Janin cegukan ditandai dengan getaran atau hentakan berkali-kali dari dalam perut. Kondisi ini sering kali membuat ibu hamil khawatir. Padahal, janin cegukan justru menjadi tanda bahwa janin tumbuh sehat. Agar tidak salah kaprah, ada baiknya mengetahui apa saja penyebab janin cegukan.

Cegukan pada janin merupakan hal yang umum terjadi dan biasanya mulai dirasakan saat kehamilan memasuki trimester kedua atau ketiga. Meski tidak semua ibu hamil mengalaminya, janin cegukan sering menjadi tanda bahwa sistem saraf dan organ pernapasan janin berkembang secara normal. 

Janin Cegukan, Ini Berbagai Penyebabnya - Alodokter

Berbagai Penyebab Janin Cegukan

Cegukan pada janin terjadi karena kontraksi otot diafragma bayi di dalam kandungan. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan atau berkaitan dengan janin cegukan:

1. Perkembangan paru-paru janin normal

Janin cegukan menandakan bahwa paru-paru serta saraf pengatur pernapasan sedang berkembang. Proses ini penting supaya bayi siap bernapas setelah lahir. Cegukan adalah refleks alami saat organ-organ tersebut mulai berfungsi, sehingga menjadi tanda janin tumbuh sesuai usia kehamilan.

2. Janin sudah mampu menghirup air ketuban 

Di dalam rahim, janin tidak bernapas udara, melainkan sering menelan dan mengeluarkan air ketuban. Proses ini bisa melatih otot-otot pernapasan dan perkembangan paru-paru. Saat air ketuban tiba-tiba masuk ke saluran napas, otot diafragma bisa berkontraksi, sehingga menyebabkan cegukan.

3. Refleks alami tubuh janin

Cegukan juga merupakan refleks tubuh janin. Refleks ini melatih koordinasi antara otak, saraf, dan otot pernapasan. Sering kali, cegukan muncul tanpa sebab jelas, tetapi tetap menunjukkan sistem saraf janin berkembang baik.

Janin Cegukan yang Perlu Diwaspadai

Janin cegukan umumnya berlangsung beberapa detik hingga menit. Bumil bisa merasakannya sebagai hentakan kecil dan berirama, berbeda dengan gerakan janin lain yang tidak beraturan. Sensasi ini tidak menyebabkan nyeri maupun mengganggu aktivitas ibu. 

Banyak ibu mendeskripsikannya seperti getaran lembut atau “tepukan” berulang dari dalam perut. Meski umum dan wajar, ada beberapa tanda janin cegukan yang perlu diwaspadai. Adapun beberapa tandanya adalah:

  • Cegukan berlangsung terus-menerus atau lebih sering dari biasanya, terutama pada trimester akhir
  • Gerakan janin terasa berkurang atau melemah
  • Terjadi perubahan mendadak pada pola aktivitas janin
  • Cegukan disertai gejala lain, seperti nyeri hebat, perdarahan, atau keluhan mendadak lain saat hamil.

Umumnya, janin cegukan merupakan tanda perkembangan janin yang normal dan tidak menimbulkan bahaya. Meski begitu, penting untuk selalu memantau pola gerakan dan cegukan janin secara rutin sebagai langkah pencegahan dini.

Selalu catat apa saja perubahan pola gerakan janin, termasuk frekuensi cegukan. Apabila Bumil merasa khawatir, cemas, atau menemukan perubahan yang mencurigakan, segera Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER atau buat janji konsultasi langsung. Tindakan cepat bisa menjaga kesehatan ibu dan janin hingga waktu persalinan tiba.