Jahe adalah tanaman herba yang kerap digunakan sebagai obat tradisional untuk membantu meredakan berbagai keluhan, seperti mual, perut kembung, nyeri sendi, atau nyeri haid. Tanaman ini dapat digunakan dalam berbagai bentuk, seperti jahe segar, kering, teh, permen, atau ekstrak cair.
Jahe mengandung senyawa aktif berupa gingerol yang memiliki sifat antiradang, antioksidan, dan antimual. Senyawa ini diketahui dapat membantu melancarkan pencernaan serta meredakan keluhan, seperti mual, kembung, atau perut tidak nyaman.

Selain gingerol, pada jahe juga terkandung shogaol dan zingerone yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Berkat kandungan tersebut, jahe dinilai bermanfaat untuk membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan serta mengurangi peradangan.
Apa Itu Jahe
| Nama ilmiah | Zingiber officinale |
| Nama lain |
|
| Manfaat | Mengatasi gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan perut kembung |
| Mengurangi peradangan pada arthritis | |
| Membantu meredakan gejala pilek dan batuk | |
| Mengurangi nyeri haid | |
| Mendukung kesehatan tubuh | |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Jahe untuk ibu hamil atau ibu menyusui | Bukti dari penelitian terkait keamanan jahe untuk ibu hamil maupun ibu menyusui masih terbatas. Oleh sebab itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. |
| Bentuk sediaan | Bahan mentah, herbal kering, teh, permen, atau ekstrak cair |
Peringatan sebelum Menggunakan Jahe
Sebelum menggunakan jahe sebagai obat herbal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Jangan menggunakan jahe jika Anda alergi terhadap tanaman ini. Apabila ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki.
- Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan jahe jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung; gangguan perdarahan; diabetes; tekanan darah tinggi; gangguan pada kantung empedu, misalnya batu empedu.
- Sampaikan kepada dokter mengenai penggunaan jahe jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal lain. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan jahe bila direncanakan untuk menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi. Penggunaan jahe mungkin perlu dihentikan setidaknya 2 minggu sebelum operasi.
- Hindari mengonsumsi jahe jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, tanpa arahan dari dokter.
- Konsultasikan dengan dokter bila hendak memberikan jahe kepada anak-anak, atau remaja yang sudah mengalami menstruasi.
- Jahe umumnya aman digunakan oleh remaja dalam jangka pendek, misalnya beberapa hari pertama di awal menstruasi, untuk meredakan keluhan nyeri haid. Meski demikian, penggunaannya tetap perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan jahe.
Aturan Pakai Jahe
Batas konsumsi jahe dapat berbeda-beda, tergantung pada bentuk sediaan dan tujuan penggunaannya. Umumnya, penggunaan jahe pada orang dewasa adalah sebagai berikut:
- Jahe segar atau kering, dikonsumsi sekitar 0,5–3 gram per hari, dapat digunakan hingga 12 minggu
- Sediaan lain, seperti teh, sirop, kapsul, atau ekstrak cair, digunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter
Cara Menggunakan Jahe dengan Benar
Gunakan jahe dalam jumlah wajar sesuai kebutuhan. Jika digunakan sebagai bahan herbal, hindari konsumsi berlebihan dan jangan menggantikan pengobatan medis tanpa anjuran dokter.
Meski berasal dari bahan alami, obat herbal tidak selalu aman. Efek samping dan interaksinya dengan obat atau bahan alami masih perlu diteliti kembali.
Agar aman, berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan jahe jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani terapi dengan obat tertentu.
Gunakanlah jahe sesuai petunjuk berikut:
- Jahe dapat digunakan dalam bentuk parut, cincang, pasta, atau bubuk untuk campuran berbagai hidangan. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan selera.
- Bila hendak membuat teh atau wedang jahe, kupas dan iris tipis jahe, lalu seduh dengan air panas di gelas dan biarkan sekitar 10 menit agar sarinya keluar. Anda bisa menambahkan lemon, jeruk nipis, atau madu bila perlu.
- Teh jahe juga banyak tersedia dalam bentuk kantong teh yang praktis dan mudah dibeli di toko.
- Simpan jahe di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan jahe atau produk olahannya disimpan di tempat yang tidak terjangkau oleh anak-anak.
- Jangan menggunakan produk jahe yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Jahe dengan Obat Lain
Beberapa interaksi yang mungkin terjadi bila jahe dikonsumsi bersamaan obat, suplemen, atau produk herbal lain adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping obat penurun tekanan darah, seperti losartan
- Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan bersamaan dengan obat antidiabetes, seperti metformin atau insulin
- Penurunan tekanan darah berlebihan bila digunakan dengan obat hipertensi, misalnya golongan antagonis kalsium
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan dan memar jika digunakan bersama obat pengencer darah (antikoagulan/antiplatelet), termasuk warfarin, aspirin, atau clopidogrel
Agar aman, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bila hendak menggunakan jahe bersama dengan produk herbal lain, suplemen, atau obat-obatan tertentu.
Efek Samping dan Bahaya Jahe
Jahe umumnya aman bila digunakan sesuai aturan pakai. Namun, pada beberapa orang, jahe bisa menimbulkan efek samping berupa:
- Rasa panas di dada (heartburn)
- Diare
- Sering bersendawa
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut
- Iritasi pada mulut atau tenggorokan
Jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau sampai mengganggu aktivitas, sebaiknya segera buat janji temu dengan dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER. Untuk mendapatkan saran awal pengobatan, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter lewat chat.
Namun, jika muncul reaksi alergi berat, seperti sesak napas dan bengkak setelah menggunakan jahe, jangan tunda untuk ke IGD rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan yang tepat.