Jahitan perineum terbuka setelah melahirkan bisa memperlambat penyembuhan, meningkatkan risiko infeksi, serta menyebabkan nyeri dan gangguan aktivitas. Kondisi ini membuat waktu pemulihan jadi lebih lama. Penting bagi ibu untuk mengenali gejalanya dan mengetahui cara merawat luka dengan benar agar proses penyembuhan berjalan aman dan optimal.
Jahitan perineum biasanya diberikan setelah persalinan normal, terutama jika terjadi robekan atau dilakukan episiotomi, yaitu sayatan pada area antara vagina dan anus untuk membantu kelahiran bayi. Perawatan luka jahitan sangat penting agar proses penyembuhan berjalan baik dan mencegah terjadinya komplikasi.

Namun, pada sebagian kasus, jahitan perineum dapat terbuka sebelum luka benar-benar pulih. Jahitan perineum terbuka tidak selalu berbahaya, tetapi tetap perlu mendapat perhatian khusus dan perlu dirawat dengan baik untuk mencegah infeksi atau komplikasi lainnya.
Penyebab Jahitan Perineum Terbuka yang Perlu Diketahui
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan jahitan perineum terbuka, antara lain:
1. Infeksi pada luka
Infeksi terjadi ketika luka terkontaminasi kuman. Kondisi luka yang lembap, tidak terjaga kebersihannya, atau perawatan yang kurang tepat dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri, sehingga jaringan di sekitar area jahitan menjadi lemah dan terbuka.
2. Aktivitas fisik berlebihan
Mengangkat beban berat, sering jongkok, atau duduk terlalu lama bisa menambah tekanan pada perineum. Tekanan ini dapat memperlambat penyembuhan dan menyebabkan jahitan terbuka, terlebih jika luka belum benar-benar pulih.
3. Teknik jahitan atau perawatan yang kurang optimal
Penggunaan benang yang tidak sesuai atau teknik menjahit yang kurang tepat dapat menyebabkan jahitan tidak kuat menahan tepi luka. Kurangnya perawatan dan tidak mengikuti anjuran dokter juga dapat meningkatkan risiko jahitan perineum terbuka.
4. Reaksi tubuh terhadap benang jahit
Sebagian ibu dapat mengalami reaksi tubuh terhadap benang jahit, seperti penolakan atau peradangan. Hal ini bisa mengganggu proses penutupan luka sehingga jahitan terbuka kembali.
5. Sembelit
Sembelit membuat ibu harus mengejan lebih keras saat buang air besar. Tekanan saat mengejan ini bisa memberi beban tambahan pada area perineum sehingga jahitan berisiko terbuka, apalagi jika luka belum pulih sempurna.
Gejala Jahitan Perineum Terbuka yang Harus Diwaspadai
Jangan abaikan gejala-gejala di bawah ini, karena bisa menjadi tanda jahitan perineum terbuka setelah melahirkan:
- Luka terasa lebih lebar atau menganga
- Jahitan terlihat putus atau benangnya lepas
- Muncul nyeri hebat, lebih parah dari hari-hari sebelumnya
- Perdarahan segar dari bekas jahitan
- Keluar nanah atau cairan berbau tidak sedap dari luka
- Demam atau tubuh terasa lemas
Tips Merawat Jahitan Perineum Terbuka
Jika Anda menduga mengalami jahitan perineum terbuka setelah persalinan, berikut hal-hal yang bisa dilakukan:
- Jaga kebersihan area luka, cuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan luka.
- Hindari aktivitas berat, termasuk mengangkat benda berat atau berdiri terlalu lama.
- Ganti pembalut secara rutin untuk menjaga kelembapan area luka.
- Periksa kondisi luka secara berkala.
- Konsumsi makanan tinggi protein dan vitamin C agar proses penyembuhan lebih cepat.
- Hindari hubungan seksual sampai luka benar-benar sembuh.
- Jangan mengoleskan obat atau ramuan tanpa resep dokter.
- Segera konsultasikan ke dokter jika gejala memburuk.
Perlu diingat, setiap ibu memiliki waktu pemulihan yang berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh, kebersihan, dan aktivitas harian. Jangan ragu meminta bantuan keluarga atau pasangan untuk membantu kebutuhan harian selama masa pemulihan.
Jika Anda mengalami gejala seperti jahitan perineum terbuka, nyeri hebat, luka bengkak, demam, atau perdarahan, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan yang cepat penting untuk mencegah infeksi atau komplikasi serius. Anda juga bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapat jawaban cepat dan saran sesuai kondisi.
Namun, jika keluhan semakin parah atau muncul tanda infeksi berat, segeralah periksa langsung ke dokter di fasilitas kesehatan terdekat.