Warna air ketuban menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kesehatan janin dan kehamilan. Tidak hanya jernih, perubahan warna air ketuban dapat menandakan adanya masalah yang perlu diwaspadai, sehingga sangat penting bagi ibu hamil untuk mengenali perbedaannya sejak dini.

Air ketuban memiliki peran penting dalam melindungi dan mendukung pertumbuhan janin selama masa kehamilan. Namun, berbagai kondisi medis dapat menyebabkan perubahan warna air ketuban, mulai dari jernih, kuning, hijau, hingga keruh atau berdarah.

Warna Air Ketuban dan Artinya - Alodokter

Setiap perubahan warna air ketuban dapat memberikan petunjuk mengenai kesehatan janin dan ibu hamil. Memahami informasi ini sangat penting untuk deteksi dini komplikasi, terutama menjelang persalinan.

Macam-Macam Warna Air Ketuban dan Artinya

Perubahan warna air ketuban sangat penting diperhatikan karena bisa menjadi pertanda apakah kehamilan berjalan normal atau terdapat risiko yang perlu diwaspadai. Berikut penjelasan lebih detail mengenai masing-masing warna air ketuban beserta artinya dan contoh kondisi yang dapat terjadi:

1. Jernih atau sedikit keruh

Warna air ketuban yang jernih seperti air putih atau sedikit keruh, mirip air kelapa muda, menandakan air ketuban normal. Kondisi ini menunjukkan bahwa janin berkembang dengan baik dan tidak ada tanda infeksi atau gangguan. 

Pada umumnya, jika mendekati waktu persalinan dan air ketuban pecah terlihat jernih, Bumil tidak perlu panik. Namun, tetap dianjurkan segera ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan.

2. Kuning muda

Air ketuban berwarna kuning muda biasanya disebabkan oleh urine janin yang bercampur dengan cairan ketuban. Warna kuning muda ini umumnya tidak berbahaya, terutama jika tidak disertai bau tidak sedap, demam, atau keluhan lainnya. 

Pada kehamilan tanpa komplikasi, jika air ketuban berwarna kuning muda tetapi Bumil dan janin dalam keadaan sehat, biasanya tidak perlu tindakan khusus selain observasi.

3. Hijau

Warna air ketuban hijau menandakan janin sudah buang air besar pertama (mekonium) di dalam kandungan. Hal ini sering terjadi jika kehamilan lewat waktu (serotinus), atau saat janin mengalami stres selama kehamilan atau persalinan. 

Jika Bumil mendapati air ketuban berwarna hijau dan bayi belum lahir, dokter biasanya akan memantau kondisi janin dengan ketat karena risiko terjadinya infeksi dan gangguan pernapasan pada bayi meningkat.

4. Cokelat

Air ketuban cokelat mengindikasikan adanya mekonium lama atau perdarahan lama pada kandungan. Ini dapat menunjukkan janin telah mengalami stres berat berhari-hari sebelumnya, atau terdapat perdarahan yang belum terdeteksi, misalnya akibat plasenta lepas sebagian. 

Pada kasus kehamilan risiko tinggi atau ibu dengan tekanan darah tinggi, warna air ketuban cokelat bisa menjadi tanda masalah serius yang membutuhkan tindakan cepat.

5. Merah atau bercampur darah

Air ketuban yang merah atau terlihat bercampur darah sering menjadi tanda adanya perdarahan pada ibu, seperti solusio plasenta atau masalah lain di saluran lahir. Kondisi ini harus segera ditangani. 

Jika setelah air ketuban keluar, Bumil melihat darah segar dalam jumlah banyak, segeralah ke rumah sakit karena kondisi ini bisa mengancam keselamatan ibu dan janin.

6. Keruh dan berbau tidak sedap

Air ketuban yang keruh, berwarna kekuningan atau kehijauan, dan berbau busuk, mengindikasikan adanya infeksi di dalam kandungan, seperti korioamnionitis. Kondisi ini dapat membahayakan ibu dan janin jika tidak segera diobati. 

Bila air ketuban pecah dan mengeluarkan bau menyengat, dokter akan melakukan pemeriksaan dan mungkin akan memberikan antibiotik atau melakukan tindakan persalinan darurat jika diperlukan.

Risiko dan Kondisi yang Berkaitan dengan Perubahan Warna Air Ketuban

Perubahan warna air ketuban sebaiknya tidak dianggap remeh, apalagi jika disertai gejala lain, seperti demam, nyeri perut hebat, atau kontraksi dini. Berikut beberapa risiko atau kondisi yang harus diwaspadai:

  • Perubahan warna menjadi hijau atau cokelat bisa menandakan janin mengalami stres akibat kekurangan oksigen atau infeksi
  • Air ketuban keruh, berbau tidak sedap, atau berubah warna dapat menjadi salah satu tanda infeksi serius pada kehamilan
  • Air ketuban berwarna kemerahan atau kecokelatan bisa mengindikasikan adanya robekan pada plasenta atau masalah kesehatan lain yang serius
  • Air ketuban yang abnormal dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan perkembangan janin atau komplikasi saat persalinan

Jika warna air ketuban tetap jernih, tidak berbau, dan jumlahnya cukup, umumnya tidak ada risiko serius selama tidak muncul gejala lain yang mengkhawatirkan.

Ibu hamil dianjurkan untuk rutin memeriksakan kehamilan, terutama jika mulai melihat tanda-tanda perubahan warna air ketuban. Menjaga kesehatan kehamilan, selalu memantau pergerakan janin, serta segera mencari pertolongan medis jika terjadi perubahan abnormal sangat disarankan agar komplikasi bisa dicegah sejak dini.

Jika Bumil melihat perubahan warna air ketuban, segera konsultasikan ke dokter kandungan, terutama jika disertai demam, nyeri perut, atau penurunan gerak janin. Fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER dapat membantu Bumil mengenali tanda bahaya sejak awal.

Untuk kondisi serius, seperti air ketuban yang berdarah atau janin tidak bergerak, segera kunjungi rumah sakit terdekat agar bisa mendapatkan penanganan cepat dan tepat. Dengan mengenali warna air ketuban dan tanda-tanda bahaya, Bumil turut menjaga kesehatan diri sendiri dan buah hati tercinta.