Tidak sedikit, lho, anak yang sering begadang atau tidur larut malam, padahal tidak ada pekerjaan atau tugas sekolah yang menumpuk. Apakah hal ini terjadi pada buah hati Bunda? Jika iya, yuk, cari tahu tipsnya di sini untuk mengatasi anak sering begadang dan membuatnya bisa tidur lebih awal.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan anak-anak tetap terjaga walau hari sudah malam. Apa pun alasannya, anak sebaiknya tidak dibiarkan begadang karena ini bisa berdampak buruk pada tumbuh kembangnya.

Tips Mengatasi Anak Sering Begadang - Alodokter

Namun, Bunda tidak perlu khawatir jika memang ini terjadi pada Si Kecil. Kebanyakan masalah tidur anak bisa diperbaiki dengan mengubah kebiasaan sebelum tidurnya secara perlahan.

Mengapa Anak-Anak Tidak Boleh Begadang?

Anak-anak berusia 1–5 tahun umumnya membutuhkan tidur malam sebanyak 10–12 jam dan tidur siang sebanyak 1–2 jam dalam sehari. Selain untuk mengistirahatkan tubuh, tidur juga dapat menjaga daya tahan tubuh, menunjang proses pertumbuhan, serta meningkatkan kecerdasan anak.

Ketika tidur, kelenjar di otak anak memproduksi hormon pertumbuhan. Sesuai namanya, hormon ini memiliki peran yang besar dalam pertumbuhan anak. Kurang tidur bisa membuat kerja hormon ini terganggu, sehingga berdampak pada proses tumbuh kembang anak.

Tidak hanya itu, sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang tidur di atas pukul 10 malam lebih berisiko mengalami gangguan perkembangan sistem saraf. Hal ini dapat menimbulkan efek negatif pada perkembangan perilakunya. Semakin malam ia tidur, semakin berat pula gangguan perilaku yang terjadi.

5 Tips agar Anak Tidak Begadang

Hingga saat ini, tidak ada manfaat yang bisa dipetik dari begadang, lho, Bun. Nah, agar Si Kecil tidak sulit untuk tidur di malam hari, yuk, terapkan 5 tips di bawah ini:

1. Terapkan jadwal tidur yang konsisten

Anak mungkin belum mengerti jadwal tidur yang tepat untuknya. Sebagai orang tua, Bunda harus menerapkan jam tidur yang konsisten padanya. Tujuannya adalah agar Si Kecil terbiasa tidur di jam yang sama setiap harinya. Lama-kelamaan, ia akan otomatis mengantuk di waktu tersebut. Hal tersebut bisa mengurangi keinginannya untuk tidur larut malam.

2. Ciptakan suasana tidur yang nyaman

Suasana kamar yang ideal untuk tidur nyenyak adalah yang gelap dan sejuk. Paparan cahaya selama tidur bisa mempersulit otak untuk beristirahat, sehingga anak tidak bisa tidur dengan nyenyak. Namun, tidak sedikit anak yang takut untuk tidur dalam suasana gelap. Buah hati Bunda mungkin adalah salah satunya.

Jika memang begitu, tidak masalah, Bun. Bunda tetap bisa menggelapkan lampu kamar Si Kecil, kok, tapi tambahkan juga lampu tidur tambahan yang memiliki cahaya redup. Sekarang juga ada banyak, lho, lampu tidur berbentuk lucu yang bisa membuat anak merasa tenang dan nyaman saat hendak tidur.

Selain itu, pastikan Si Kecil memakai pakaian yang nyaman dan menyerap keringat ya, Bun. Atur suhu kamarnya menjadi sejuk, tidak terlalu panas atau terlalu dingin, agar ia bisa tidur dengan nyaman tanpa berkeringat.

3. Hindari penggunaan gadget ketika akan tidur

Walau kerap di anggap sepele, penelitian membuktikan bahwa penggunaan gawai atau gadget, seperti televisi dan ponsel genggam, ketika anak akan tidur bisa menyebabkan ia terus terjaga walau matanya sudah mengantuk, lho. Jadi, ciptakanlah kamar bebas gadget bila Bunda ingin Si Kecil cepat tidur di malam hari.

4. Cegah anak terlalu aktif di malam hari

Terlalu asyik bermain bisa membuat anak kelewat bersemangat dan tidak mengantuk saat waktu tidur datang. Oleh karena itu, hindari memberikan Si Kecil kegiatan yang membuatnya terlampau aktif, seperti menonton TV atau bermain game pada 30–60 menit sebelum jadwal tidurnya.

Selama waktu tersebut, Bunda bisa mengajak Si Kecil bersiap-siap untuk tidur. Buatlah kebiasaan sebelum tidur yang baik untuknya, mulai dari menyikat gigi, mengganti baju dengan piyama, dan membacakan dongeng untuknya.

5. Hindari makanan atau minuman berkafein

Kafein tidak hanya ada pada kopi yang identik dengan minuman orang dewasa. Minuman bersoda, teh, cokelat panas, atau es krim juga bisa mengandung kafein dan bisa membuat anak terjaga lebih lama. Jadi, memberikan makanan dan minuman ini sebelum tidur bukanlah hal baik untuk Si Kecil.

Mengatasi anak yang sering begadang bukanlah hal yang sulit bila Ayah dan Bunda saling bekerjasama untuk menerapkan tips-tips di atas. Namun, ingat juga bahwa anak begadang juga bisa disebabkan oleh insomnia atau gangguan kecemasan.

Oleh karena itu, jika Si Kecil tetap susah diajak tidur di malam hari meski Bunda sudah melakukan cara-cara di atas, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.