Penyakit tidur berjalan atau somnabulisme adalah kondisi saat seseorang bangun, berjalan, atau melakukan berbagai kegiatan dalam keadaan tidur. Walaupun bisa dialami oleh setiap orang, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak.

Penyakit tidur berjalan (sleepwalking) ini umumnya terjadi sekitar 1–2 jam setelah tertidur dan bisa berlangsung selama 5-30 menit. Pada anak-anak, tidur berjalan biasanya hanya terjadi sesekali dan akan hilang seiring bertambahnya usia.

gangguan tidur berjalan - alodokter

Kendati demikian, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena jika terus berlangsung, bisa terjadi cedera akibat jatuh atau terbentur benda keras.

Penyebab Penyakit Tidur Berjalan

Penyebab terjadinya penyakit tidur berjalan belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga diturunkan dari orang tua ke anak. Seseorang berisiko tinggi mengalami tidur berjalan jika kedua orang tuanya memiliki riwayat penyakit ini.

Penyakit tidur berjalan bisa dialami oleh siapa saja. Tetapi, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Walaupun belum diketahui secara pasti penyebabnya, ada sejumlah kondisi yang sering dikaitkan dengan terjadinya sleepwalking, yaitu:

Selain kondisi-kondisi di atas, beberapa kondisi kesehatan, seperti demam, GERD, gangguan irama jantung, asma, sleep apnea, atau sindrom kaki gelisah, juga sering dihubungkan dengan munculnya penyakit tidur berjalan

Gejala Penyakit Tidur Berjalan

Pada dasarnya, tidur terbagi memiliki 2 tahapan tidur, yaitu tahapan tidur rapid eye movement (REM) dan tahapan non-rapid eye movement (NREM). Tahapan ini akan berlangsung dalam siklus yang terus berulang. Pada tahap NREM akan terjadi 3 fase tidur, yaitu:

  • Fase 1, yaitu mata terpejam, namun masih mudah terbangun
  • Fase 2, yaitu irama jantung mulai melambat, suhu tubuh menurun, dan tubuh bersiap untuk tidur dalam
  • Fase 3, yaitu fase tidur nyenyak, di mana seseorang akan sulit dibangunkan

Penyakit tidur berjalan terjadi di fase 3 tahap NREM. Saat mengalami penyakit tidur berjalan, seseorang biasanya akan mengalami keluhan dan gejala, seperti:

  • Berjalan-jalan dalam keadaan tidur
  • Melakukan berbagai aktivitas dalam keadaan tidur
  • Duduk di tempat tidur dengan mata terbuka tapi masih dalam keadaan tidur
  • Mata terbuka namun dengan tatapan kosong
  • Kebingungan dan tidak mengingat apa yang dilakukan ketika terbangun
  • Mengigau dan tidak merespon percakapan
  • Berperilaku agresif atau kasar saat dibangunkan
  • Kantuk pada siang hari

Gangguan tidur yang terjadi pada orang dewasa dapat melibatkan perilaku yang lebih rumit, seperti memasak, makan, memainkan alat musik, bahkan menyetir.

Kapan harus ke dokter 

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami keluhan dan gejala seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika sering terjadi dan sudah mengganggu kegiatan sehari-hari, serta membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Anda juga harus melakukan kontrol ke dokter jika memiliki penyakit atau kondisi yang berkaitan dengan penyakit tidur berjalan, seperti sindrom kaki gelisah atau sleep apnea.

Jika Anda sudah didiagnosis menderita penyakit tidur berjalan dan diberikan penanganan, lakukan kontrol secara rutin. Selain untuk memantau efektivitas penanganan, pemeriksaan rutin ini juga bertujuan untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Diagnosis Penyakit Tidur Berjalan

Untuk mendiagnosis penyakit tidur berjalan, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan yang dialami, riwayat kesehatan, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Dokter juga akan bertanya kepada keluarga atau teman sekamar tentang kebiasaan tidur pasien.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui kemungkinan lain yang menyertai atau menyebabkan penyakit tidur berjalan. Selanjutnya, dokter dapat melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Polisomnografi
    Polisomnografi atau sleep study dilakukan dengan merekam semua kegiatan tidur guna mengamati gelombang otak, kadar oksigen dalam darah, denyut jantung, pola napas, serta pergerakan mata dan kaki, yang terjadi selama tidur.
  • Elektroensefalografi
    Elektroensefalografi (EEG) bertujuan untuk mengukur aktivitas listrik di otak jika dokter mencurigai adanya kondisi kesehatan lain yang mendasari terjadinya penyakit tidur berjalan.

