Kelebihan dan kekurangan behel self ligating merupakan hal penting yang sebaiknya Anda pahami sebelum memutuskan menjalani perawatan ortodonti dengan jenis kawat gigi ini. Karena meski behel self ligating menawarkan sejumlah keunggulan, tetapi pemilihan jenis behel tidak bisa dilakukan sembarangan, sebab perlu disesuaikan dengan kondisi gigi setiap orang.
Memilih jenis behel atau kawat gigi yang tepat memang bisa terasa membingungkan, apalagi sekarang pilihannya semakin beragam, mulai dari yang harganya terjangkau hingga yang menggunakan teknologi canggih. Nah, salah satu jenis behel yang cukup populer baru-baru ini adalah behel self ligating.

Behel self ligating adalah jenis kawat gigi yang menggunakan klip kecil khusus pada masing-masing bracket untuk menahan kawat ortodonti. Karena tidak menggunakan karet elastis, jenis behel ini tentu menawarkan kenyamanan yang berbeda dengan behel konvensional.
Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakannya, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangan behel self ligating terlebih dahulu agar Anda tidak menyesal di masa depan.
Kelebihan Behel Self Ligating
Behel self ligating memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan untuk mengatasi kelainan susunan gigi, seperti:
1. Interval kontrol lebih jarang
Pada behel konvensional, Anda biasanya perlu kontrol ke dokter gigi setiap 4 minggu sekali untuk mengganti karet elastis dan menyesuaikan posisi kawat. Namun, pada behel self ligating, Anda hanya perlu kontrol ke dokter gigi setiap 6–8 minggu sekali saja.
Hal ini karena behel self ligating bekerja dengan sistem klip, sehingga tidak memerlukan penggantian karet. Dengan begitu, interval kontrol pun menjadi lebih jarang sehingga memudahkan Anda yang memiliki aktivitas padat, sekaligus mengurangi waktu dan biaya transportasi ke klinik.
2. Durasi perawatan lebih singkat
Teknologi klip pada behel self ligating menjaga tekanan pada gigi tetap stabil dan konsisten. Dengan tekanan yang optimal dan minim gesekan antara kawat dan bracket, pergeseran gigi dapat berlangsung lebih efisien. Nah, karena itu, waktu perawatan behel self ligating biasanya lebih singkat jika dibandingkan dengan behel konvensional.
Namun, perlu diingat, lama perawatan tetap bergantung pada kondisi gigi dan perkembangan masing-masing pasien.
3. Kebersihan gigi lebih mudah dijaga
Tanpa adanya karet pengikat, area di sekitar bracket pada behel self ligating lebih terbuka sehingga sisa makanan lebih sedikit yang tersangkut. Ini membuat proses membersihkan gigi lebih mudah dan efektif, baik saat menggunakan sikat gigi maupun benang gigi.
Dengan begitu, risiko terjadinya penumpukan plak, radang gusi, hingga karies gigi pun bisa berkurang, asalkan Anda tetap menjaga kebersihan mulut secara rutin.
4. Rasa nyeri lebih minim
Tekanan yang diberikan oleh kawat pada behel self ligating cenderung lebih merata dan lembut. Anda mungkin tetap merasakan nyeri pada awal pemasangan atau setelah kontrol, tetapi rasa tidak nyaman ini biasanya lebih ringan jika dibandingkan dengan behel konvensional.
5. Risiko iritasi lebih rendah
Desain bracket pada behel self ligating umumnya dibuat lebih halus dan bulat, sehingga mengurangi gesekan dengan jaringan lunak di dalam mulut, seperti bibir dan pipi. Ini membantu menurunkan risiko terjadinya iritasi, lecet, atau sariawan yang sering dikeluhkan oleh pengguna behel.
Kekurangan Behel Self Ligating
Meskipun memiliki banyak kelebihan, sama seperti jenis behel lain, behel self ligating juga memiliki beberapa kekurangan, berikut beberapa di antaranya:
1. Biaya pemasangan lebih mahal
Biaya behel self ligating umumnya lebih mahal bila dibandingkan behel konvensional. Hal ini disebabkan oleh teknologi klip yang lebih canggih serta material bracket yang biasanya berkualitas lebih tinggi. Selain itu, tidak semua klinik gigi menyediakan tipe behel ini, sehingga mempengaruhi ketersediaan dan biaya layanan.
2. Ukuran bracket lebih besar
Beberapa tipe bracket self ligating memiliki desain yang sedikit lebih tebal dibandingkan bracket konvensional karena adanya tambahan mekanisme klip.
Nah, karena bentuk bracket yang lebih besar ini, hal itu dapat menimbulkan rasa mengganjal atau kurang nyaman di awal pemakaian, terutama bagi Anda yang baru pertama kali memasang behel. Meski begitu, rasa tidak nyaman ini biasanya akan hilang setelah beberapa minggu seiring dengan mulut yang telah beradaptasi.
3. Risiko klip rusak atau longgar
Klip atau pintu kecil pada bracket bisa mengalami kerusakan jika mendapat tekanan berlebih, terkena benturan, atau karena mengonsumsi makanan yang terlalu keras dan lengket. Nah, jika klip rusak atau longgar, bracket tidak dapat menahan kawat dengan baik dan harus segera diperbaiki oleh dokter gigi. Bila dibiarkan, perawatan gigi bisa terganggu dan waktu perawatan bisa bertambah panjang.
4. Potensi luka atau sariawan
Walaupun bracket self ligating dirancang lebih halus, risiko iritasi tetap ada, terutama di awal pemakaian saat mulut Anda belum terbiasa. Bibir, pipi, atau lidah bisa mengalami gesekan dengan bracket, sehingga memicu luka kecil atau sariawan.
Biasanya, keluhan ini akan berkurang seiring waktu, tetapi bisa kembali muncul jika bracket berubah posisi atau kawat perlu disesuaikan.
5. Tidak cocok untuk semua kasus
Behel self ligating umumnya cocok untuk masalah gigi ringan hingga sedang, seperti merapikan gigi gingsul ringan atau menutup celah kecil. Namun, untuk kasus yang lebih kompleks, seperti rahang yang tidak simetris atau posisi gigi yang perlu banyak pergeseran, dokter gigi mungkin akan menyarankan metode lain atau kombinasi alat tambahan.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjalani konsultasi menyeluruh terlebih dahulu agar pilihan perawatan sesuai dengan kebutuhan gigi Anda.
Kelebihan dan kekurangan behel self ligating menjadi pertimbangan penting sebelum Anda memutuskan untuk menjalani perawatan ortodonti dengan teknologi ini. Dengan begitu, Anda dapat menentukan apakah behel self ligating merupakan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.
Jika Anda masih memiliki pertanyaan terkait kelebihan dan kekurangan behel self ligating, Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Melalui layanan ini, Anda bisa berkonsultasi secara praktis untuk mendapatkan penjelasan yang paling sesuai untuk kesehatan gigi dan mulut Anda.