Ingus berwarna merah adalah kondisi yang bisa muncul saat hidung mengalami iritasi ringan atau pembuluh darah kecil di dalamnya pecah. Perubahan warna ingus menunjukkan adanya darah yang bercampur dengan lendir di dalam hidung. Meski tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diwaspadai ya, terutama bila terjadi berulang atau disertai keluhan lain.
Ingus berwarna merah terjadi karena adanya iritasi pada lapisan dalam hidung yang menyebabkan pembuluh darah kecil pecah dan bercampur dengan lendir. Kondisi ini dapat dipicu oleh udara kering, kebiasaan mengorek hidung, pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan ringan. Tidak hanya itu, meniup hidung terlalu kuat juga dapat memicu keluarnya darah lho.
Pada umumnya, ingus berwarna merah tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih berat, seperti infeksi, iritasi parah, atau gangguan pembekuan darah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebabnya supaya penanganan bisa dilakukan dengan cepat.
Ini Penyebab Ingus Berwarna Merah
Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan ingus berwarna merah, di antaranya:
1. Udara kering
Udara kering, baik karena cuaca panas, musim hujan tertentu, maupun ruangan ber-AC, dapat membuat lapisan dalam hidung kehilangan kelembapannya. Saat kondisi ini terjadi, pembuluh darah kecil di hidung menjadi rapuh dan mudah pecah. Akibatnya, lendir yang keluar bisa bercampur dengan darah dan tampak sebagai ingus berwarna merah.
Selain itu, perubahan suhu ekstrem juga dapat membuat pembuluh darah di dalam hidung menyempit lalu melebar secara tiba-tiba, sehingga lebih mudah pecah dan memicu ingus berwarna merah.
2. Iritasi hidung
Iritasi hidung bisa terjadi akibat sering mengorek hidung, terlalu sering mengusap atau membersihkan hidung, hingga terpapar asap atau bahan kimia tertentu. Gesekan berulang dan paparan zat iritan ini bisa melukai jaringan halus di dalam hidung.
Nah, ketika pembuluh darah kecil mengalami iritasi atau luka, darah dapat keluar dan bercampur dengan lendir, sehingga menyebabkan ingus berwarna merah.
3. Mengeluarkan ingus terlalu kuat
Saat Anda sedang pilek atau alergi, keinginan untuk membuang lendir di hidung biasanya sangat kuat. Jika Anda meniup hidung terlalu keras saat mengeluarkan ingus, tekanan besar bisa menyebabkan pembuluh darah kecil pecah. Inilah yang membuat ingus berwarna merah, terutama jika kebiasaan tersebut dilakukan berulang kali.
4. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)
Infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau pilek sering menyebabkan peradangan di hidung. Kondisi ini membuat dinding dalam hidung lebih rapuh dan sensitif. Saat peradangan terjadi, pembuluh darah di hidung mudah pecah dan bercampur dengan lendir, sehingga ingus berwarna merah bisa muncul selama Anda mengalami ISPA.
5. Sinusitis
Sinusitis adalah peradangan pada sinus, yaitu rongga di sekitar hidung, mata, dan pipi. Saat sinus mengalami peradangan akibat infeksi atau alergi, pembuluh darah kecil di lapisan mukosa menjadi rapuh. Kondisi ini membuat darah mudah keluar dan bercampur dengan lendir hidung.
Oleh karena itu, pada beberapa kasus sinusitis, ingus bisa tampak berwarna merah atau bercampur darah. Nah, perdarahan ini biasanya bersifat ringan dan terjadi saat lendir menumpuk atau saat bersin.
6. Alergi
Alergi dapat menyebabkan hidung terasa gatal, tersumbat, dan berair. Akibatnya, penderita alergi cenderung sering menggosok atau meniup hidung, sehingga selaput lendir menjadi makin rawan luka. Kondisi ini dapat membuat pembuluh darah kecil di hidung mudah pecah dan akhirnya menyebabkan ingus berwarna merah.
7. Cedera hidung
Cedera hidung, baik karena terbentur, jatuh, atau terkena benda keras dapat melukai bagian dalam hidung. Luka ini dapat merusak pembuluh darah kecil di hidung sehingga darah keluar dan bercampur dengan lendir. Akibatnya, ingus yang keluar dapat tampak berwarna merah atau merah muda meskipun cedera yang dialami terlihat ringan.
8. Penggunaan obat semprot hidung berlebihan
Obat semprot hidung memang membantu melegakan pernapasan, tapi jika digunakan terlalu sering atau tidak sesuai anjuran bisa menyebabkan iritasi lho. Nah, selaput lendir di hidung bisa menjadi kering dan rusak, sehingga ingus berwarna merah lebih mudah muncul. Oleh karena itu, selalu gunakan obat semprot hidung sesuai rekomendasi dokter ya.
9. Tekanan darah tinggi
Pada beberapa orang, tekanan darah tinggi bisa membuat pembuluh darah di seluruh tubuh lebih mudah pecah, termasuk di hidung. Ketika hal ini terjadi, darah dapat keluar dan bercampur dengan lendir, sehingga memunculkan ingus berwarna merah, terutama saat hidung mengalami iritasi.
10. Gangguan pembekuan darah
Gangguan pembekuan darah membuat tubuh lebih sulit menghentikan perdarahan, termasuk di area hidung. Akibatnya, perdarahan ringan yang seharusnya cepat berhenti bisa berlangsung lebih lama dan bercampur dengan lendir. Kondisi ini dapat menyebabkan ingus berwarna merah muncul lebih sering dan perlu diperhatikan secara khusus.
Meski jarang terjadi, ingus berwarna merah juga bisa menjadi tanda adanya tumor, polip, atau infeksi berat pada hidung dan sinus. Oleh karena itu, kondisi ini perlu diwaspadai apabila disertai perdarahan yang sering berulang, nyeri hebat, atau keluhan lain yang tidak kunjung membaik.
11. Kanker
Kanker hidung atau kanker nasofaring terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali di area hidung atau tenggorokan bagian atas. Pertumbuhan tumor ini dapat menekan atau merusak pembuluh darah di sekitarnya, sehingga darah mudah keluar dan bercampur dengan ingus.
Berbeda dengan sinusitis, perdarahan akibat kanker bisa muncul secara spontan tanpa adanya iritasi atau infeksi sebelumnya. Selain ingus berwarna merah, penderita mungkin juga mengalami hidung tersumbat terus-menerus, nyeri wajah, pembengkakan leher, atau telinga terasa penuh.
Cara Mengatasi dan Mencegah Ingus Berwarna Merah
Agar hidung tetap sehat dan ingus berwarna merah tidak terus muncul, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi sekaligus mencegahnya. Berikut caranya:
- Menjaga kelembapan hidung dengan menggunakan humidifier di ruangan, menyemprotkan saline spray, atau menghirup uap hangat
- Menghindari kebiasaan mengorek atau membersihkan hidung terlalu keras
- Mengeluarkan ingus secara perlahan tanpa memberi tekanan berlebih
- Memperbanyak minum air putih agar lendir tetap encer dan hidung tidak mudah kering
- Mengurangi paparan udara kering, debu, asap rokok, dan polusi yang bisa mengiritasi hidung
- Menggunakan obat semprot hidung sesuai aturan dokter
- Menangani penyebab dengan menghindari pemicunya mendasar seperti alergi, infeksi, atau tekanan darah tinggi
- Istirahat cukup untuk membantu pemulihan jaringan hidung
Selain itu, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau gangguan pembekuan darah, jangan lupa untuk selalu melakukan kontrol rutin ke dokter ya. Hal ini agar kondisi kesehatan tetap terpantau dengan baik, sehingga risiko terjadinya ingus berwarna merah bisa dicegah.
Sebenarnya, ingus berwarna merah umumnya tidak berbahaya jika hanya terjadi sesekali dan dalam jumlah sedikit. Namun, kondisi ini tetap perlu Anda perhatikan, apalagi bila sering muncul atau disertai keluhan lain yang mengganggu. Dengan memahami penyebab dan cara pencegahannya, Anda bisa menjaga kesehatan hidung dan mengurangi risiko komplikasi.
Namun, jika darah dalam ingus muncul terus-menerus dalam jumlah banyak dan disertai gejala lainnya, seperti demam tinggi, nyeri hebat di wajah atau kepala, serta pembengkakan wajah, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter ya, agar mendapatkan penanganan secara menyeluruh.
Jika masih ragu, Anda juga dapat menggunakan layanan Chat di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan arahan yang sesuai.
