Anthrax adalah penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri antraks atau Bacillus anthracisBakteri ini biasa ditemukan di dalam tanah. Walau biasanya menjangkiti hewan, penyakit anthrax juga bisa menyerang manusia.

Penyakit anthrax menyerang hewan ternak atau hewan liar, seperti sapi, domba, kambing, unta, kuda, dan babi. Infeksi bisa terjadi ketika hewan tersebut menghirup atau menelan spora bakteri yang ada di tanah, tanaman, atau air yang telah terkontaminasi bakteri anthrax.

Penularan dan Gejala Penyakit Anthrax pada Manusia - Alodokter

Penyakit anthrax lebih umum terjadi di negara berkembang dan negara yang tidak memiliki program vaksinasi hewan secara rutin.

Penyakit Anthrax di Indonesia

Anthrax hingga saat ini masih menjadi penyakit endemik di Indonesia. Kasus penyakit anthrax masih dilaporkan muncul di beberapa daerah, yaitu Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Kasus terakhir terjadi pada tahun 2017 di Jawa Timur dan Yogyakarta.

Kasus anthrax sering kali muncul di awal tahun yang bertepatan dengan musim hujan di Indonesia. Departemen Kesehatan juga masih melakukan langkah antisipasi dan pemantauan penyakit anthrax secara lebih ketat saat menjelang hari-hari perayaan keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Adha, di mana masyarakat banyak mengonsumsi daging hewan pada hari-hari tersebut.

Penularan Penyakit Anthrax pada Manusia

Seseorang dapat terkena penyakit anthrax dalam waktu sekitar 1 hingga 5 hari setelah terpapar bakteri anthrax.Ketika sudah berada di dalam tubuh, bakteri anthrax akan berkembang biak lalumenghasilkan racun yang dapat menyebabkan penyakit anthrax.

Proses penularan penyakit antraks pada manusia bisa melalui beberapa cara, yakni:

Infeksi anthrax melalui luka terbuka di kulit

Ini merupakan cara penularan penyakit anthrax yang paling umum terjadi pada manusia. Gejala-gejalanya meliputi:

  • Muncul benjolan kemerahan di kulit, dengan bagian tengah berwarna kehitaman. Benjolan ini terasa gatal dan perih.
  • Pembengkakan dan nyeri pada kelenjar getah bening di sekitar kulit yang terinfeksi.
  • Nyeri otot.
  • Demam.
  • Lemas.
  • Mual muntah.

Infeksi anthrax melalui saluran pernapasan

Hal ini bisa terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi bakteri anthrax, sehingga bakteri dapat memasuki paru-paru. Tanda-tanda seseorang terkena penyakit anthrax melalui udara adalah:

Meski sudah dilakukan pengobatan, komplikasi yang fatal akibat infeksi anthrax pada saluran pernapasan kadang masih juga terjadi.

Infeksi anthrax melalui saluran pencernaan

Minum air atau mengonsumsi daging yang sudah terinfeksi bakteri anthrax tanpa mengolahnya hingga matang juga bisa membuat seseorang terjangkit penyakit ini. Kontaminasi melalui cara ini akan menyerang organ-organ dalam sistem pencernaan. Beberapa gejala penyakit anthrax yang menyerang saluran pencernaan adalah:

Selain melalui ketiga cara di atas, bakteri penyebab penyakit anthrax juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui jarum suntik. Penularan penyakit anthrax malalui cara ini biasanya terjadi pada pengguna narkoba suntik yang memakai jarum suntik secara bergantian.

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Anthrax

Penyakit anthrax bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik dan zat antiracun untuk menetralkan racun dari bakteri anthrax. Namun, meski sudah dilakukan pengobatan, komplikasi yang fatal akibat infeksi anthrax kadang masih juga terjadi.

Oleh karena itu, akan jauh lebih baik bila penyakit ini dapat dicegah. Caranya adalah dengan:

  • Melakukan vaksinasi anthrax pada manusia dan hewan ternak.
  • Menghindari kontak langsung dengan hewan ternak atau hewan liar yang belum divaksin.
  • Memasak daging hingga benar-benar matang.

Jika tidak ditangani segera, penyakit anthrax dapat menyebabkan komplikasi berat, seperti sepsis, meningitis, hingga kematian. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala penyakit anthrax setelah mengonsumsi daging hewan atau kontak dengan hewan ternak maupun hewan liar, segeralah periksakan diri ke dokter.