Tidur memiliki banyak manfaat untuk anak. Namun, nyatanya tidak sedikit anak yang kekurangan jam tidur dan tidak memperoleh tidur yang berkualitas. Apa saja sih dampaknya jika anak kurang tidur? Yuk, simak di sini, Bun.

Ada beragam penyebab anak kurang tidur di malam hari, mulai dari merasa cemas atau takut untuk tidur sendiri, tidur siang yang terlalu lama, menunda waktu tidur karena asyik bermain, atau gangguan tidur seperti mimpi buruk dan tidur berjalan.

Ini Dampaknya jika Anak Kurang Tidur - Alodokter

Pentingnya Jam Tidur untuk Anak

Selain mengistirahatkan tubuh, tidur memiliki manfaat yang luar biasa untuk anak, yaitu untuk menunjang tumbuh kembangnya, meningkatkan suasana hati, mencerdaskan otak, mengontrol berat badan, serta meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Setiap anak membutuhkan jam tidur yang berbeda-beda, tergantung pada usianya. Berikut ini pembagiannya:

  • Usia 1–2 tahun adalah 10−13 jam per hari
  • Usia 6−12 tahun adalah 9−12 jam per hari
  • Usia 13−18 tahun adalah 8−10 jam per hari

Sederet Dampak Anak Kurang Tidur

Kurang tidur tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, sebagian anak pun bisa mengalaminya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlama-lama, Bun, karena bisa berdampak buruk pada kesehatan buah hati. Dampak tersebut antara lain:

1. Menurunkan kecerdasan otak

Saat anak terjaga, otaknya akan selalu bekerja untuk menemaninya beraktivitas seharian. Ketika waktu tidur tiba, otak akan berisitirahat dari tugasnya.

Tidur yang nyenyak merupakan kunci meningkatkan kemampuan otak, mulai dari berpikir hingga mengingat. Bisa dibayangkan jika Si Kecil kurang tidur, kemampuan-kemampuan tersebut tentunya akan menurun.

2. Menurunkan daya tahan tubuh

Kurang tidur juga bisa memperlemah daya tahan tubuh dan memperlambat pemulihan anak jika sakit. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, penting bagi Si Kecil untuk memiliki daya tahan tubuh yang kuat, agar virus dan kuman tidak mudah menyebabkan penyakit.

3. Mengganggu proses pertumbuhan

Ketika tidur, kelenjar di otak anak memproduksi hormon pertumbuhan. Sesuai dengan namanya, hormon ini memiliki peran yang sangat besar dalam pertumbuhan anak. Kurang tidur bisa membuat kerja hormon ini terganggu, sehingga pertumbuhan Si Kecil pun jadi tidak optimal.

4. Menurunkan konsentrasi

Saat anak kurang tidur, ia akan cenderung mengantuk di siang hari sehingga sulit untuk berkonsentrasi. Bila hal ini terjadi pada anak usia sekolah, tentu saja ia akan kesulitan memahami pelajaran.

5. Merusak suasana hati

Kurang tidur pada anak juga bisa menimbulkan dampak buruk pada suasana hatinya. Anak yang kurang tidur cenderung lebih rewel, sering menangis, dan sering marah.

Pada anak-anak yang berusia di bawah 4 tahun, kurang tidur akan membuat mereka lebih mudah mengalami tantrum. Sedangkan pada anak-anak usia sekolah menengah, tidur kurang dari 6 jam berisiko menyebabkan kecemasan dan depresi.

Dengan mengetahui dampak yang akan timbul bila anak kurang tidur, kini Bunda tidak boleh membiarkan anak melewati jam tidurnya lagi, ya. Selain tidak boleh kurang tidur, anak-anak pun tidak dianjurkan untuk begadang atau tidur terlalu larut.

Pastikan buah hati Bunda memperoleh tidur yang cukup dan berkualitas setiap hari. Bila Si Kecil memiliki keluhan saat tidur atau gangguan tidur, Bunda disarankan untuk membawanya ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.