Walau punya banyak manfaat bagi kesehatan, pemberian madu pada bayi sangat tidak disarankan. Konsumsi madu pada anak di bawah 1 tahun dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi hingga keracunan makanan.

Madu merupakan salah satu alternatif pemanis untuk makanan dan minuman yang lebih sehat. Konsumsi madu dapat meningkatkan imunitas tubuh, menjaga saluran cerna, dan meredakan batuk. Namun, tidak semua orang boleh mengonsumsi pemanis yang satu ini.

Bahaya Memberi Madu pada Bayi - Alodokter

Dampak Buruk Pemberian Madu pada Bayi

Bayi yang masih berumur di bawah 1 tahun tidak diperbolehkan sama sekali untuk konsumsi madu. Ini karena pemberian madu pada bayi berisiko menimbulkan masalah kesehatan berikut ini:

1. Keracunan madu atau botulisme

Madu mengandung bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan serius pada bayi yang disebut botulisme. Sistem pencernaan bayi di bawah 1 tahun masih belum berkembang sempurna, jadi gangguan kesehatan ini sangat rentan terjadi.

Meski tergolong jarang terjadi, botulisme bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa bayi. Bakteri ini dapat menyerang sistem saraf bayi, membuat otot-ototnya menjadi lemah bahkan lumpuh, serta mengganggu sistem pernapasannya.

Bunda perlu mewaspadai beberapa gejala botulisme pada bayi, yaitu sulit buang air besar, terlihat lemas, susah bernapas dan menelan, serta menangis tidak sekencang biasanya. Kondisi ini harus segera ditangani oleh dokter guna mencegah komplikasi.

2. Kerusakan gigi

Memang sih madu merupakan pemanis yang sehat. Akan tetapi, madu tetap termasuk dalam makanan dengan kadar gula yang tinggi. Bila diberikan pada bayi di bawah 1 tahun, bisa meningkatkan risiko kerusakan pada giginya yang baru tumbuh.

3. Obesitas

Dampak lain pemberian madu pada bayi adalah membuatnya terbiasa dengan rasa manis. Akibatnya, ia akan terus-menerus menginginkan makanan yang manis dan menolak makanan lain yang rasanya kurang manis.

Bila dibiasakan konsumsi makanan manis, kelak ia akan menjadi anak dengan kelebihan berat badan bahkan obesitas. Akibatnya, risiko anak mengalami diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kanker akan semakin lebih tinggi.

Waktu yang Tepat Memperkenalkan Madu pada Anak

Bila Bunda ingin memberikan madu kepada buah hati, tunggulah sampai ia berusia lebih dari 1 tahun. Di usia ini, sistem pencernaannya sudah berkembang lebih sempurna. Bakteri baik dan sistem kekebalan tubuhnya sudah mampu untuk mencegah infeksi Clostridium botulinum.

Bunda dapat menambahkan sedikit madu pada makanan dan minuman Si Kecil, misalnya mengoleskannya pada roti atau mencampurnya dengan susu hangat.

Berikan sajian tersebut sekali saja, lalu tunggu 4 hari sebelum diberikan lagi. Cermati apakah Si Kecil menyukainya atau tidak, serta apakah ada gejala yang muncul setelah ia mengonsumsinya.

Produk makanan bayi yang mengandung madu, misalnya sereal bayi, tergolong aman dikonsumsi meskipun anak belum berusia 1 tahun. Hal ini karena bakteri di dalam madu sudah mati akibat proses pemanasan. Namun, jika khawatir dengan keamanannya, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Agar tidak terjadi botulisme atau gangguan kesehatan lainnya akibat madu, maka anak yang usianya masih di bawah 1 tahun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi madu. Sebagai pemanis alami untuk makanan pendamping ASI bagi bayi usia 6 bulan ke atas, Bunda dapat menggunakan sari buah.