Bencana alam, seperti gempa bumi, tidak dapat diprediksi. Jadi, alangkah baiknya jika Bunda dan Ayah mengajak keluarga menyiapkan diri, agar tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri jika gempa terjadi. Dengan begitu, keluarga dapat melakukan berbagai upaya agar terhindar dari bahaya saat gempa.

Berbeda dengan banjir yang bisa diantisipasi, gempa sulit diketahui kapan akan terjadi. Bencana ini terjadi tiba-tiba tanpa peringatan dan sulit diprediksi. Namun, ada cara yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan nyawa. Ini penting diketahui, terutama jika Bunda, Ayah, dan keluarga berada di area rawan gempa.

Ini yang Perlu Dilakukan Keluarga Agar Lebih Siap Hadapi Gempa Bumi - Alodokter

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menghadapi Gempa Bumi?

Mengajak keluarga untuk mempelajari dan menyiapkan diri sebelum gempa terjadi diharapkan dapat membuat semua lebih siap dalam menghadapi bencana. Agar keluarga terhindar dari bahaya saat gempa, sebaiknya siapkan beberapa hal ini:

  • Menata perabot di dalam rumah
    Bunda dan Ayah bisa menata rumah sehingga lebih aman jika terjadi gempa. Misalnya dengan menjauhkan pajangan berat, seperti lukisan dan cermin, dari tempat-tempat di mana orang duduk atau tidur. Tujuannya agar benda-benda tersebut tidak jatuh dan membahayakan penghuni rumah ketika terjadi gempa.
  • Perlengkapan siaga bencana
    Siapkan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan darurat, seperti kotak P3K, yang dibutuhkan selama setidaknya 3 hari hingga bantuan datang. Pastikan semua anggota keluarga tahu letak tas ini agar dapat dibawa dengan mudah. Bunda dan Ayah juga bisa menyiapkan tas serupa di tempat kerja dan kendaraan pribadi. Selain itu, tempatkan sepatu yang nyaman dan senter di bawah tempat tidur masing-masing untuk menghadapi keadaan darurat.
  • Kenali tempat berlindung
    Di tiap ruangan yang ada di dalam rumah, Bunda dan Ayah dapat mengidentifikasi tempat mana saja yang aman digunakan untuk berlindung jika terjadi gempa, misalnya di bawah perabot yang kuat seperti meja dan kursi yang kokoh. Jika terjadi gempa, selain berlindung di tempat yang aman, bersandarlah di dinding yang ada di sudut bangunan, dan hindari lemari atau furnitur lain yang berpotensi jatuh, agar tidak tertimpa.
  • Melakukan simulasi untuk menghadapi bencana
    Tidak ada salahnya melakukan simulasi evakuasi sederhana di rumah. Mulai dari cara berlindung di dalam rumah, melakukan evakuasi ke luar ruangan, termasuk belajar melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Hal ini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana.

Membuat daftar nomor-nomor penting seperti rumah sakit, polisi, pemadam kebakaran, atau instansi pemerintah juga penting untuk menghadapi kondisi darurat. Bunda dan Ayah jangan lupa untuk mengajari anak kapan dan bagaimana cara menghubungi nomor-nomor tersebut.

Melindungi Diri saat Gempa Terjadi

Selain mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi darurat, penting untuk memberikan pengetahuan kepada anggota keluarga tentang bagaimana cara melindungi diri saat gempa terjadi. Cara melindungi diri tersebut meliputi:

  • Cari tempat yang aman
    Jika terjadi gempa, cobalah untuk menunduk, berlindung, dan bertahan hingga guncangan berhenti. Ambil posisi jongkok atau tengkurap. Lindungi kepala dan leher dengan tangan. Jika perlu, merangkaklah untuk mencapai posisi yang aman atau berpegang pada furnitur yang kokoh.
  • Berikan kabar ke orang yang bisa diandalkan
    Jika Anda terperangkap di dalam rumah atau bangunan lainnya, usahakan untuk memberikan kabar keberadaan Anda. Kalau sedang membawa ponsel, kirim pesan singkat ke orang yang dapat diandalkan, pukul pipa atau dinding, atau jika membawa peluit, tiup untuk memberitahu keberadaan Anda ke regu penyelamat.
  • Jauhi bangunan dan cari tempat terbuka
    Jika gempa terjadi saat berada di luar rumah, cari tempat yang terbuka dan jauhi bangunan, pohon, jembatan, jalan layang, atau kabel. Jika sedang dalam kendaraan, menepi dan behentilah. Tetap berada di tempat yang aman selama gempa. Waspadai gempa susulan yang terkadang guncangannya lebih kuat.
  • Menentukan titik pertemuan
    Jika perlu, tentukan tempat di mana sekeluarga dapat bertemu setelah menyelamatkan diri. Hal ini berguna jika Bunda, Ayah, dan anggota keluarga sedang tidak berada di tempat yang sama atau terpisah saat gempa.

Cara-cara ini mungkin terlihat mudah, tapi pasti sulit dikerjakan saat bencana tiba-tiba datang. Namun, dengan pengetahuan dan persiapan untuk menghadapi bencana ini, Bunda, Ayah, dan keluarga diharapkan bisa selamat dari bahaya bencana.