Ada kalanya Bunda terlalu lelah sehingga sulit menyusui bayi sambil duduk. Namun, Bunda tidak perlu khawatir. Menyusu sambil tidur ternyata juga bermanfaat bagi ibu dan bayi. Apa saja manfaatnya? Simak pembahasan berikut ini.

Menyusui adalah proses yang alami dan dapat menyehatkan. Namun, aktivitas ini ternyata membutuhkan banyak latihan agar ibu dan bayi sama-sama nyaman dan dapat menjalaninya dengan lancar.

Manfaat Menyusu Sambil Tidur atau Berbaring - Alodokter

Posisi menyusui yang tidak nyaman berdampak pada proses pelekatan yang tidak tepat. Selain membuat Si Kecil sulit mengisap, hal ini juga bisa membuat Bunda mengalami puting lecet.

Manfaat Menyusu Sambil Tidur

Posisi menyusu sambil tidur cocok dilakukan, terutama saat Bunda berniat menidurkan Si Kecil. Posisi ini dilakukan dengan cara berbaring menyamping dan meletakkan bantal untuk menyangga kepala Bunda.

Posisikan kepala Si Kecil mendekati payudara agar dia bisa membuka mulut lebar-lebar. Bila perlu, Bunda dapat menyangga kepala dengan satu tangan dan meletakkan guling kecil di belakang punggung Si Kecil agar lebih nyaman.

Pastikan posisi telinga, bahu, dan pinggul Si Kecil dalam posisi sejajar dan tidak tertekuk. Selain itu, usahakan agar kakinya menyentuh tubuh Bunda. Bunda bisa menekuk kaki dan menempatkan bantal di antara kedua lutut Bunda.

Menyusu sambil tidur memiliki kelebihan dan manfaat sebagai berikut:

1. Tidak perlu beranjak dari tempat tidur

Posisi menyusu sambil tidur tepat dilakukan saat Bunda sedang tidak fit atau sedang menjalani perawatan di rumah sakit, sehingga Bunda bisa menyusui Si Kecil tanpa perlu beranjak dari tempat tidur.

Posisi menyusu sambil tidur juga nyaman dilakukan saat Si Kecil terbangun tengah malam karena lapar. Jika Bunda menggunakan bantal untuk menyangga kepala, pastikan letaknya tidak terlalu dekat dengan kepala atau wajah Si Kecil.

2. Tidak menekan luka operasi caesar

Posisi menyusu sambil tidur ideal bagi Bunda yang melahirkan dengan cara operasi caesar. Pada posisi ini, bayi tidak menekan bekas luka operasi sehingga Bunda tidak merasa nyeri. Selain tidak menimbulkan nyeri pada luka operasi caesar, posisi ini juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka.

3. Tidak cepat membuat pegal

Menyusui dalam posisi duduk untuk jangka waktu yang lama dapat membuat leher, punggung, dan lengan terasa pegal. Menyusu sambil tidur bisa dilakukan sambil beristirahat, sehingga tubuh Bunda tidak terasa pegal.

4. Cocok bagi ibu dengan payudara besar

Ibu menyusui yang memiliki ukuran payudara besar sering kali kesulitan untuk menemukan posisi menyusui yang nyaman. Jika seperti ini, menyusui sambil tidur akan lebih memudahkan Bunda, sebab berat payudara akan ditopang oleh kasur. Selain itu, Bunda juga lebih mudah memandang bayi tanpa terhalang payudara.

5. Membuat bayi lebih mudah terlelap

Bayi cenderung lebih mudah terlelap jika menyusu sambil tidur. Hal dikarenakan tubuh bayi berada dalam posisi rileks dan tanpa tekanan, dibandingkan posisi menyusu sambil duduk.

Bagaimana Jika Bayi Terlelap saat Menyusu?

Bayi baru lahir sering kali tertidur saat menyusu, terutama saat dia sudah merasa kenyang. Bunda dapat mengetahui bayi telah tertidur jika tidak terdengar lagi suara menelan atau ketika mulut dan rahangnya berhenti bergerak.

Saat usia bayi semakin bertambah, sebenarnya tidak disarankan untuk menidurkan bayi sambil menyusuinya. Alasannya adalah agar Si Kecil bisa belajar tidur sendiri tanpa harus menempel pada puting Bunda.

Kebanyakan bayi perlu menyusu dari kedua payudara untuk mendapatkan ASI yang cukup. Namun, beberapa bayi sudah kenyang hanya dengan menyusu dari satu payudara. Hal ini sebenarnya normal selama berat badan bayi naik sesuai grafik KMS dan tidak menolak menyusu dari salah satu payudara.

Untuk mencari posisi menyusui yang nyaman bagi Bunda dan Si Kecil, cobalah beberapa posisi menyusui sampai menemukan yang paling cocok. Selain mencegah payudara mengalami penyumbatan, posisi menyusui yang tepat juga dapat menyeimbangkan tekanan dan mencegah nyeri pada puting.

Posisi menyusui sambil tidur bisa dilakukan sejak bayi lahir. Namun bila Bunda merasa kurang nyaman atau mengalami kesulitan dalam menyusui Si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan saran lebih lanjut.