Jamur reishi telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Asia dan dikenal luas karena potensinya dalam mendukung daya tahan tubuh. Meski kerap dipromosikan sebagai herbal dengan beragam manfaat kesehatan, efektivitas dan keamanannya tetap perlu dipahami secara ilmiah agar penggunaannya tepat dan aman.

Jamur reishi kerap dikonsumsi meski memiliki rasa pahit dan tekstur yang keras, karena diyakini mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Berbagai penelitian awal menunjukkan bahwa jamur ini memiliki sifat imunomodulator dan antioksidan yang berpotensi mendukung fungsi tubuh.

Jamur Reishi, Kenali Manfaat dan Risikonya pada Tubuh - Alodokter

Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua manfaatnya telah terbukti secara klinis. Oleh karena itu, mengenali manfaat dan keterbatasan jamur reishi secara seimbang menjadi langkah penting sebelum mengonsumsinya.

Manfaat Jamur Reishi untuk Kesehatan

Meski memiliki rasa pahit, hal ini tidak menyurutkan minat banyak orang untuk mengonsumsi jamur reishi. Jamur ini dikenal luas dalam pengobatan tradisional karena dipercaya mengandung senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. 

Jika kamu tertarik mencobanya, berikut beberapa manfaat jamur reishi yang sering dibahas dalam berbagai penelitian.

1. Mendukung daya tahan tubuh

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jamur reishi dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Kandungan polisakarida dan beta-glukan di dalamnya diketahui berperan dalam meningkatkan aktivitas sel imun, termasuk limfosit, sehingga tubuh lebih siap melawan infeksi.

2. Membantu mengurangi rasa lelah berkepanjangan

Jamur reishi kerap dikaitkan dengan penurunan keluhan kelelahan, terutama pada kondisi tertentu. Efek ini diduga berasal dari sifat antioksidannya yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. 

Meski begitu, manfaat ini masih memerlukan penelitian klinis lanjutan untuk memastikan efektivitasnya.

3. Membantu meredakan keluhan psikologis ringan

Beberapa studi terbatas menunjukkan bahwa jamur reishi berpotensi membantu mengurangi kecemasan dan memperbaiki kualitas tidur, terutama pada penderita fibromyalgia

Efek ini diduga berkaitan dengan sifat menenangkan dan pereda nyeri ringan, meski bukti ilmiahnya masih belum kuat.

4. Membantu mengendalikan kadar gula darah

Jamur reishi mengandung polisakarida dan triterpenoid yang dalam beberapa penelitian menunjukkan aktivitas antidiabetes. Senyawa ini berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah, sehingga jamur reishi kerap digunakan sebagai pendamping dalam pengelolaan diabetes secara tradisional.

Namun, konsumsi jamur reishi bersamaan dengan obat diabetes perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penurunan gula darah secara berlebihan.

5. Berpotensi menghambat pertumbuhan sel tumor

Kandungan beta-glukan dalam jamur reishi diketahui memiliki efek imunomodulator. Penelitian laboratorium dan pada hewan menunjukkan bahwa jamur ini berpotensi membantu menghambat pertumbuhan sel tumor dengan mendukung respons sistem imun. 

Meski begitu, jamur reishi tidak dapat dijadikan sebagai pengobatan utama kanker karena bukti klinis pada manusia masih terbatas.

Manfaat jamur reishi memang cukup beragam, tetapi sebagian besar klaim tersebut masih memerlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Potensi Risiko di Balik Konsumsi Jamur Reishi

Di balik manfaatnya, konsumsi jamur reishi juga memiliki sejumlah risiko, terutama bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang sedang menjalani pengobatan.

Meningkatkan risiko perdarahan

Jamur reishi dapat meningkatkan risiko perdarahan, khususnya pada orang yang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin. Selain itu, konsumsi jamur ini sebaiknya dihentikan setidaknya dua minggu sebelum menjalani tindakan operasi.

Memperburuk penyakit autoimun

Karena dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, jamur reishi berisiko memperburuk kondisi penderita penyakit autoimun yang sedang menggunakan obat imunosupresan, seperti rheumatoid arthritis atau psoriasis.

Menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah secara berlebihan

Jamur reishi berpotensi menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah. Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat antihipertensi atau antidiabetes, efek penurunannya bisa menjadi terlalu kuat dan berisiko bagi kesehatan.

Reaksi alergi

Sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi jamur reishi. Keluhan yang dapat muncul. meliputi mulut dan tenggorokan terasa kering, gatal atau ruam pada kulit, pusing, sakit kepala, nyeri perut, mimisan, hingga buang air besar berdarah. 

Jika keluhan tersebut muncul, konsumsi jamur reishi sebaiknya segera dihentikan.

Cara Mengonsumsi Jamur Reishi

Jamur reishi memang dibudidayakan dan dijual sebagai bahan makanan, tetapi rasanya yang pahit serta teksturnya yang keras membuatnya jarang diolah menjadi masakan. 

Oleh karena itu, jamur ini lebih sering dikonsumsi dalam bentuk kering atau ekstrak, baik cair maupun bubuk, termasuk sebagai suplemen atau campuran minuman, seperti kopi jamur.

Batas konsumsi jamur reishi tidak bersifat umum dan dapat berbeda-beda, tergantung bentuk sediaan dan kondisi kesehatan masing-masing individu. Jika dikonsumsi dalam bentuk suplemen, penting untuk selalu mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan.

Meski populer sebagai obat herbal, jamur reishi tetap memiliki potensi efek samping dan interaksi dengan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsinya untuk tujuan kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.