Meski sering kali bukan merupakan masalah kesehatan serius, menjadi wanita berkumis kerap menurunkan rasa percaya diri. Jika kamu memiliki keluhan ini, jangan resah lagi, karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan dokter untuk mengatasi kondisi ini.

Dalam dunia medis, kondisi tumbuhnya rambut di bagian yang tidak biasa pada tubuh seorang wanita disebut hirsutisme. Selain berupa kumis, wanita yang menderita hirsutisme juga dapat mengalami pertumbuhan rambut pada bagian tubuh lainnya, seperti dagu, dada, perut, lengan, dan punggung.

Ini Penyebab Wanita Berkumis dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Selain tumbuh rambut di bagian tubuh tertentu, wanita yang menderita hirsutisme juga bisa mengalami beberapa gejala lain, seperti menstruasi tidak teratur, banyak tumbuh jerawat, suara lebih berat, kebotakan, klitoris membesar, massa otot meningkat, dan ukuran payudara lebih kecil.

Apa Penyebab Wanita Berkumis?

Seorang wanita bisa tampak lebih berbulu karena faktor genetik atau keturunan. Banyak wanita yang mengalami kondisi ini karena memiliki keluarga kandung, seperti ibu dan saudari, dengan kondisi yang serupa.

Selain karena faktor keturunan, munculnya kumis atau banyak tumbuh rambut pada tubuh wanita juga bisa disebabkan oleh tingginya jumlah hormon androgen (testosteron) dalam tubuhnya. Hormon testosteron normalnya berjumlah lebih banyak pada pria dan terdapat hanya dalam jumlah sedikit pada tubuh wanita.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi tersebut, di antaranya:

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kondisi ini merupakan penyebab paling umum ketidakseimbangan produksi hormon dalam tubuh wanita.
  • Sindrom Cushing, yaitu kondisi saat tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kortisol atau hormon stres.
  • Tumor pada indung telur (ovarium) atau kelenjar adrenal.
  • Akromegali atau kelainan dimana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan.
  • Gangguan tiroid.
  • Hiperprolaktinemia, yakni kondisi ketika tubuh menghasilkan lebih banyak hormon prolaktin.
  • Resistensi insulin.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, minoxidil (obat yang berisi hormon testosteron), danocrine (obat untuk mengatasi endometriosis), obat antikejang fenitoin, dan cyclosporin.

Karena bisa disebabkan oleh banyak hal, maka kondisi tumbuhnya banyak kumis pada wanita sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Untuk mencari tahu penyebabnya, dokter akan menjalankan serangkaian pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah untuk mengetahui kadar hormon dalam tubuh.

Tak hanya itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pencitraan atau radiologi, seperti dengan CT scan, MRI, atau USG, pada ovarium dan kelenjar adrenal untuk mendeteksi apakah terdapat tumor atau kista di organ tersebut.

Cara Menghilangkan Kumis Pada Wanita

Kumis yang tumbuh pada wanita dapat dihilangkan dengan cara sederhana, seperti mencukur, waxing, atau mencabut rambut/kumis. Hanya saja, cara ini tidak mampu menghilangkan kumis secara permanen, sehingga kumis dapat tumbuh lagi di kemudian hari.

Jika ingin menghilangkan kumis secara permanen, maka diperlukan penanganan secara langsung oleh dokter.

Penanganan yang dilakukan dokter untuk menghilangkan kumis secara permanen umumnya berbeda pada tiap wanita berkumis, tergantung apa faktor penyebabnya. Namun, beberapa langkah penanganan yang umum dilakukan oleh dokter untuk menghilangkan kumis pada wanita meliputi:

1. Pemberian obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat diresepkan dokter untuk menangani hirsutisme, yaitu pil kontrasepsi (pil KB) dan obat antiandrogen, seperti flutamide, spironolactone, dan finasteride, untuk menghentikan produksi hormon androgen.

Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan obat berupa krim eflornithine yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan rambut. Jika tumbuhnya rambut disebabkan oleh resistensi insulin, dokter juga mungkin akan memberikan obat diabetes.

Obat-obatan ini biasanya baru menunjukkan hasil setelah 3-6 bulan penggunaan. Namun, jika setelah lebih dari 6 bulan penggunaan obat tak kunjung membuahkan hasil atau kumis masih tumbuh seperti biasa, dokter mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis untuk menjalani prosedur terapi laser atau elektrolisis.

2. Terapi laser

Metode ini memanfaatkan sinar laser untuk merusak folikel rambut dan menghambat pertumbuhan rambut atau kumis. Meski demikian, dibutuhkan beberapa kali terapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Seperti prosedur medis pada umumnya, terapi laser dapat menimbulkan sejumlah efek samping, antara lain kulit terbakar dan perubahan warna kulit.

3. Intense pulsed light (IPL)

Prosedur dan cara kerja IPL mirip dengan terapi laser. Namun, jenis sinar yang digunakan berbeda. IPL memanfaatkan sinar dengan panjang gelombang dan kekuatan tertentu untuk menghasilkan panas pada jaringan kulit. Suhu panas ini kemudian akan merusak folikel rambut, sehingga pertumbuhan rambut menjadi terhambat.

Prosedur IPL biasanya membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit setiap sesinya dan dapat diulang beberapa kali. Meski cukup efektif untuk menghilangkan kumis dan bulu-bulu di tubuh, IPL tidak disarankan untuk dilakukan pada wanita hamil atau orang yang memiliki warna kulit gelap.

4. Elektrolisis

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum kecil ke setiap folikel rambut lalu aliran listrik akan diberikan untuk merusak folikel rambut dan mengambat pertumbuhan rambut. Sebelum jarum dimasukkan, dokter akan memberikan obat bius atau anestesi lokal terlebih untuk mencegah nyeri.

Sama halnya dengan dengan terapi laser, elektrolisis perlu dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Selain menghilangkan kumis, dokter juga akan melakukan penanganan terhadap penyakit yang mungkin menjadi penyebabnya. Penanganan yang dilakukan dokter tentu akan disesuaikan dengan penyakit yang diderita dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Jika Anda termasuk salah satu wanita yang berkumis, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Munculnya kumis yang disebabkan oleh faktor keturunan mungkin tidak membutuhkan pengobatan medis khusus. Namun, apabila tumbuhnya banyak kumis disebabkan oleh kondisi medis tertentu, maka faktor penyebab munculnya kumis ini perlu ditangani dengan tepat oleh dokter.