Pijat refleksi bisa menjadi pilihan untuk mengatasi rasa pegal dan lelah yang muncul setelah beraktivitas sepanjang hari atau akibat kondisi tertentu. Tak hanya itu, metode pijat ini juga dipercaya dapat mendeteksi dan mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Pijat refleksi merupakan salah satu teknik pengobatan tradisional yang berasal dari Tiongkok dan Mesir. Berbeda dengan metode pijat atau urut biasa, pijat refleksi berfokus pada titik tertentu di bagian tubuh, seperti kaki, tangan, dan telinga.

5 Manfaat Pijat Refleksi bagi Kesehatan Fisik dan Mental - Alodokter

Ahli pengobatan tradisional meyakini bahwa titik-titik tersebut berhubungan dengan semua saraf organ internal di tubuh, sehingga dapat mendeteksi sekaligus mengobati berbagai penyakit.

Beragam Manfaat Pijat Refleksi

Pijat refleksi banyak dipilih orang karena metode pijat ini dipercaya dapat memberikan manfaat kesehatan tertentu secara alami tanpa perlu mengonsumsi obat-obatan.

Para terapis pijat refleksi menggunakan ibu jari dan jari lainnya untuk menekan titik saraf pada tangan dan kaki. Terkadang, terapis juga menggunakan alat bantu, seperti batu atau alat pemijat dari kayu, saat memijat atau memberikan tekanan pada kaki atau tangan.

Selain menghilangkan pegal, ada banyak manfaat pijat refleksi yang dapat Anda peroleh, yaitu:

1. Memberi efek relaksasi

Pijat refleksi yang dilakukan di bagian tangan dan kaki dapat mengurangi cemas, mengatasi rasa lelah, dan membantu tubuh lebih rileks sehingga tidur pun lebih nyenyak.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek ini juga dirasakan oleh ibu hamil. Pijat refleksi pada ibu hamil terlihat dapat memberi dampak yang baik dalam mengatasi rasa lelah selama kehamilan.

2. Mengatasi sakit kepala

Jika Anda mengalami sakit kepala yang disebabkan oleh stres atau rasa cemas, Anda bisa melakukan pijat refleksi guna mengurangi sakit kepala tersebut. Berdasarkan penelitian, sebanyak 25 persen penderita yang menjalani pijat refleksi, tidak lagi merasakan sakit kepala atau migrain.

3. Membantu pemulihan setelah stroke

Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Kondisi ini membuat penderitanya sulit berbicara atau menggerakkan beberapa bagian tubuhnya.

Banyak penderita stroke yang melakukan pijat refleksi sebagai terapi pendamping pengobatan secara medis. Tekanan yang diberikan pada titik tertentu di tangan atau kaki dipercaya dapat meningkatkan kemampuan fisik penderita stroke.

4. Mengatasi konstipasi

Jika Anda mengalami sembelit atau konstipasi, pijat refleksi juga dapat menjadi pilihan untuk mengatasinya. Penelitian menyatakan bahwa metode pengobatan alternatif dengan pijatan dapat mengatasi konstipasi. Manfaat ini diduga berkaitan dengan efek relaksasi yang diperoleh dari pijat refleksi.

5. Meringankan gejala multiple sclerosis dan perawatan kanker

Pijat refleksi dipercaya dapat meringankan rasa nyeri yang dialami penderita multiple sclerosis. Tak hanya itu, metode pijat ini juga dapat mengatasi mual dan nyeri yang dialami pasien kanker setelah menjalani kemoterapi. Namun, perlu diingat kembali bahwa pijat refleksi tidak bisa menggantikan peran obat-obatan medis yang diberikan.

Meski tergolong aman dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, pijat refleksi tidak diperbolehkan bagi semua orang. Ada beberapa kondisi yang membuat pijat refleksi sebaiknya dihindari, yaitu:

  • Masalah peredaran darah di kaki
  • Cedera di bagian tangan dan kaki
  • Cantengan
  • Kaki kapalan
  • Diare
  • Adanya luka terbuka
  • Demam
  • Jumlah trombosit rendah
  • Gangguan tiroid

Bila ingin mendapat pijat refleksi, carilah terapis yang berpengalaman dan memiliki izin untuk melakukan praktik terapi refleksi. Namun, bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya berkonsultasilah dulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya pada kondisi Anda.