Ada masa ketika bayi sering terbangun di malam hari. Bila hal ini terjadi terus-menerus, Bunda dan Ayah pun bisa kurang tidur dan tentunya ini tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab Si Kecil terbangun di malam hari, agar Ayah dan Bunda bisa mengatasinya.

Normalnya, bayi akan tertidur lebih lama di malam hari dan terjaga ketika pagi tiba. Namun, sebagian bayi memiliki kendala untuk mendapatkan tidur yang nyenyak sepanjang malam dan sering terbangun di malam hari.

Ini Penyebab Bayi Terbangun di Malam Hari - Alodokter

Walau tidak selalu menangis, bayi yang terbangun di malam hari tetap membutuhkan perhatian Bunda, sehingga Bunda atau Ayah pun harus bergantian menemaninya. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Bunda dan Ayah mengetahui penyebab Si Kecil terbangun.

5 Penyebab Bayi Sering Terbangun di Malam Hari

Ada beberapa penyebab bayi terbangun di malam hari yang perlu Bunda ketahui, di antaranya:

1. Lapar

Salah satu tanda bahwa bayi lapar adalah terbangun ketika ia sedang tidur. Malahan, menangis sebenarnya adalah tanda bahwa ia sudah sangat lapar. Ketika rasa laparnya masih ringan, bayi akan terbangun dan menunjukkan tanda lain, misalnya mengisap tangannya atau mencoba meraih payudara Bunda.

Umumnya, bayi yang hanya diberikan ASI memang akan lebih mudah lapar dibandingkan bayi yang minum susu formula. Alasannya, karena ASI lebih mudah dicerna, sehingga lambung bayi akan cepat kosong dan “minta” diisi kembali.

Agar tidak sering terbangun di malam hari karena lapar, Bunda perlu mencatat kebiasaan waktu menyusu buah hati, khususnya di malam hari. Tujuannya supaya Bunda bisa memberikan susu sebelum Si Kecil mulai terbangun karena lapar.

2. Kedinginan

Saat merasa kedinginan, bayi yang terlelap tidur di malam hari bisa saja terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Oleh karena itu, Bunda perlu untuk memperhatikan pengaturan suhu kamar agar Si Kecil tidak merasa kedinginan. Jika ia menangis, Bunda bisa melakukan metode kangguru untuk menenangkannya.

Jika kamar Si Kecil menggunakan AC, aturlah suhu AC sekitar 23–25o Celsius. Setelah itu, pakaikan Si Kecil baju berbahan katun. Bila dibutuhkan, Bunda bisa menambahkan selimut tipis untuknya. Bunda juga bisa menggunakan fitur pengatur waktu (timer) agar AC bisa menyala atau mati secara otomatis pada jam tertentu.

3. Popok penuh

Jangankan bayi, kita tentu tidak akan merasa nyaman jika harus tidur dengan keadaan basah. Jadi, wajar jika bayi terbangun dan menangis saat popoknya penuh, apalagi jika sprei kasurnya juga menjadi basah.

Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengecek popok Si Kecil secara berkala, khususnya jika ia sering menyusu tiap 2–3 jam sekali.

4. Siklus tidur yang belum teratur

Tidak semua bayi memiliki siklus tidur yang teratur, terutama yang baru lahir. Bayi baru lahir umumnya belum bisa mengenal perbedaan pagi dan malam, sehingga mereka bisa saja terbangun di malam hari tanpa alasan tertentu dan baru terlelap lagi di pagi hari.

Hal ini tentu bisa membuat Bunda kewalahan, karena jam tidur Si Kecil dengan Bunda menjadi bertolak belakang. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengenalkan perbedaan waktu padanya dengan melakukan beberapa aktivitas rutin sebelum tidur, misalnya mematikan lampu, menyusui, atau menyanyikan lagu.

5. Sakit

Ketika merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya, misalnya karena sedang sakit, tumbuh gigi, atau demam setelah imunisasi, bayi bisa saja terbangun di malam hari dan menjadi rewel. Ini adalah hal yang normal terjadi pada bayi.

Namun, penting bagi Bunda untuk mengetahui penyebab sakit yang dialami Si Kecil, agar ia bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Itulah beberapa penyebab bayi sering terbangun di malam hari. Dengan mengetahui informasi di atas, kini Bunda tidak perlu bingung ketika menghadapi Si Kecil yang tiba-tiba terjaga di malam hari.

Tidur adalah momen penting untuk mengistirahatkan tubuh bagi semua orang, tak terkecuali untuk bayi. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa tidur cukup pada bayi sangat bermanfaat untuk proses tumbuh kembangnya dan sistem kekebalan tubuhnya.

Jadi, bila semua cara yang Bunda terapkan tidak berpengaruh pada pola tidur Si Kecil, penting bagi Bunda untuk segara berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui penanganan yang tepat.