Kehadiran buah hati dapat membawa kebahagiaan bagi pasangan suami istri. Namun terkadang, kesibukan mengurus Si Kecil membuat pasutri lupa untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya. Padahal, ini penting untuk dilakukan agar segala rintangan yang harus dihadapi dalam membesarkan anak dapat dilalui dengan lebih mudah.

Setelah bayi lahir, banyak pasutri yang mengeluhkan munculnya beragam konflik dalam rumah tangga. Keluhannya beragam, mulai dari suami yang berlaku seenaknya, kurangnya rasa saling pengertian, hingga hubungan seksual yang semakin jarang.

Ini Perubahan yang Dapat Dialami Suami Istri Setelah Memiliki Anak - Alodokter

 

Perubahan-Perubahan yang Mungkin Terjadi

Kehidupan rumah tangga tidak selamanya mulus, terutama ketika sudah memiliki anak karena akan lebih banyak tuntutan yang harus dipenuhi. Perubahan yang sering dikeluhkan pasutri setelah memiliki buah hati antara lain:

1. Perhatian yang berkurang

Merawat bayi baru lahir memang menguras banyak waktu, tenaga dan perhatian. Hal ini juga yang akhirnya dapat menyebabkan kurangnya perhatian pada pasangan. Jika sebelumnya seorang istri bisa memberikan perhatian penuh pada suaminya, maka setelah bayi lahir perhatian bisa berkurang.

Masalah ini terkadang tidak selalu bisa dipahami sepenuhnya oleh pasangan, sehingga banyak suami yang beranggapan bahwa istrinya jadi kurang perhatian padanya.

2. Seks sering kali terlupakan

Seks setelah melahirkan umumnya disarankan kurang lebih setelah 6 minggu pasca persalinan. Hanya saja, tidak semua wanita merasa siap melakukannya karena masih trauma dengan rasa sakit atau merasa lelah mengurus bayi. Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, hal ini dapat menyebabkan keintiman pasutri menjadi berkurang.

3. Sulit memiliki waktu berdua

Saat belum memiliki bayi, suami istri dapat dengan mudah meluangkan waktu berdua. Namun, hal ini akan lebih sulit setelah memiliki anak karena sebagian besar waktu tersita untuk mengurus keperluan Si Kecil.

4. Keuangan tidak terkelola dengan baik

Banyak wanita yang memutuskan berhenti bekerja untuk merawat anaknya sehingga penghasilan hanya dari suami. Hal ini dapat memicu stres dan keluhan karena dianggap tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama setelah adanya bayi.

Tips Menjaga Keharmonisan Suami Istri

Peralihan peran sebagai orang tua boleh saja membuat tanggung jawabmu bertambah. Namun jangan sampai semua kesibukan ini membuat hubungan suami istri jadi berantakan.

Oleh karena itu, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga hubungan suami istri tetap harmonis setelah memiliki bayi:

1. Meluangkan waktu untuk berbincang

Tak peduli seberapa lelahnya kalian, usahakan selalu untuk menyempatkan diri menceritakan bagaimana perasaanmu hari ini, juga apa yang sedang dilalui oleh pasanganmu. Meski hanya 5 menit sehari, itu masih lebih baik dari pada tidak sama sekali.

2. Menunjukkan perhatian

Membicarakan anak memang menyenangkan, tapi bukan berarti tak ada hal lain yang harus dibicarakan. Jadi, coba bahas sesuatu yang lain agar kamu bisa menyisipkan perhatianmu pada pasangan.

3. Menjaga keintiman

Tetaplah jaga keintiman dengan baik. Caranya sebenarnya tidak sulit, cukup berikan pelukan dan ciuman setiap hari, baik ketika pasangan ingin pergi bekerja ataupun menjelang tidur bersama.

4. Membicarakan keluh kesah yang dirasakan

Jika menemukan suatu masalah jangan menyampaikan dengan amarah. Ini mungkin tidak mudah, tapi cobalah untuk mengatakan dengan cara yang lebih lembut.

5. Meluangkan waktu untuk berduaan

Usahakan menyempatkan diri satu hari dalam seminggu, menghabiskan waktu berduaan, seperti kencan di malam minggu misalnya. Mengenai anak, tak perlu khawatir, kalian bisa menitipkannya sementara waktu kepada pengasuh atau keluarga yang dipercayai. Ingat, kalian tetap harus menjaga kemesraan meskipun sudah memiliki anak.

6. Menyusun rencana keuangan

Susun rencana keuangan kalian bersama, bahkan berkonsultasi dengan perencana keuangan cukup disarankan. Pasutri perlu untuk kembali meninjau hal-hal apa saja yang menjadi prioritas agar keuangan tetap stabil.

Bagi istri yang tidak bekerja, bukalah usaha kecil-kecilan di rumah, atau suami dapat mencari pekerjaan ekstra untuk menambah penghasilan. Uang memang sering jadi masalah, tapi jangan sampai merusak hubungan suami istri.

Hubungan suami istri memang akan berubah setelah memiliki anak, namun jadikan perubahan-perubahan tersebut menjadi hal yang dapat mempererat hubungan. Memang ini bukan hal yang mudah, tapi jika dihadapi bersama, segalanya akan terasa lebih ringan, termasuk dalam hal mengurus anak bersama.