Ini Penyebab Menstruasi Dua Kali dalam Sebulan dan Cara Mengatasinya

Biasanya, wanita hanya mengalami siklus menstruasi satu kali dalam sebulan. Namun, ada kalanya siklus ini dapat terjadi hingga dua kali dalam sebulan. Lantas apa yang menyebabkan kondisi tersebut? Ketahui lebih lanjut pada artikel berikut.

Pada umumnya, siklus menstruasi normal bagi wanita dewasa berkisar antara 21-35 hari, sedangkan remaja putri berkisar 21-45 hari. Jika siklus menstruasi Anda terjadi setiap 21 hari, maka ada kemungkinan Anda akan mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan. Namun, jika Anda mengalami perdarahan di luar siklus menstruasi normal, Anda perlu memastikan apakah perdarahan tersebut disebabkan oleh menstruasi atau karena kondisi medis tertentu.

Ini Penyebab Menstruasi Dua Kali dalam Sebulan dan Cara Mengatasinya

Penyebab Menstruasi Dua Kali Sebulan

Jika menstruasi dua kali dalam sebulan disebabkan oleh siklus menstruasi yang memang terbilang pendek atau di bawah 28 hari, maka kondisi tersebut adalah normal selama tidak lebih pendek dari 21 hari. Juga dianggap normal jika menstruasi dua kali dalam sebulan hanya terjadi sesekali dalam 1 tahun tanpa disertai keluhan lain, misalnya nyeri saat berhubungan intim.

Selain itu, perdarahan di luar siklus menstruasi normal dapat disebabkan oleh masalah kesehatan yang menyebabkan perdarahan dari vagina. Berikut beberapa penyebab terjadinya menstruasi dua kali sebulan:

  • Stres
    Stres adalah masalah paling umum yang berpengaruh pada perubahan siklus menstruasi. Stres tak jarang akan membuat menstruasi terjadi secara tidak teratur, berlebihan, atau menjadi menyakitkan.
  • Penurunan atau pertambahan berat badan yang berlebihan
    Selain masalah stres, menstruasi bisa terganggu akibat penurunan dan pertambahan berat badan yang ekstrem atau terlalu cepat.
  • Pubertas
    Gadis yang baru memasuki masa puber biasanya masih mengalami siklus menstruasi yang belum teratur. Kondisi ini akan berlangsung selama satu sampai dua tahun pertama pubertas.
  • Fibroid uterus
    Fibroid uterus atau miom adalah tumor jinak pada dinding rahim. Biasanya ukuran tumor ini sekecil biji apel, namun bisa juga tumbuh hingga berukuran besar. Fibroid uterus menjadi salah satu penyebab perdarahan berat di vagina dan nyeri perut.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
    Sindrom ovarium polikistik adalah kelainan hormonal yang dapat menyebabkan terbentuknya kista kecil di ovarium, sehingga menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur.
  • Penggunaan alat kontrasepsi (pil KB)
    Penggunaan kontrasepsi oral (pil KB) dapat mencegah kehamilan dan menghentikan ovulasi. Wanita yang baru melepas penggunaan pil KB biasanya akan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Gangguan tiroid
    Kelebihan atau kekurangan hormon tiroid yang diproduksi oleh kelenjar tiroid, dapat berpengaruh pada siklus menstruasi. Hipertiroidisme adalah kondisi kelebihan hormon tiroid. Sebaliknya, hipotiroidisme adalah kondisi kurangnya hormon tiroid, akibat suatu kelainan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan kelenjar tersebut tidak dapat memproduksi hormon dalam jumlah yang cukup. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh, salah satunya yaitu perubahan siklus menstruasi.
  • Penyakit radang panggul
    Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory diseases (PID) adalah infeksi bakteri yang menyerang sistem reproduksi wanita. Infeksi organ reproduksi ini bisa menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur, atau menimbulkan perdarahan lewat vagina di antara siklus menstruasi.
  • Endometriosis
    Endometriosis adalah suatu kondisi abnormal pada sistem reproduksi wanita, di mana lapisan dalam dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rongga rahim. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab perdarahan di vagina dan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Selain berbagai kondisi di atas, menstruasi dua kali sebulan atau perdarahan di antara siklus menstruasi juga bisa menandakan terjadinya menopause, adanya kista, kanker rahim, penyakit menular seksual, kehamilan, keguguran, atau akibat efek samping obat-obatan tertentu.

Kapan Menstruasi Dua Kali Sebulan harus Diperiksakan ke Dokter?

Jika Anda mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan yang sangat sering, segera konsultasikan ke dokter. Terlebih jika disertai gejala-gejala berikut:

  • Merasakan nyeri perut bagian bawah yang tak kunjung hilang selama beberapa hari.
  • Mengalami masa-masa menstruasi yang berat.
  • Terasa menyakitkan ketika berhubungan seksual.
  • Mengalami kram perut melebihi biasanya saat menstruasi.
  • Mendapati banyak gumpalan darah berwarna gelap selama menstruasi.
  • Siklus menstruasi Anda lebih dari 35 hari atau kurang dari 21 hari.
  • Durasi haid Anda berlangsung lebih dari 7 hari.
  • Siklus menstruasi Anda menjadi tidak menentu.

Perlu Anda ingat, penyebab menstruasi dua kali sebulan bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Oleh karena itu, jika Anda mengalami kondisi yang telah dijelaskan di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Bagaimana mengobati Menstruasi Dua kali Sebulan?

Pengobatan menstruasi dua kali dalam sebulan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Pada siklus menstruasi yang lebih pendek atau remaja putri yang baru saja memulai siklus menstruasi, tidak diperlukan pengobatan jika tidak terdapat gejala yang mengganggu. Namun bila menstruasi menyebabkan anemia, dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi. Jika terdapat miom atau kista, dokter dapat memberikan obat-obatan atau menyarankan untuk operasi.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi menstruasi dua kali dalam sebulan:

  • Melakukan terapi hormon dan terapi pengganti estrogen bagi penderita menopause.
  • Mengubah gaya hidup dan melakukan kegiatan yang mampu meredakan stres, misalnya rajin berolahraga, melakukan meditasi, serta menjalani pola makan sehat dan teratur.
  • Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika Anda ingin melakukan diet. Hal ini dilakukan agar siklus menstruasi Anda tidak terganggu.
  • Mengganti alat kontrasepsi jika kontrasepsi hormonal yang Anda gunakan membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Perubahan siklus menstruasi dapat menjadi pertanda adanya gangguan di dalam tubuh. Oleh karenanya, penting untuk berkonsultasi ke dokter apabila Anda mengalami perdarahan abnormal di antara siklus menstruasi, atau jika siklus menstruasi Anda yang sebelumnya lancar dan teratur tiba-tiba menjadi terganggu.

 

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi