjadi, misalnya pneumonia atau miokarditis.
Penyebab Influenza B
Penyebab influenza B adalah infeksi virus influenza tipe B. Sumber penularan utama virus influenza tipe B adalah manusia karena virus ini hanya menginfeksi manusia. Akan tetapi, pada kasus tertentu, infeksi virus influenza tipe B juga ditemukan pada anjing laut.
Meski dapat terjadi pada siapa saja, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena influenza B, yaitu:
- Bayi di bawah 5 tahun (balita) atau lanjut usia (lansia) di atas 65 tahun
- Ibu hamil dan hingga 2 minggu setelah melahirkan
- Orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat HIV/AIDS, kanker, atau sedang menjalani terapi dengan imunosupresan
- Obesitas
- Penderita penyakit kronis, seperti asma, PPOK, penyakit jantung, atau diabetes
Gejala Influenza B
Gejala influenza B umumnya muncul sekitar 1–4 hari setelah seseorang terpapar virus. Keluhan yang sering terjadi antara lain:
- Demam tinggi (>38°C), yang timbul mendadak dan bisa berlangsung hingga 4 hari
- Menggigil
- Batuk parah
- Pilek atau hidung tersumbat
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala parah
- Nyeri otot dan sendi
- Kelelahan ekstrem
- Nyeri perut atau diare
- Mual atau muntah
- Hilang nafsu makan
Pada penderita asma, influenza B dapat memperburuk gejala dan bahkan memicu serangan asma.
Kapan harus ke dokter
Jangan tunda untuk segera ke dokter jika Anda atau anak Anda memiliki kondisi atau mengalami keluhan berikut:
- Demam tinggi (>38°C) tidak turun lebih dari 3 hari, atau disertai kejang
- Sulit bernapas, napas cepat, atau sesak napas
- Bibir atau kulit tampak kebiruan
- Penurunan kesadaran, lemas berat, atau linglung
- Terdapat penyakit penyerta, seperti asma, jantung, atau daya tahan tubuh lemah dan gejala memburuk
Untuk gejala ringan, seperti batuk, pilek, serta demam tanpa sesak napas atau dehidrasi, Anda dapat berkonsultasi melalui lewat Chat Bersama Dokter. Melalui chat, dokter bisa memberikan saran, meresepkan obat, atau merujuk ke rumah sakit bila diperlukan konsultasi langsung atau pemeriksaan lebih lanjut.
Diagnosis Influenza B
Diagnosis influenza B umumnya ditegakkan berdasarkan gejala yang timbul dan pemeriksaan fisik. Pada kasus tertentu atau kondisi berat, dokter dapat melakukan tes tambahan, seperti:
- RT-PCR (real time polymerase chain reaction) dan tes antigen cepat, untuk mendeteksi virus influenza, dengan cara mengambil sampel usap dari hidung atau tenggorokan
- Tes darah lengkap, untuk mencari tanda-tanda infeksi dan respons tubuh terhadap peradangan yang dapat terjadi pada influenza B
- Rontgen dada, untuk melihat kondisi paru-paru jika dicurigai ada komplikasi pada organ tersebut
Tes laboratorium biasanya dilakukan pada pasien yang berisiko tinggi terkena komplikasi atau membutuhkan rawat inap. Dengan begitu, dokter dapat memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.
Pengobatan Influenza B
Sebagian besar kasus influenza B yang ringan bisa sembuh sendiri dengan perawatan mandiri. Sejumlah upaya yang bisa dilakukan penderita influenza B untuk mempercepat pemulihan antara lain:
- Beristirahat atau tidur yang cukup
- Mengonsumsi cairan yang banyak, termasuk air putih atau kaldu sup
- Mengonsumsi obat penurun demam dan nyeri yang mengandung paracetamol, seperti Sanmol atau bodrex Demam
Pada pasien dengan gejala berat, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus, untuk mempercepat pemulihan dan mencegah terjadinya komplikasi.
Komplikasi Influenza B
Influenza B yang tergolong berat dan tidak segera ditangani dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:
- Pneumonia
- Infeksi telinga tengah (otitis media)
- Sinusitis
- Dehidrasi berat
- Miokarditis
- Perburukan penyakit kronis, seperti asma, gagal jantung, atau diabetes
- Ensefalitis
Pencegahan Influenza B
Pencegahan influenza B dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
- Vaksin influenza tahunan, atau sesuai saran dokter, terutama pada kelompok yang berisiko terinfeksi
- Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air bersih
- Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami penyakit menular, misalnya flu
- Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, dan segera buang tisu ke tempat sampah yang tertutup
- Konsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup untuk menjaga daya tahan tubuh