Pengobatan Penyakit Tidur Berjalan

Penyakit tidur berjalan umumnya tidak membutuhkan pengobatan, karena dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, jika kondisi ini sudah membahayakan atau mengganggu banyak orang, maka pengobatan diperlukan.

Pengobatan penyakit tidur berjalan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan adalah:

Penerapan sleep hygiene

Saat mengalami penyakit tidur berjalan, seseorang disarankan untuk memperbaiki lingkungan dan kebiasaan tidur yang kurang baik sebelumnya. Menerapkan sleep hygiene bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Membuat pola tidur yang teratur
  • Menghindari konsumsi minuman berkafein dan yang mengandung alkohol berdekatan dengan waktu tidur
  • Membuang air kecil terlebih dahulu sebelum tidur
  • Membuat kamar tidur menjadi senyaman mungkin
  • Melakukan aktivitas yang bisa merelaksasi pikiran sebelum tidur, misalnya mandi air hangat atau membaca buku bacaan yang isinya ringan

Selain itu, penderita penyakit tidur berjalan juga disarankan untuk memperbaiki pola hidup dengan mengelola stres dengan cara yang positif dan berolahraga dengan rutin.

Psikoterapi

Salah satu contoh psikoterapi yang dapat dilakukan adalah terapi perilaku kognitif (CBT) untuk mengubah pola pikir pasien terkait gangguan tidur yang dialami sekaligus meningkatkan kualitas tidur.

Obat-obatan

Pemberian obat-obatan bertujuan untuk mengurangi frekuensi terjadinya tidur berjalan tiap malam. Beberapa jenis obat yang dapat diberikan adalah obat golongan antidepresan atau golongan benzodiazepine, seperti clonazepam.

Bila gangguan ini terjadi pada waktu yang sama tiap malam, cara lain untuk mengatasinya adalah dengan membangunkan penderita 15–30 menit sebelum gejala penyakit tidur berjalan muncul. Dengan begitu, siklus tidurnya akan berubah dan diharapkan dapat meredakan kondisi yang dialami.

Apabila anak Anda kerap mengalami penyakit tidur berjalan, buatlah tambahan pengaman di tiap sisi ranjang untuk mencegah mereka turun dari kasur. Bila perlu, awasi anak Anda tiap malam atau sewa perawat untuk melakukan tugas khusus ini.

Perlu diketahui juga, hal terpenting dalam pengobatan penyakit tidur berjalan adalah memastikan bahwa tidak ada gangguan atau penyakit lain yang menyertai penyakit tidur berjalan. Bila ditemukan gangguan lain yang menyertai, penyakit tersebut harus diatasi.

Komplikasi Penyakit Tidur Berjalan

Meski tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, penyakit tidur berjalan dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Cedera fisik
  • Gangguan tidur yang berkepanjangan
  • Perubahan perilaku
  • Penurunan prestasi di sekolah atau performa di tempat kerja
  • Masalah dalam kehidupan sosial

Pencegahan Penyakit Tidur Berjalan

Penyakit tidur berjalan dapat dicegah dengan beberapa cara berikut:

  • Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman
  • Mengelola stres dengan cara yang positif
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan
  • Menghindari bekerja hingga larut malam
  • Menerapkan disiplin tidur dengan mengikuti jadwal yang sudah dibuat
  • Melakukan olahraga dengan rutin
  • Membatasi konsumsi makanan atau minuman berkafein terutama mendekati waktu tidur
  • Melakukan aktivitas yang bisa merelaksasi pikiran sebelum tidur, misalnya mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik
  • Melakukan pemeriksaan ke dokter jika memiliki riwayat penyakit tidur berjalan atau kondisi lainnya