Meski mampu dijadikan sebagai pengobatan penyakit kanker, ada efek samping radioterapi yang mungkin muncul. Efeknya bisa berbeda-beda pada setiap pasien kanker. Ada yang bersifat ringan dan ada ada pula yang memerlukan penanganan serius dari dokter.

Efek samping radioterapi yang muncul bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis kanker, bagian tubuh yang terkena kanker, intensitas radioterapi, serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Inilah Efek Samping Radioterapi - Alodokter

Umumnya, efek samping radioterapi yang muncul bersifat sementara karena biasanya akan segera hilang setelah radioterapi selesai.

Ragam Efek Samping Radioterapi

Radioterapi atau terapi radiasi merupakan tindakan pengobatan kanker yang memanfaatkan sinar-X untuk membunuh sel kanker yang bersarang di tubuh. Meski bisa menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker, pengobatan ini bisa memicu efek samping.

Efek samping radioterapi muncul karena tindakan ini juga bisa merusak sel sehat yang berada di sekitar sel kanker. Efek samping tersebut dapat berupa:

1. Kelelahan

Efek samping radioterapi yang kerap kali muncul adalah kelelahan. Rasa lelah ini umumnya muncul setelah beberapa minggu radioterapi dilakukan dan dipicu oleh rusaknya sel sehat yang berada di sekitar sel kanker akibat paparan radioterapi.

Kelelahan yang muncul akibat perawatan ini berbeda dengan kelelahan akibat aktivitas sehari-hari, karena rasa lelah yang muncul bisa bertahan lama hingga pengobatan selesai. Tingkat kelelahan yang muncul bisa bersifat ringan, sedang, atau berat bergantung pada kondisi kesehatan pasien.

2. Kelainan kulit

Kulit yang terpapar radiasi bisa mengalami kemerahan, iritasi, bengkak, melepuh, terbakar, atau kecokelatan. Setelah beberapa minggu, area kulit ini juga bisa mengalami kering, bersisik, gatal, dan mengelupas. Umumnya kondisi ini akan hilang secara bertahap setelah pengobatan berakhir.

3. Kerontokan rambut

Radioterapi bisa menimbulkan efek samping berupa kerontokan rambut, bahkan bulu mata dan alis juga mungkin mengalami kerontokan. Biasanya keluhan ini terjadi pada radioterapi yang dilakukan di area kepala dan sekitarnya.

Kerontokan rambut biasanya akan mereda setelah radioterapi selesai. Rambut-rambut pasien akan tubuh kembali, tapi helaian rambut akan lebih tipis atau tekstur rambut akan berbeda dibandingkan sebelumnya.

4. Kehilangan nafsu makan

Radioterapi bisa menyebabkan kehilangan nafsu makan. Biasanya, kondisi ini dialami pada radioterapi di area kepala, leher, dan bagian sistem pencernaan seperti perut.

Anda yang mengalami keluhan ini perlu untuk menerapkan pola makan sehat agar tidak mengalami kelelahan dan kekurangan gizi. Caranya adalah dengan tetap mengonsumsi makanan sehat dan membaginya dalam porsi kecil, yaitu 5−6 kali makan dalam sehari.

Kemudian cobalah resep makanan baru yang menggugah selera. Bila perlu, sediakan camilan sehat, agar Anda bisa segera memakannya ketika merasa lapar.

5. Masalah pada mulut

Radioterapi juga memicu masalah pada mulut, seperti sariawan, air liur sedikit atau kental, sulit menelan, dan rahang kaku. Biasanya keluhan ini muncul pada radioterapi area kepala dan leher.

Anda yang mengalami keluhan ini setelah radioterapi disarankan untuk menghindari konsumsi makanan pedas dan asam, berhenti merokok, berhenti mengonsumsi minuman beralkohol, dan menyikat gigi dengan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi berfluorida.

Selain memicu masalah pada mulut, radioterapi juga bisa menyebabkan mual dan muntah. Kondisi ini biasanya terjadi pada pasien yang menerima radioterapi pada area kepala, leher, dan perut.

6. Gangguan pendengaran

Efek samping radioterapi yang mungkin muncul berikutnya adalah gangguan pendengaran. Salah satu alasannya adalah karena radioterapi bisa mengeraskan kotoran di telinga sehingga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

7. Diare

Terapi radiasi, khususnya pada area perut, bisa memicu diare. Biasanya keluhan ini muncul setelah bebeapa minggu radioterapi dilakukan. Dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk makan dalam porsi yang kecil tetapi sering, menghindari makanan berserat tinggi, dan meresepkan obat tertentu untuk membantu mengatasi diare.

Selain efek samping sementara, ada juga efek samping yang menetap dan munculnya terlambat bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah radioterapi dilakukan, misalnya radioterapi pada area leher, kepala, dan dada, yang dapat merusak kelenjar tiroid sehingga menyebabkan hipotiroidisme

Efek samping lain yang mungkin muncul adalah terkena penyakit kanker dengan jenis yang berbeda di kemudian hari. Risiko ini memang ada, tapi Anda tak perlu khawatir berlebih, karena risikonya terbilang kecil dibandingkan dengan manfaat dari radioterapi itu sendiri.

Efek samping radioterapi beragam dan bisa berbeda-beda pada setiap pasien. Oleh karena itu, jika Anda sedang atau akan menjalani radioterapi, bicarakan dengan dokter mengenai efek samping yang mungkin muncul. Ikuti saran dari dokter agar pengobatan radioterapi yang dilakukan membuahkan hasil yang maksimal.